|
|
|
Saya tergerak ingin memberikan tanggapan
mengenai " Ahad " dan " Wahid "
sebagai sifat Allah menurut ilmu yang saya peroleh dari Syaikh saya, bahwa Ahad
itu adalah sifat keadaan Allah sebelum Dia Mencipta apa apa, dan yang ada hanya
Dia semata, ini disebut Hakeqatul Ahadiyah
kemudian agar keberadaan Cita
DiriNya Zat Yang Al Ghoib ini bisa dikenali, maka Dia bertajali yaitu menjadikan
NurNya, sedangkan Allah dan NurNya tidak berpisah bagaikan lampu dengan sinarnya
atau bagaikan kertas dengan putihnya,ataupun
bagaikan mata uang dengan
nilainya,dan inilah yang disebut Hakeqatul
Wahidiyah , atau hakeqatul
Muhammadiyah, Cahaya TerpujiNya Dzat Al Ghoibu yang wajibul Wujud Yang AsmaNya
Allah, Nah Nur inilah yang bertajali kedalam jasad para Nabi
dari Nabi Adam
sampai Khatamunnabi Muhammad saw. juga disebut
sebagai Nur kenabian yang
berfungsi sebagai Rasulullah, sebagai khalifatullah,
wakilnya Allah dibumi
khalifatan fil ardh, yang akan menunjukkan Citra Jati DiriNya Al Ghaibu kepada
insan ( yang beriman ) sebagai tempat kembalinya, jadi bukan jasadnya yang kita
ikuti tapi NurNya, jasadnya boleh wafat tapi NurNya tidak, tetap hidup
sampai
yaumil akhir. Maka dunia ini tidak akan
kiamat jikalau masih ada yang
mengajarkan Kalimah syahadah lengkap dengan ma'na yang tersurat dan
tersirat,
inilah risalah utama yang dibawa Nur Muhammad. " Apabila Kalimah
Syahadah ini
ditimbang disisi timbangan dan dunia sap tujuh langit sap tujuh berikut isinya
niscaya masih berat sisi dimana ada Kalimah Syahadah atau kalimah tauhid. " Laa
illaha illallah " adalah bentengKu barang siapa masuk kedalam
bentengku maka
akan terhindar dari azabKu ". Itulah
mengapa didalam Al Qur'an Allah ada
menyebut Aku dan ada juga Kami. Kiranya cukup sekian dulu tanggapan dari
saya
mohon ma'af kalau ada yang salah atau tidak berkenan semoga ada manfa'atnya Amin
Yaa Robbal 'alamiin.
Al Faqir. Mohammad Basyar Karim.
|