Page 22 - al kasyfu wa tabyin
P. 22
21 al kasyfu wa tabyin
Kelompok yang pertama memang tidak mahir memperbaiki diri sendiri tetapi mahir
menguasai orang lain agar berbuat baik. Orang-orang tersebut selalu membenarkan
ucapan dan nasihatnya.
Sayangnya mereka ini telah menyimpang dari jalan yang dibenarkan, kebiasaannya
dalam menarik perhatian publik agar tertipu dengan kata-kata harapan palsu kemudian
mereka malah tidak takut untuk berbuat maksiat dan senang terhadap dunia terlebih saat
mereka mulai menyukai pakaian yang bagus, kendaraan dan transportasi serta dapat
menjauhkannya dari rahmat Allah.
9. Golongan Kesembilan.
Orang yang terpesona dengan ucapan-ucapan yang keluar dari lisan orang-orang zuhud
yang menceritakan tentang hinanya dunia. Mereka mengulang-ulang perkataan tersebut
tanpa paham sedikitpun dari filosofi dan maknanya. Hal ity mereka lakukan di atas
mimbar-mimbar, pasar-pasar bersama dengan orang-orang yang duduk bersamanya.
Mereka menyangka telah menjadi orang yang selamat di sisi Allah dan telah mendapat
ampunan-Nya karena telah menyampaikan apa yang diucapkan oleh orang-orang zuhud
tanpa disertai dengan amal alias hanya omong belaka tanpa melakukan sesuatu sesuai
yang diucapkan. Mereka ini lebih .parah tertipu dari tertipunya orang-orang sebelum
mereka.
10. Golongan Kesepuluh.
Orang-orang yang sibuk mempelajari ilmu hadis. Dalam artian mendengarkan hadis dan
mengumpulkan banyak riwayat darinya, mencari sanad-sanad hadis yang asing dan yang
paling tinggi.
Tujuannya adalah untuk mengelilingi dunia dan meriwayatkan hadis tersebut yang ia
peroleh dari para gurunya agar mereka dapat berkata, “Aku meriwayatkan hadis ini dari

