|

Artikel Kesehatan
Artikel Seputar MLM
Artikel Pengembangan Diri
Artikel Lain-lain



Sponsor
Anda :



|
Saat hamil, kebiasaan makan ibu perlu dirubah, Kurang gizi atau salah gizi bisa berakibat fatal bagi janin, lho. Status kesehatan bayi saat lahir berhubungan erat dengan pola makan ibu selama hamil. Apa yang dimakan atau tidak dimakan ibu hamil berpengaruh terhadap perkembangan alat tubuh janin. Makan yang terlalu sedikit atau salah makan dapat menghambat perkembangan janin dalam rahim. Kebiasaan makan juga mempengaruhi jalannya kehamilan. Ananemia, pre-eklampsia bisa terjadi pada ibu hamil kurang gizi. Sedangkan rasa kurang nyaman seperti mual-mual, letih, susah buang air besar, bisa dilakurangi atau dihindari dengan pola makan yang baik. Sebabnya, apa yang ibu makan berpengaruh terhadap perkembangan organ-organ tubuh janin. Kekurangan asam folat pada awal kehamilan berhubungan dengan cacat batang saraf. Kekurangan zat besi bisa menimbulkan anemia. Kekurangan protein dan kalori selama trimester ketiga kehamilan menghambat perkembangan otak janin. Bahkan sejumlah keluhan seperti mual, letih, susah, buang air, hipertensi, kaki bengkak, juga bisa diakibatkan pola makan yang buruk. asam folat dan zat besi, dan kalori untuk energi. Jika pola makan ibu sebelumnya buruk, ibu perlu beralih ke makanan yang bergizi. Batasi junk food karena jenis makanan ini menawarkan kalori kosong. Namun makan lebih baik tidak berarti lebih banyak. Ibu hamil hanya perlu energi 300 Kalori lebih banyak per hari dibanding saat sebelum hamil. sehingga totalnya menjadi 2.500 kalori per hari.
Selain itu zat gizi yang sangat penting adalah mineral kalsium. Wanita dewasa dianjurkan mengkonsumsi kalsium 1.000 mg per hari. Namun wanita hamil perlu tambahan kalsium 200 mg per hari. Ibu hamil perlu lebih banyak kalsium, karena kalsium dalam tubuhnya diserap oleh janin yang sedang dikandung. Jika konsumsi kalsium kurang, dapat terjadi osteomalasia (perlunakan tulang) dan osteoporosis (keropos tulang). Terjadinya kram atau kejang otot selama hamil juga karena kurang kalsium. Untuk mencegah ini, usahakan ibu makan 4 porsi makan yang mengandung sekitar 300 mg kalsium per porsi. Kalsium bisa diperoleh dari susu, ikan yang dimakan berikut tulangnya, brokoli, tahu, tempe dsb. Anemia gizi besi (AGB) juga sering terjadi pada ibu hamil, akibat kekurangan zat besi. Rata-rata ibu hamil penderita AGB masih tinggi, sekitar 50%. Selain karena peningkatan pembuatan sel darah merah yang mengangkut oksigen (hemoglobin) saat hamil juga karena janin mengambil cadangan zat besi dari tubuh ibu. Keadaan akan makin parah jika gizi ibu selama hamil kurang baik. lbu akan kerap mengeluh letih, pusing, hilang nafsu makan, dan jantung berdebar-debar.
Keluhan-keluhan ini biasanya muncul pada usia kandungan 8-32 minggu. Zat besi bisa didapat dan daging dan hati sapi, tiram, kacang kedelai, bayam, plus tambahan tablet besi (30 - 60 miligram per hari). Makanan juga harus mengandung vitamin seperti vitamin A dan C. Vitamin C yang dibutuhkan kira-kira 2 porsi sehari, bisa diperoleh dan jeruk tomat, stroberi, melon, cabe, mangga, pepaya, buah kiwi, Kebutuhan vitamin A sekitar 3 porsi sehari dan bisa didapat dari sayuran hijau dan kuning serta buah-buahan berwama kuning tua. Tambahkan pula sayur-sayuran lain, buah-buahan, camilan sehat, serta cairan sedikitnya 8 gelas berukuran 300 cc per hari. Umumnya dokter menyetujui pemberian multivitamin dan mineral untuk wanita hamil. Suplemen membantu menjamin ibu memperoleh zat gizi yang diperlukan. Pastikan vitamin itu mengandung 600-800 mikrogram asam folat. lbu hamil juga perlu suplemen kalsium dan zat besi untuk menjamin agar ibu dan janin cukup memperoleh mineral-mineral penting ini. Vegetarian dan wanita yang punya kondisi seperti gestational diabetes, anemia, dan juga yang pernah melahirkan bayi berberat lahir rendah, harus konsultasi dengan dokter mengenai suplemen vitamin atau mineral apa saja yang mungkin diperlukan Namun hindari vitamin dan mineral megadosis, karena bisa berbahaya bagi janin yang sedang tumbuh. Sebenarnya, jika pola makan ibu cukup baik, dengan komposisi yang seimbang, ibu tidak perlu suplemen lagi. Jadi, berupayalah untuk mengkonsumsi makanan terbaik dan bervariasi, agar janin tumbuh normal dan sehat.
q
Tabloid Ibu & Anak
|