Halaman DepanArtikelTanya JawabKontak Kami

Global Network Marketing

 
Profil PerusahaanMarketing PlanProduk TianshiDaftar TianshiSupport TianshiBerita Tianshi
 

Artikel

Artikel Kesehatan

Artikel Seputar MLM

Artikel Pengembangan Diri

Artikel Lain-lain

 

 

 

 

 

Sponsor Anda :

Sponsor Anda

 

 

Formula Bisnis

 

 

Make Money While Online

 

 

Toko Buku Online

 

Artritis gout (penyakit asam urat) memang tidak mengancam jiwa. Tapi kalau penyakit akibat tingginya kadar asam urat dalam darah ini sempat menyerang, penderita bisa mengalami cacatpersendian tangan dan kaki. Supaya tidak teridap, soto jeroan dan kawan-kawannya perlu dihindari.

 

Tengah malam Iwan tiba-tiba terbangun. Gara-garanya sendi ibu jari khaki kanannya terasa nyeri dan kaku. Kulit di atas sendi itu tampak membengkak kemerahan. Baru pertama kali pemuda berusia 20-an ini merasakan pengalaman seperti itu pada dirinya.

 

Dari hasil pemeriksaan darah ternyata diketahui, kadar asam urat dalam darahnya meningkat menjadi 9 mg%. Normalnya, kadar asam urat kurang dari 7 mg%. Usut punya usut biang keladinya ternyata kedoyanan Iwan pada makanan yang mengandung purin kadar tinggi, seperti soto jeroan sapi, sate kambing, paru goreng, dll. Jenis makanan seperti itu memang mudah meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Ujung-ujungnya, Iwan pun menderita gangguan tadi,

yang dalam ilmu kedokteran disebut artritis gout.

 

Asam urat atau uric acid merupakan hasil akhir nucleic acid atau metabolisme zat purin (salah satu unsur protein) dalam sel tubuh. Asam urat ini dibawa ke ginjal melalui aliran darah untuk dikeluarkan bersama air seni. Ginjal yang sehat akan mengatur kadar asam urat dalam darah agar selalu dalam kadar normal. Namun, asam urat yang berlebihan tidak akan tertampung dan terolah seluruhnya oleh tubuh. Kelebihan itu akhirnya menumpuk pada sendi dan jaringan.

 

Asam urat, dalam jumlah terbatas, juga diproduksi dari makanan yang dicerna. Asam ini lewat usus besar akan dihancurkan bakteri menjadi zat kimia yang dikeluarkan bersama faeses. Produksi asam urat yang berlebihan berisiko tinggi terhadap beberapa gangguan seperti penyakit artritis gout, batu ginjal, kerusakan ginjal, serta tekanan darah tinggi. Gangguan artritis gout merupakan salah satu jenis rematik (ada lebih dari 150 jenis artritis). Kelainan metabolik ini kebanyakan menyerang sendi-sendi perifer atau tunggal.

 

Gejala nyeri dan kaku bersifat akut pertama-tama menyerang sendi-sendi ibu jari kaki (sendi bunion) sampai ke jari-jari lain. Pada taraf lebih lanjut, bisa sampai pergelangan kaki, lutut, siku, serta sendi-sendi kecil lain pada tangan. Siksaan nyeri dan pembengkakan tersebut sering kali menyebabkan penderita sulit berjalan. Malah ada kalanya peradangan disertai demam dan di daerah sendi yang bengkak terasa panas. Penderitaan bisa berlangsung 24 - 36 jam. Bahkan, bisa lebih lama lagi tergantung parah tidaknya peradangan.

 

Namun, serangan akut artritis gout tidak selalu harus dalam keadaan asam urat tinggi. Fluktuasi kadar asam urat yang cenderung turun-naik, juga bisa mengakibatkan serangan akut. Misalnya, seseorang dengan kadar asam urat normal bisa terkena serangan akut beberapa jam setelah makan semangkuk soto jeroan sapi. Soalnya, soto ini menyebabkan kadar asam urat naik secara mendadak. Sebaliknya, seseorang dengan kadar asam urat tinggi bisa mendapat serangan akut kalau melakukan diet terlalu ketat atau minum obat penurun asam urat (allopurinol) dosis tinggi. Diet ketat atau konsumsi obat tersebut menyebabkan kadar asam urat turun drastis (di bawah 5 mg%). "Paling tepat, kadar asam urat tidak diturunkan secara drastis, tapi secar perlahan-lahan," kata dr. Caecilia R. Padang, Ph.D., FACR, konsultan rematologi dari Pusat Rematik Indonesia, Jakarta. Setelah serangan pertama, saran Caecilia, sebaiknya kadar asam urat terus dipantau. Kalau sampai mendapat serangan kedua, serangan-serangan akut berikutnya bakal semakin sering muncul, bahkan berkepanjangan dan kronis.

 

Selain dari makanan, alkohol (termasuk tape dan tuak), serta obat-obatan tertentu seperti obat bersifat diuretik penurun tekanan darah tinggi (menaikkan produksi air seni dan mineral), atau dosis kecil aspirin dalam jangka panjang untuk mencegah serangan jantung, pun bisa melambungkan kadar asam urat. "Memang kedua macam obat tersebut sering menjadi pemicu pada pasien berpotensi gout. Namun, hal ini jarang terjadi pada individu yang tidak mempunyai bakat gout," jelas Caecilia, yang meraih gelar doktornya di Australia. Caecilia menambahkan, bila kadar asam urat dalam darah terlalu lama dibiarkan di atas 7 mg%, kristal monosodium urat (MSU) akan menumpuk dalam sendi-sendi dan jaringan. Kumpulan kristal ini lama-kelamaan membentuk gumpalan di bawah kulit, yang kemudian membentuk tophi. Bila endapan kristal MSU terjadi dalam ginjal, bisa mengakibatkan terjadinya batu ginjal, bahkan bisa merusak jaringan ginjal, yang dikhawatirkan akan mengakibatkan gagal ginjal.

 

Untuk mengurangi risiko terkena gangguan ginjal, selain kadar asam urat terus dipantau dan diobati, disarankan agar penderita minum banyak air putih (1 - 2 liter sehari atau 3 - 4 liter di musim panas). Warna serta bening tidaknya urine dapat untuk menilai cukup tidaknya konsumsi air. Khusus ketika bangun pagi, warna urine pertama biasanya lebih tua dan kurang bening. Setelah itu, warna urine seharusnya bening.

 

Apa Itu Asam Urat ?

Asam urat adalah zat yang dihasilkan dari metabolisme purin. Kadar asam urat dalam serum dan urin tergantung dari kandungan purin dalam makanan yang disantap, proses metabolisme purin dan fungsi ginjal. Bila kadar asam urat dalam darah berlebihan, mekanisme tubuh akan menyebabkan dibuangnya asam urat berlebih melalui urine. Bila keasaman urine meningkat, dapat berbentuk kristal asam urat dalam saluran kemih.

 

Asam urat dalam dunia kedoteran dikenal dengan nama artritis gout (pirai). Gejala artritis gout disebabkan oleh reaksi inflamasi jaringan terhadap pembentukan kristal monosodium urat monohidrat, sehingga bila dilihat dari penyebabnya termasuk kelainan metabolik. Kelainan metabolik ini berhubungan dengan gangguan kinetik asam urat yaitu hiperurisemia.

 

Hiperurisemia terjadi karena :

1.

Pembentukan asam urat yang berlebihan, misalnya karena pembentukan yang berlebihan karena penyakit lain seperti leukimia.

2.

Kurangnya pengeluaran asam urat melalui ginjal, penyebabnya misalnya karena kerusakan ginjal dan ada pulayang tidak diketahui penyebabnya.

3.

Perombakan dalam usus yang berkurang.

4.

Serangan rasa sakit dipicu karena terbentuknya pengendapan kristal monosodium urat.

5.

Pengendapan biasanya terjadi pada telinga, siku, lutut, punggung kaki, jari-jari dan yang lainnya.

6.

Pengendapan biasanya dipengaruhi oleh suhu dan tekanan.

7.

Pada telinga, misalnya karena permukaan lebih tipis dan mudah ditiup angin, sedangkan pada punggung kaki biasanya akibat tertekan oleh sepatu.

8.

Serangan asam urat seringkali terjadi pada malam hari atau suhu dingin.

 

Cara mencegahnya :

1.

Hindari penyebab meningkatnya asam urat dalam darah.

2.

Serangan/rasa sakit dapat dihindari dengan memperhatikan faktor pencetus seperti suhu dingin dan faktor tekanan.

 

Prosedur pemeriksaan :

1.

Persiapan pasien. Batasi asupan makanan tinggi purin, sedapat mungkin hindari penggunaan obat-obatan yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan (tentu saja harus seijin dokter).

2.

Pengambilan sediaan darah. Ambil darah vena sebanyak 5 - 7 cc. Catat obat-obat yang diperkirakan dapat mempengaruhi pemeriksaan, bila obat tersebut telah diminum oleh pasien.

3.

Pengambilan sediaan urine. Tampung urine selama 24 jam dalam sebuah tempat yang cukup besar. Catat obat-obat yang diperkirakan dapat mempengaruhi pemeriksaan, bila obat tersebut telah diminum oleh pasien.

4.

Penurunan kadar asam urat. Penurunan kadar asam urat serum kemungkinan tidak mempunyai makna klinis yang besar. Walau demikian, penurunan tersebut dapat juga membantu dalam menegakkan diagnosa. Penurunan kadar asam urat serum dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti Penyakit Wilson, Sindroma Fanconi, dan penyakit keganasan tertentu seperti Penyakit Hodgkin, Mieloma, Karsinoma Bronkogenik, Anemia Asam Folat, Asidosis pada tubulus proksimal ginjal, Xanthinuria, Obat-obat tertentu seperti Alopurinol, Azatioprin, Kumarin, Probenesid dan Sulfinpirazon. 

 

Back

Next

 

  Copyright © 2003 Tianshi - Global Network Marketing

Situs ini bukanlah situs resmi dari Tianshi ataupun PT Singa Langit Jaya. Situs ini dibuat untuk mempermudah mereka yang ingin bergabung serta mendapatkan informasi penting agar dapat mengembangkan jaringan bisnis mereka dengan cepat.

Creative Design By :

MassGoeh Multimedia

Hosted by www.Geocities.ws

1