Page 35 - al kasyfu wa tabyin
P. 35

34   al kasyfu wa tabyin



               Orang yang menginfakkan harta dengan bersedekah kepada para fakir dan miskin. la

               meminta agar mereka berkumpul di satu tempat agar dapat melihat sebagian dari mereka
               bersyukur  dan  mengungkap  kebaikan.  Sehingga  ia  tidak  menyukai  sedekah  dalam

               keadaan  sepi  dengan  sangkaan  bahwa  menyembunyikan  sedekah  merupakan
               pengkhianatan dan pengingkaran bagi mereka.



               Mengenai hal tersebut, Ibnu Abbas berkate, “Di akhir zaman nanti akan ada banyak orang
               haji tanpa niat yang jeles, mudah bagi mereke untuk bepergian, rezekinya melimpah.


               Mereka pulang menjadi orang yang dosa dan mencuri. Mereka dengan mudah melalui

               semak-semak  dan  padang  pasir  menggunakan  kendaraan  yang  mewah  sedangkan

               tetangganya kelaparan, tetapi ia tidak menolong dan perhatian kepada mereka.


               4. Golongan Keempat.


               Hartawan  kikir  yang  menyimpan  hartanya.  Mereka  sibuk  dengan  ibadah  yang  tidak
               mengeluarkan  harta  sepeserpun  seperti  puasa,  qiyamullail,  dan  mengkhatamkan  al-

               qur’an.


               Mereka tertipu sebab sifat kikir yang merusak hatinya, orang seperti ini perlu dipaksa agar

               mau  mengeluarkan  harta.  Mereka  menyibukkan  diri  dengan  mencari  keutamaan  dan
               sibuk dengan hal tersebut.



               Mereka ibarat orang yang memakai baju dan di dalamnya ada ular sehingga mereka
               merasa berada dalam  bahaya.  Mereka  suka mencari  tanaman  sakanjabin  (campuran

               madu dan racun) untuk membuat obat-obatan. Barangsiapa yang telah digigit ular hingga
               mati, lalu bagaimana ia masih membutuhkan tanaman tersebut?.



               Dalam peristiwa ini ada seseorang yang berkata kepada Basyar al-Hafi, “Orang kaya itu
               sering berpuasa dan shalat”. Basyar menjawab, “Bukan, dia adalah orang miskin. la telah

               keluar dari satu keadaan ke keadaan yang lainnya”.
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40