Halaman DepanArtikelTanya JawabKontak Kami

Global Network Marketing

SMSReward

 
Profil PerusahaanMarketing PlanProduk TianshiDaftar TianshiSupport TianshiBerita Tianshi
 

Artikel

Artikel Kesehatan

Artikel Seputar MLM

Artikel Pengembangan Diri

Artikel Lain-lain

 

 

 

 

 

Sponsor Anda :

Sponsor Anda

 

 

Formula Bisnis

 

 

Make Money While Online

 

 

Toko Buku Online

Teh telah lama diduga dapat membantu menurunkan kolesterol. Sebuah penelitian baru mendukung dugaan tersebut dan mengatakan hal itu benar adanya. Penelitian ini menunjukan bahwa orang dengan tingkat kolesterol cukup tinggi mengkonsumsi suplemen ekstrak teh hitam atau hijau selama 12 hari mengalami penurunan dalam kolesterol low-density lipoprotein (LDL) sekitar 16%. Kolesterol LDL adalah jenis kolesterol dalam darah yang berperan dalam pembentukan plek dalam arteri. 

Teh mengandung banyak polyphenol yang diyakini memiliki antioksidan, anti kanker, anti bakteri dan anti virus. Teh hijau memiliki polyphenol catechin sedangkan teh hitam yang difermentasi dari teh hijau mengandung pigmen polyphenol yang disebut theaflavin yang dihasilkan selama proses fermentasi. 

Setiap 375 mg kapsul dari gabungan ekstrak yang digunakan dalam penelitian mengandung sejumlah theaflavin dan catechin sama dengan 35 cangkir teh hitam atau tujuh cangkir teh hijau. Percobaan ini melibatkan 240 pria dan wanita di Cina dengan tingkat kolesterol cukup tinggi yang telah mengukuti diet rendah lemak. Setengah dari partisipan mengkonsumsi ekstrack the selama 12 hari dan setengahnya mengkonsumsi placebo.

Dua penelitian laboratorium baru menambah rentetan bukti manfaat teh bagi kesehatan. Kedua penelitian ini menyatakan secangkir teh hangat selain dapat menghangatkan tubuh juga menyegarkan mulut dan bahkan membunuh infeksi. 

Penelitian pertama dilakukan di Universitas Pace dimana ekstrak teh hijau dicampur dengan beberapa jenis bakteri berbeda termasuk penyebab sakit tenggorokan dan pembusukan gigi. Para peneliti menemukan teh hisau efektif membunuh bakteri dengan menghalangi pertumbuhannya. 

Penelitian yang sama menyatakan teh hijau juga membantu pasta gigi dan obat kumur membunuh virus. Pasta gigi dan obat kumur apabila digunakan masing-masing kurang efektif membunuh virus tetapi dengan menambah ekstrak teh hijau hampir membersihkan bakteri dan kemudian pasta gigi dapat membunuh virus. 

Hal ini disebabkan senyawa polyphenol yang terdapat dalam teh, antioksidan yang melindungi sel manusia dari kerusakan. Apabila tingkat polyphenol tinggi dalam tubuh diduga dapat menyerang virus juga kanker termasuk pancreas, usus, prostate dan kanker payudara. 

Dalam penelitian napas tak sedap, para peneliti menggabungkan ekstrak teh hitam dengan tiga spesies bakteri yang berkaitan dengan napas tak sedap. Dalam banyak kasus, polyphenol menghambat pertumbuhan bakteri sampai 30 % dan mengurangi produksi senyawa penyebab napas tak sedap. Penambahan teh hitam dapat menjaga pembentukan plek dan menghancurkan asam sebagai penyebab pembusukan gigi. 

Manfaat teh bagi kesehatan dari kedua penelitian tersebut telah dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Society for Microbiology di Washington D.C.

Sebuah penelitian baru berhasil mengungkapkan teh memiliki sebuah tambahan dan keuntungan lain yang tidak dibayangkan yaitu menjauhkan napas tak sedap. 

Menurut para peneliti hal ini disebabkan sebuah komponen kimia yang terdapat dalam teh yang dapat menghentikan pertumbuhan bakteri pemicu napas tak sedap. Untuk mendapatkan manfaat penuh, sebaiknya diminum tanpa susu. 

Masalah napas tak sedap atau yang dikenal dengan nama halitosis disebabkan komponen sulpur kotor yang mudah menguap dari bakteri yang berkembang dalam lingkungan kurang oksigen seperti belakang lidah dan celah gusi. 

Para peneliti Amerika meneliti pengaruh polyphenol, sebuah komponen kimia yang ditemukan dalam teh, pada tiga spesies bakteri yang dihubungkan dengan napas tak sedap. Mereka menemukan konsetrasi polyphenol yang relatif rendah dapat merangsang pertumbuhan bakteri mulut. 

Menurut Prof. Christine Wu dari Universitas Illinois, Chicago yang mempresentasikan penemuan penelitian ini dalam pertemuan tahunan American Society for Microbiology mengatakan rata-rata satu cangkir teh hitam memiliki kekuatan membunuh bakteri penyebab napas tak sedap meskipun diperlukan lebih bagi bakteri yang menyebabkan napas tak sedap dalam gusi. 

Secangkir teh dengan kekuatan normal cukup untuk membunuh bakteri dalam lidah. Selain menghambat pertumbuhan pathogen dalam mulut, teh hitam dan polyphenolnya bermanfaat bagi kesehatan mulut manusia dengan menekan komponen penyebab napas tak sedap yang dihasilkan bakteri pathogen.
q Vision.net

 

Back

Next

 

  Copyright © 2003 Tianshi - Global Network Marketing

Situs ini bukanlah situs resmi dari Tianshi ataupun PT Singa Langit Jaya. Situs ini dibuat untuk mempermudah mereka yang ingin bergabung serta mendapatkan informasi penting agar dapat mengembangkan jaringan bisnis mereka dengan cepat.

Creative Design By :

MassGoeh Multimedia

Hosted by www.Geocities.ws

1