4. Indikator Transportasi Berkelanjutan

Litman (2010) menyebutkan beberapa indikator yang lebih jelas dan rinci daripada indikator yang dijelaskan oleh ahli sebelumnya, antara lain:

a. Indikator Transportasi Konfensional

Kualitas indikator transportasi harus berdasarkan kondisi lalu lintas kendaraan (ITE, 1999 dan Homberger, et all, 2001), seperti:

  1. Roadway Level-Of-Service (LOS) atau pelayanan jalan tingkat, yang merupakan indikator kecepatan kendaraan dan kemacetan lalu lintas pada persimpangan jalan;
  2. Rata-rata laju lalu lintas yang tinggi;
  3. Rata-rata kemacetan yang rendah, diukur setiap tahun per kapita;
  4. Peningkatan kenyamanan parkir dan harga parkir yang murah; dan
  5. Tingkat kecelakaan yang rendah

b. Indikator Keberlanjutan Sederhana

Untuk melengkapi analisis sustainable transport dan untuk mengevaluasi sistem transportasi menggunakan beberapa data yang ada, seperti:

  1. Pemakaian bahan bakar fosil dan emisi;
  2. Emisi kendaraan/polusi;
  3. Jarak permil kendaraan motor perkapita;
  4. Mode split;
  5. Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan luka-luka dan kematian;
  6. Penggunaan lahan untuk transportasi; dan
  7. Kondisi estetis jalan raya.

Pemakaian bahan bakar fosil, emisi kendaraan, jarak permil, kecelakaan lalu lintas, penggunaan lahan seharusnya harus di kurangi dengan berbagai cara yang berorientasi kepada masyarakat, ekonomi, dan  lingkungan. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut bisa diatasi dengan berbagai cara, salah satunya yaitu alternatif bahan bakar kendaraan yang non-fosil. Sedangkan untuk mode split dan kondisi jalan raya harus terus ditingkatkan agar transportasi lebih berjalan dengan baik.

c. Indikator Transportasi Berkelanjutan yang Komprehensif

Indikator ini lebih kompleks, antara lain:

  1. Ekonomi
    • Waktu perjalanan rata-rata;
    • Aksesibiltas ke tempat komersial;
    • Implementasi kebijakan dan perencanaan pelatihan;
    • Moda split: perjalanan dengan jalan kaki, bersepeda,dan kendaraan umum;
    • Bagian pengeluaran rumah tangga untuk transportasi pribadi sebesar 20% harus lebih rendah;
    • Biaya untuk pengeluaran fasilitas jalan, pelayanan kendaraan dan fasilitas parkir;
    • Kecepatan dan kemampuan angkutan; dan
    • Hubungan antara institusi yang menangani transportasi dengan para investasi.
  2. Sosial
    • Keamanan;
    • Tingkat keamanan;
    • Kesehatan:berjalan teratur dan bersepeda;
    • Aktivitas transportasi dapat meningkatkan kualitas masyarakat lokal;
    • Kualitas aksesibilitas pelayanan transportasi non-motorise;
    • Kulitas fasilitas transportasi dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat cacat;
    • Tingkat pengaruh transportasi tergantung kepada modeling dan perencanaan transportasi;
    • Keterlibatan masyarakat dalam penentuan keputusan perencanaan transportasi
  3. Lingkungan
    • Konsumsi bahan bakar fosil perkapita dan emisi dari CO2 dan emisi dari perubahan iklim lainnya;
    • Emisi udara percapita;
    • Polusi udara;
    • Pengaruh tata guna lahan;
    • Perlindungan habitat; dan
    • Efisiensi sumber daya.