Page 25 - al kasyfu wa tabyin
P. 25

24   al kasyfu wa tabyin



               Orang yang menghabiskan waktunya untuk mempelajari ilmu nahwu, syiir, bahasa dan

               lainnya. Mereka tertipu dan berasumsi bahwa ia akan diampuni.


               Mereka dianggap ulama bagi umatnya di eranya, karena telah menegakkan agama dan
               sunnah  dengan  ilmu  bahasa  dan  nahwu.  Hidupnya  dihabiskan  untuk  mendalami

               permasalahan dalam ilmu nahwu dan bahasa, padahal hal itu membuatnya tertipu.


               Jika dipikir, mengerti bahasa Arab sama saja dengan mengerti bahasa Turki, menyia-

               nyiakan waktu hanya untuk belajar bahasa Arab sama sia-sianya dengan mempelajari
               bahasa Turki, India dan lainnya.



               Para  ulama  mengklasifikannya  sesuai  dengan  tuntutan  syariat,  cukup  mengetahui
               bahasa atau kata yang asing saja dalam hadis dan al-qur’an, tanpa perlu menguasai

               seluruh kosa kata dalam suatu bahasa tertentu.


               Sama  halnya  dengan  nahwu,  cukup  mempelajari  sesuai  dengan  yang  berhubungan
               dengan  hadis  maupun  al-qur’an  Saja,  tidak  perlu  berlebihan  apalagi  jika  mendalami

               hingga tak tahu ujung-ujungnya. Orang-orang yang seperti inilah yang telah tertipu daya.





               B. Kelompok Kedua; Ahli Ibadah Dan Amal.


               Orang-orang dalam kategori ini sangat banyak. Di antaranya yaitu:


               1. Golongan Pertama


               Orang yang tertipu dalam zuhud dan jihad. Sebagian dari mereka tertipu karena telah

               abai  dalam  perkara  yang  fardlu,  malah  rutin  melakukan  perkara  sunnah.  Sehinggah

               melewati batas bahkan berlebih-lebihan. Seperti orang wudhu tapi dalam hatinya penuh
               dengan rasa was-was sampai ia menghabiskan air yang banyak. Ia tidak rela terhadap
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30