Artikel Islami 

PENDURHAKA YANG MASUK SURGA
Dikutip dari Mutiara Hikmah dalam 1001 Kisah
Takut menjadi Tukang Bakso
Isra' Mi'ra
Apa yang paling...di dunia
Anak belajar dari Kehidupan
Hadist Qudsi tentang 'Sholat yang diterima
Dosa Riya
EQ Alphabet
Etika persahabatan (Imam Al-Ghozali)
Menangis (Emha Ainun Najib)
Kesempurnaan diri Muslim
Keikhlasan
Islam Sebagai sistem kehidupan
Pendurhaka yang masuk surga
Surat Al Alaq (96)
Ucapan Selamat Natal
Pengamen cilik itu sukmanya
Ukuran ukuran Ikhlas 1
Ukuran ukuran Ikhlas 2
Ukuran ukuran Ikhlas 3
Ciri wanita sholehah
Ciri istri yang baik
Berlindung dari 5 kesombongan
Bukan karena ingin
Imam Al-Ghozali
Kita paling jelek
Allahu Ahad
Suara yang didengar mayat
Ali baba dan Qasim
Sekilas tentang sholat Tarawih

 

Dahulu, hidup seorang laki-laki durhaka dan fasik dari bani Israil. Penduduk
sekitar dimana ia tinggal
mengusir lelaki itu agar meninggalkan desa, mereka khawatir dan tidak ingin
ikut-ikutan terseret karena
kedurhakaan laki-laki itu

Allah menurunkan wahyuNya kedapa Musa AS, mengabarkan perihal di atas. Musa
mendatangi lelaki itu dan
juga turut mengusirnya dari desa tersebut. Laki-laki durhaka itupun angkat
kaki dari desanya. Ia pindah ke desa lain,
dekat desa tempat ia tinggal sebelumnya. Allah mewahyukan lagi kepada Musa
dan Musa mengusir laki-laki itu dari
desa tadi.

Akhirnya, laki-laki itu keluar lagi dari desa tersebut dan berjalan tak
tentu arah. Ia kemudian memutuskan untuk pergi saja
ke sebuah gurun gersang. Disana tidak ada orang tinggal, sehingga tidak
mungkin ia diusir lagi dari situ. Ditempat ini, ia
jatuh sakit, Ia tergeletak tak berdaya di atas pasir panas.

Penderitaan memang tak tertahankan lagi baginya. Ia mengeluh meratapi
nasibnya itu.
"Wahai Tuhan!, andaikata aku dalam pangkuan ibu, maka pastilah ia
menyayangiku, ia akan menangisi atas kehinaanku ini.
Andaikata ayahku di sisiku, pastilah ia akan menolongku, memandikanku,
mengkafaniku. Andaikata istriku ada di sisiku, pasti-
lah ia menangisi kepergianku.
Andaikata anak-anakku ada disini, pastilah mereka akan menangisi
dibelakangku dan berdoa : ' Ya Allah, ampunilah orangtuaku
yang asing, lemah,suka maksiat, fasik yang di usir dari satu tempat ke
tempat lainnya, sehingga terdampat di gurun yang gersang
ini. Ia mati menuju akhirat dalam keadaan putus asa kepada semuanya, kecuali
kepada rahmat Allah'
Ya, Allah. Jika Engkau putuskan aku dari ibuku,anak-anakku,istriku, maka
jangan Engkau putuskan aku dari rahmatMU. Hatiku
terbakar karena berpisah dari mereka, maka jangn Engkau bakar aku dengan api
MU karena maksiatku."

Allah kemudian mengirim bidadari-bidadari yang menyerupai ibunya,isterinya,
dan anak-anaknya. Juga Allah mengirim malaikat
yang menyerupai ayahnya. Mereka semua duduk mengelilingi laki-laki itu dan
meratapinya. Lelaki itu menjadi tenang, karena
seakan-akan ia dikelilingi oleh ibunya, isterinya, anak-anaknya dan ayahnya.

"Ya Allah. Jangan Engkau putuskan aku dari rahmatMu. Engkau Maha Kuasa atas
segala sesuatu."
Kemudian, lelaki itu wafat dengan tenanya, Ia menghadap Allah dalam keadaan
bersih karena dosannya terampuni.
Allah menurunkan wahyu kepada Musa. "Hai Musa. Pergilah ke gurun. Disana ada
salah seorang waliKU wafat. Mandikan,
kafani, shalati dia"

Musa segera datang ketempat yang dimaksud. Betapa kagetnya ia menemukan
orang yang disebut Allah sebagai waliNya itu
adalah lelaki yang ia usir justru atas suruhan Allah sendiri. Musa melihat
ada bidadari di sisi mayat lelaki itu, sedang menangisinya.
"Wahai Tuhan, Bukankah ini pemuda fasik yang kuusir atas perintahMU?"
"Baner, ya Musa. Aku merahmatinya. Aku ampuni dosanya karena keluhnya waktu
sakit, yaitu karena perpisahaannya dengan
Kampung halamannya, orang tuanya, anak-anaknya dan isterinya. Kukirim
bidadari yang menyerupai ibunya, dan malaikat yang
menyerupai ayahnya. Juga karena rahmatKu, dimana ia telah terhina dalam
keasingannya. Jika orang terasing mati, menangislah
penghuni bumi dan langit karena rasa kasihan, Bagaimana aku tidak kasihan
padanya? Aku adalah zat yang Maha Kasih Maha Sayang".
Hosted by www.Geocities.ws

1