 |
5. Kesimpulan
-
Kondisi angkutan umum di Indonesia, terutama di pada kota-kota besar di Indonesia, memiliki tingkat pelayanan yang buruk. Hal ini tercermin dari terdapatnya ketidakamanan dan ketidaknyamanan penumpang ketika menggunakan angkutan umum akibat angkutan umum yang melebihi muatan, pengemudi yang ugal-ugalan, rawannya tindakan kriminal, dan banyak lagi indikator lain mengenai keburukan pelayanan angkutan umum di Indonesia.
-
Alat transportasi yang dipakai tidak hanya dituntut untuk dapat mengantarkan orang maupun barang dengan cepat akan tetapi juga menuntut kenyamanan, keamanan dan kelayakan dari transportasi itu sendiri.
-
Selain itu, angkutan umum tidak lagi efektif dan efisien dalam penggunaannya dibandingkan angkutan pribadi sehingga pada akhirnya mendorong calon pengguna angkutan umum untuk menggunakan angkutan pribadi dalam melakukan pergerakannya
-
 Peningkatan pergerakan dengan angkutan pribadi serta menyebabkan munculnya berbagai permasalahan transportasi kota seperti penumpukan moda transportasi pada jaringan jalan kota, pencemaran suara dan udara, kecelakaan lalu lintas, dan permasalahan transportasi lainnya.
-
Alternatif solusi yang didapat, antara lain:
- Meningkatkan keamanan dan kenyamanan angkutan umum
- Menurunkan tarif angkutan umum.
- Menaikkan biaya parkir.
- Ketersediaan angkutan umum tepat waktu
- Memperhatikan interaksi tata guna lahan dan sistem transportasi dalam melakukan perencanaan sistem jaringan transportasi guna terciptanya pembangunan yang berkelanjutan tanpa merusak ekologi yang ada.
- Solusi-solusi dan kebijakan pemerintah tersebut harus disertai kedisiplinan yakni mengajarkan warga harus untuk berlalu lintas secara benar. Penegak hukum juga harus dibenahi untuk tidak sekadar menjadikan jalan raya sebagai lahan mencari penghasilan.
|
 |
 |