Artikel Islami 

Imam Al - Ghazali
Takut menjadi Tukang Bakso
Isra' Mi'ra
Apa yang paling...di dunia
Anak belajar dari Kehidupan
Hadist Qudsi tentang 'Sholat yang diterima
Dosa Riya
EQ Alphabet
Etika persahabatan (Imam Al-Ghozali)
Menangis (Emha Ainun Najib)
Kesempurnaan diri Muslim
Keikhlasan
Islam Sebagai sistem kehidupan
Pendurhaka yang masuk surga
Surat Al Alaq (96)
Ucapan Selamat Natal
Pengamen cilik itu sukmanya
Ukuran ukuran Ikhlas 1
Ukuran ukuran Ikhlas 2
Ukuran ukuran Ikhlas 3
Ciri wanita sholehah
Ciri istri yang baik
Berlindung dari 5 kesombongan
Bukan karena ingin
Imam Al-Ghozali
Kita paling jelek
Allahu Ahad
Suara yang didengar mayat
Ali baba dan Qasim
Sekilas tentang sholat Tarawih

 

Abu Hamid Muhammad Ibnu Muhammad Ibnu Ahmad, dilahirkan pada tahun 450 H/
1059 di Thus daerah Khurasan. Ia dikenal dengan Al - Ghazali karena ayahnya
pemintal tenun wol atau karena ia berasal dari desa Ghazalah. Beliau wafat
pada tahun 505 H / 1111.

Pendidikannya dimulai didaerahnya yaitu belajar kepada Ahmad Ibnu Muhammad
al - Razkani al - Thusi, setelah itu pindah ke Jurjan ke pendidikan yang
dipimpin oleh Abu Nash al-Ismaili mempelajari semua bidang agama dan
bahasa, setelah tamat kembali ke Thus belajar tasawuf dengan Syekh Yusuf al
- Nassaj (wafat 487 H) , kemudian ke Nisyapur belajar kepada Abul Ma'al
al-Juwaini yang bergelar Imam al - Haramain dan melanjutkan pelajaran
Tasawuf kepada Syekh Abu Ali al - Fadhl Ibnu Muhammad Ibnu Ali al -
Farmadi, dan ia mulai mengajar dan menulis dalam Ilmu Fiqh.

Setelah Imam al - Juwaini wafat ia pindah ke Mu'askar mengikuti berbagai
forum diskusi dan seminar kalangan ulama dan intelektual dan dengan segala
kecermelangannya membawanya menjadi guru besar di perguruan Nidzamiyah di
Baghdad pada tahun 484 H, disamping memberikan kuliah, ia juga mengkaji
filsafat Yunani dan filsafat Islam. Kecermelangan, keharuman namanya dan
kesenangan duniawi yang melimpah ruah di Baghdad melebihi ketika ia di
Mu'askar, dikota ini ia sakit dan secara tiba-tiba meninggalkan Baghdad
mengundurkan diri dari kegemerlapan duniawi tersebut.

Mulai th 488 H/ 1095 ia ke Damaskus. di Masjid Umawi ia ber'itiqaf dan
berzikir dipuncak menara sebelah barat sepanjang hari dengan makan dan
minum yang terbatas. Ia memasuki suluk sufi dengan riyadhah dan mujahadah
terus menerus seperti itu selama 2 tahun di Damaskus. Setelah itu pergi ke
Baitul Maqdis di Palestina, setiap hari ia masuk Qubbah Shahrah untuk
berzikir, ia juga ke al - Khalil berziarah ke makam Nabi Ibrahim as.
Setelah dari Palestina, ia melaksanakan ibadah haji di Mekkah dan berziarah
ke makam Rasullulah di Madinah.

Ia pernah kembali ke Baghdad untuk mengajar di Perguruan Nidzamiyah
Baghdad, namum tidak berapa lama kemudian kembali ke Thus dan mendirikan
khanaqah untuk para sufi dan mendirikan madrasah untuk mengajar ilmu
Tasawuf.

Karya - karya tulis Al-Ghazali meliputi berbagai bidang keislaman, Kalam,
Fiqh, Filsafat, Tasawuf dan lain lainnya yang berbentuk buku maupun
risalah.

Kitab kitab Al -Ghazali yang membahas tentang Tasawuf :

1.Mizan al - 'Amal 2.Al - Ma'arif al-Aqliah wa Lubab al - Hikmah al -
Ilahiyah 3.Ihya 'Ulumiddin 4.Al - Maqshad al - Astna Fi Syarh Asma al -
Husna 5.Bidayat al - Hidayah 6.Al - Madhnun Bih 'ala Ghairi Ahlil 7.Kaimiya
al - Sa'adah 8.Misykat al - Anwar 9.Al - Kasyf Wa al - Tabyin Fi Ghurur al
- Naas Ajma'in 10.Al - Munqidz Min al - Dhalal 11.Al - Durrat al Fakhirah
Fi Kasyf 'Ulumi al - Akhirah 12.Minhaj al - 'Abidin Ila Jannati Rabbi al -
'Alamin 13.Al - Arba'in Fi Ushul al - Din

Tasawuf Al - Ghazali menghimpun akidah, syariat dan akhlak dalam suatu
sistematika yang kuat dan amat berbobot, karena teori - teori tasawufnya
lahir dari kajian dan pengalaman pribadi setelah melaksanakan suluk dalam
riyadhah dan mujahadah yang intensif dan berkesinambungan, sehingga dapat
dikatakan bahwa seumur hidupnya ia bertasawuf.

Dalam pandangannya, Ilmu Tasawuf mengandung 2 bagian penting, pertama
menyangkut ilmu mu'amalah dan bagian kedua menyangkut ilmu mukasyafah, hal
ini diuraikan dalam karyanya Ihya 'Ulumiddin, Al -Ghazali menyusun menjadi
4 bab utama dan masing-masing dibagi lagi kedalam 10 pasal yaitu :

• Bab pertama : tentang ibadah (rubu' al - ibadah)
• Bab kedua : tentang adat istiadat (rubu' al - adat)
• Bab ketiga : tentang hal -hal yang mencelakakan (rubu' al - muhlikat)
• Bab keempat : tentang maqamat dan ahwal (rubu' al - munjiyat)

Menurutnya, perjalanan tasawuf itu pada hakekatnya adalah pembersihan diri
dan pembeningan hati terus menerus sehingga mampu mencapai musyahadah. Oleh
karena itu ia menekankan pentingnya pelatihan jiwa, penempaan moral atau
akhlak yang terpuji baik disisi manusia maupun Tuhan.

Imam Al -Ghazali yang bergelar Hujjatul Islam meninggal dikota kelahirannya Thus pada hari Senin 14 Jumadil Akhir 505 H.


Hosted by www.Geocities.ws

1