|

Artikel Kesehatan
Artikel Seputar MLM
Artikel Pengembangan Diri
Artikel Lain-lain



Sponsor
Anda :



|
BERDASARKAN the American Heart Association, setiap tahun sekira 500.000 perempuan Amerika meninggal akibat penyakit jantung. Hal itu berarti penyakit tersebut merupakan pembunuh pertama pada kaum ibu di Amerika. Di negara kita, penyakit jantung juga masih merupakan pembunuh pertama.
SEKIRA 9 juta wanita Amerika dari semua lapisan umur menderita coronary heart disease (CHD) atau penyakit jantung koroner. Seorang dari 10 perempuan berusia 45 hingga 64 tahun menderita CHD dan angka itu meningkat menjadi seorang di antara empat perempuan berusia 65 tahun.
CHD adalah penyakit pembuluh darah jantung dan jika gangguan ini tidak ditangani dapat menyebabkan serangan jantung. Seperti semua otot, jantung membutuhkan suplai oksigen dan sari makanan secara konstan yang dibawa oleh darah melalui pembuluh arteri. Namun, ketika pembuluh arteri itu menyempit atau tersumbat dan tidak mampu menyuplai cukup darah ke jantung akan mengakibatkan CHD.
Perempuan Afrika dan Amerika memang lebih berisiko 60 persen terkena penyakit jantung ketimbang perempuan Kaukasia. Hal itu karena wanita Afrika dan Amerika diketahui lebih banyak yang menderita tekanan darah tinggi dan diabetes. Kedua penyakit itu sebetulnya meningkatkan risiko penyakit jantung.
Jika melihat usia, mereka yang lebih berisiko menderita CHD adalah perempuan yang sudah menopause. Mengapa? Karena sebelum menopause, perempuan lebih banyak terlindungi dari penyakit jantung berkat hormon estrogen. Estrogen membantu memelihara arteri perempuan bebas dari atherosclerotic plaque (terdiri atas substansi lemak, kolesterol, sel-sel tak berguna, dan material lain) dengan meningkatkan rasio dari kolesterol LDL (low-density lipoprotein) dan HDL (high-density lipoprotein).
Faktor risiko
Rokok merupakan salah satu dari empat faktor yang paling berpengaruh menimbulkan risiko CHD. Jadi, perempuan yang merokok dua hingga enam kali sehari lebih
berisiko menderita serangan jantung ketimbang mereka yang tidak merokok. Risiko itu meningkat seiring dengan banyaknya rokok yang diisap. Perokok yang menderita serangan jantung lebih berisiko meninggal dan meninggal secara mendadak dibandingnya yang bukan perokok. Tekanan darah tinggi juga meningkatkan risiko terjadinya stroke, penyakit jantung, dan ginjal.
Beberapa studi terkini melaporkan, orang yang biasa mengonsumsi minuman beralkohol, agak kurang berisiko terhadap berkembangnya penyakit jantung ketimbang orang yang sama sekali bukan peminum. Oleh karena itu, orang yang tidak biasa minum minuman beralkohol lebih baik tidak memulainya karena risiko terkena serangan jantung akan lebih besar.
Selain itu, para perempuan hamil atau menderita suatu gangguan kesehatan yang kondisinya akan lebih buruk jika minum alkohol, disarankan untuk tidak coba-coba mengonsumsinya.
Wanita gemuk (hingga overweight) juga sangat dimungkinkan terkena problem penyakit jantung ini kendati ia tidak memiliki faktor risiko yang lain. Ekses dari kegemukan pada wanita berhubungan dengan penyakit jantung koroner.
Pencegahan
Sebetulnya Anda dapat mengontrol faktor risiko terbesar dari penyakit jantung dengan cara melakukan diet agar tidak menderita tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, stres berat, menurunnya kondisi tubuh, atau menjadi gemuk.
Rencanakan mulai sekarang, mengunjungi dokter untuk mengontrol dan memperkecil faktor risiko yang ada pada diri Anda.
Jika Anda termasuk perempuan yang sudah menopause, hendaknya memahami betul tentang kaitan kesehatan jantung dengan usia Anda sekarang.
Kalau Anda seorang perokok, temukan program untuk menolong Anda berhenti merokok. Ada berita bagus tentang rokok ini bila seorang perokok pernah menderita serangan jantung dan setelah itu ia dengan tegas menghentikan kebiasaan merokok, ia dimungkinkan 50 persen atau lebih tidak akan terkena serangan jantung kedua kalinya.
Usahakan untuk memasak yang rendah lemak, makan teratur, serta berolah raga secara rutin.
Mengubah kebiasaan memang tidak mudah, tetapi pengalaman memperlihatkan itu bisa dilakukan jika kita mau.
Selain itu, jagalah tekanan darah Anda, usahakan untuk menurunkannya jika Anda termasuk seorang yang menderita tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, juga meningkatkan kemungkinan terkena stroke serta penyakit ginjal.
Pada beberapa ibu, penggunaan pil KB juga memungkinkan peningkatan tekanan darah.
Pastikan tekanan darah Anda diperiksa jika Anda mengunjungi dokter sebab tekanan darah sering bervariasi. Periksalah tekanan darah ini sesering mungkin. Tekanan darah tinggi ini dapat ditangani dengan pengobatan dalam jangka waktu relatif panjang.
Jika tekanan darah Anda tidak terlalu tinggi, Anda dapat mengontrolnya melalui penurunan berat badan (dengan catatan Anda tidak overweight). Olah raga teratur dan mengurangi alkohol, kegemukan, dan asupan sodium (ditemukan dalam makanan dalam kemasan/diawetkan, minuman bersoda, baking soda).
Anda pun dapat mengurangi sodium dengan cara membatasi penggunaan garam pada masakan, mengurangi mengonsumsi sayuran dalam kemasan kaleng, sebaliknya gunakanlah sayuran segar atau beku saja. Jangan lupa untuk memeriksa kandungan sodium dalam setiap makanan kemasan yang Anda beli.
Di sisi lain, usahakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Kini, lebih dari 50% wanita berusia di atas 55 tahun butuh untuk menurunkan kolesterol darahnya.
Semua perempuan yang sudah berusia di atas 20 tahun hendaknya rajin memeriksakan kadar kolesterolnya setidaknya setiap lima tahun. Sementara untuk Anda yang gemuk, usahakanlah untuk menurunkan berat badan.
Bentuk badan konon berpengaruh juga pada kesehatan jantung. Tubuh yang berbentuk apel (apple-shaped) dengan kegemukan ekstra pada garis pinggang lebih berisiko ketimbang tubuh yang berbentuk buah pir (pear shape) (orang dengan bentuk "berat di pinggul dan paha"). Jika pinggang Anda agak lebih besar atau lebih besar dari pinggul, Anda lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner.
Namun untuk menguruskan badan pun Anda hendaknya berhati-hati karena salah-salah malah berbahaya. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk mencapai keinginan tersebut.
Selain menjaga berat badan, Anda pun ada baiknya diperiksa kadar gula untuk memastikan Anda tidak menderita diabetes. Jika memang Anda menderita diabetes, rajin-rajinlah memantau kadar gula Anda dan berkonsultasi dengan dokter Anda.
Hindari juga stres. Dalam beberapa tahun ini kita sering mendengar kaitan antara stres dan penyakit jantung. Oleh karena itu, jagalah diri Anda dari stres berat.
Mengubah diet
Mewaspadai lemak jenuh dan kolesterol sangat penting untuk kesehatan jantung, terutama jika Anda sudah terkena penyakit jantung. Lemak jenuh bisa kita temukan di dalam makanan yang berasal dari binatang, misalnya produk-produk yang dibuat dari susu seperti mentega, keju, krim, dan es krim. Lemak pada daging dan kulit unggas juga mengandung lemak jenuh.
Beberapa lemak nabati seperti minyak kelapa, minyak palem juga mengandung lemak jenuh. Lemak-lemak ini seringkali kita temukan dalam kue-kue kering, kraker, krim untuk kopi, whipped toppings dan makanan ringan. Lemak jenuh merupakan pendorong utama meningkatnya kadar kolesterol dalam darah.
Dengan demikian, mengonsumsi sedikit makanan dengan lemak jenuh merupakan tindakan yang bijaksana.
Kolesterol juga ditemukan pada organ-organ dan bagian dari binatang dan unggas, seperti kuning telur, hati sapi, dll.
Berikut ini beberapa tips untuk mengelola diet Anda:
|
1. |
Pilih ikan, ternak, dan daging yang tidak berlemak. Buanglah lemak dari daging dan kulit ayam sebelum dimasak. |
|
2. |
Lebih baik merebus, memanggang, atau membakar makanan ketimbang menggorengnya. |
|
3. |
Kurangi mengonsumsi susu full cream. Sebaliknya konsumsilah susu nonfat atau yoghurt, demikian juga dengan keju pilih yang kadar lemaknya rendah. |
|
4. |
Sebagai pengganti mentega hewani, gunakan minyak zaitun atau minyak nabati. |
|
5. |
Makanlah kuning telur sesekali, namun putih telur bisa dikonsumsi lebih sering. |
|
6. |
Makanlah banyak buah-buahan dan sayuran. |
q
HARIAN PIKIRAN RAKYAT
|