Pola Hidup Sehat
Usia
semua makhluk hidup di dunia ini semestinya 6-8 kali usia dewasa. Misalnya manusia, usianya sudah mencapai 20 tahun baru bisa disebut dewasa secara keseluruhan, baik dari mental dan fisik maupun segi hukum. Maka, usia manusia seharusnya 6 sampai 8 kali 20. Jadi, kita seharusnya dapat hidup minimal 120 tahun sampai 180 tahun, seperti manusia-manusia ribuan tahun lalu, yang dapat hidup sampai 100 tahun lebih bahkan dapat mencapai 180 tahun. Karena keadaan ribuan tahun yang lalu hidup mereka masih murni, budaya hidupnya masih alamiah, kebutuhan mereka hanya untuk hidup, tidak macam-macam, dan sudah puas dengan lingkungannya yang masih alamiah.
Peranan Kalsium
Selama eksistensi manusia hingga kini, boleh dikatakan tak akan ada manusia bila tak ada kalsium. Di tengah lautan yang maha luas, di dalam buana yang tak kenal batas, kehidupan makhluk dimulai mengambil substansi luar untuk membentuk diri dan berkembang biak. Dalam perkembangan kehidupan makhluk, ion kalsium memainkan peranan penting dalam seluruh proses perkembangan ini. Melalui metabolisme yang terjadi akibat persenyawaan dalam tubuh dirinya. Temuan mengenai hubungan antara kalsium dengan kehidupan dan penyakit merupakan hasil penelitian yang paling menarik perhatian bidang perawatan kesehatan manusia selama 25 tahun terakhir. 
Kalsium Mencegah Derita
Kalsium
(Ca) tak cuma membantu pertumbuhan tulang dan gigi. Penelitian mutakhir
membukti-kan, khasiat Ca mencegah banyak derita. Misalnya, pertambahan
konsumsi kalsium dapat membantu mengendalikan tekanan darah tanpa
perlu obat-obatan anti-hypertensive.
Kalsium
mampu pula mencegah tekanan darah tinggi. Penyigian sepanjang 13
tahun oleh James H. Dwyer, profesor di University of Southern California
School of Medicine, bersama U.S. National Center for Health Statistics,
menghasil-kan temuan bahwa orang yang mengkonsumsi kalsium 1.300
mg saban harinya terlihat ber- peluang 12% lebih kecil terkena
hipertensi ke-timbang mereka yang tubuhnya hanya kemasuk-an 300mg
sehari. Malahan bagi mereka yang berada di bawah usia 40 tahun, resiko itu
bisa ditekan hingga 25%.
