Artikel Islami |
ETIKA PERSAHABATAN Dari buku IHYA' ULUMUDDIN Karangan Imam Al Ghazali |
|
|
BISMILLAAHIR RAHMANIR RAHIIM Saling mencintai karena Allah Ta'ala dan persaudaraan dalam agama-nya termasuk ibadah yang paling utama dan ia adalah buah dari akhklak yang baik dan kedua-duanya terpuji. Adapun akhlak yang baik, Allah Ta'ala berfirman, "Dan sesungguhnya kamu benar benar berbudi pekerti yang agung . " (QS. Al Qalam:4) Adapun persaudaraan dan kerukunan, Allah Ta'ala berfirman, " Maka dengan nikmat-Nya kamu men jadi bersaudara ." (QS. Ali Imran:103).} Nabi SAW bersabda : " Sesungguhnya yang terdekat dariku di antara kamu duduknya adalah yang terbaik akhlaknya di antara kamu dan merendahkan diri, yang mencintai dan dicintai. " Nabi SAW bersabda : " Orang mukmin itu mencintai sesamanya dan dicintai, tiada kebaikan pada siapa yang tidak mencintai dan tidak dicintai. " Nabi SAW bersabda : " Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, maka Allah mengaruniainya seorang teman yang saleh. Jika ia lupa, diingatkannya, dan jika ia ingat, dibantunya. " Nabi SAW bersabda : " Barangsiapa bersaudara dengan seseorang karena Allah Ta'ala, maka Allah Ta' ala mengangkatnya satu derajat di surga yang tidak didapatnya dengan sesuatu amalnya. "A. Makna Persaudaraan karena Allah Ta'ala dan Perbedaannya dari Persaudaraan karena Keduniaan. Nabi SAW bersabda : " Para arwah itu adalah pasukan yang dikumpulkan, mana yang saling bersesuaian akan bersatu dan mana yang saling bertentangan akan berpisah. " Nabi SAW bersabda : " Sesungguhny a arwah dua orang mukmin yang bertaqwa akan bertemu dalam jarak sehari, sedangkan yang satu tidak pernah melihat temannya. " Manusia itu mencintai orang lain, bisa karena dirinya yang bagus dan disukai, atau karena ia menjadi alat kepada tujuan di luar dir inya dan tujuan itu berkaitan dengan maslahat-maslahat duniawi. Atau merupakan alat untuk mendapat bagian di akhirat, atau karena Allah dan demi Allah, tidak mendapat dunia maupun akhirat, tetapi karena ia termasuk hamba Allah. Maka siapa menyukai sesuat u, ia pun mencintai orang yang menyukainya. Inilah dia, persaudaraan karena Allah. Dikatakan seorang penyair dari Bani Amir : Aku melewati rumah Laila Aku menciumi dinding ini dan ini bukanlah hatiku bergejolak karena mencintai rumah itu tetapi karena mencintai orang yang tinggal di dalam rumah Sebagaimana cinta itu harus karena Allah,maka kebencian itu juga harus karena Allah. Maka siapa mencintai seorang manusia karena ia kekasih dari kekasihnya dan taat kepadanya, haruslah ia membenci musuhnya karena ia mendurhakainya.B. Memilih Teman Tidak setiap orang patut dijadikan teman. Nabi SAW bersabda : " Manusia itu mengikuti kebiasaan temannya, maka hendaklah seseorang dari kamu melihat siapa yang akan dijadikan temannya. " Amirul mukminin Ali ra berkata : Janganlah berteman orang bodoh. Awaslah kamu terhadapnya Betapa banyak orang bodoh yang membinasakan orang bijak ketika bertemu dengannya Manusia itu diukur dengan manusia lainnya bila manusia bergaul dengannya Sesuatu itu terhadap sesuatu lainnya mempunyai ukuran dan kesamaran Dan hati menjadi petunjuk hati ketika berjumpa dengannya Betapa tidak, orang yang dungu akan merugikanmu sedang ia ingin memberimu manfaat. Seorang penyair berkata : Aku merasa aman dari musuh yang berakal dan takut teman yang tertimpa kegilaan Oleh karena itu dikatakan bahwa memutus hubungan dengan orang dung u adalah pendekatan kepada Allah Ta'ala. Begitu pula orang fasik, tidak ada faedahnya bila berteman dengannya, karena siapa yang takut Allah, ia pun tidak terus menerus melakukan dosa besar, dan siapa yang tidak takut kepada Allah, maka ia pun suka mengg anggu orang lain. Allah Ta'ala berfirman : " Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami serta menuruti hawa nafsunya . " (QS. Al Kahfi : 28) |