 |
3. Visi dan Misi Transportasi Berkelanjutan
Menurut The Centre for Sustainable Transportation (2002), visi dari transportasi berkelanjutan, antara lain:
- Focus and access, artinya dalam transportasi berkelanjutan harus memperhatikan pengguna transportasi baik akses terhadap barang, jasa, dan peluang sosial terutama pada masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah;
- Non-motorized transportattion, artinya semakin banyak kendaraan bermotor membuat masyarakat jenuh akan kepadatan jalan raya dan polusi yang dikeluarkan setiap harinya;
- Motorized transportation by potential means, artinya beberapa akses transportasi saat ini menggunakan teknologi yang berbeda. Menggunkan bahan bakar terbarukan, seperti sistem transportasi jalan raya otomatis, kereta api maglev;
- Motorized transportation by cuurent means, artinya transportasi bermotor saat ini mirip dengan transportasi pada tahun 2000 awal. Bedanya, kendaraan yang digunakan pada sustainable transportation saat ini jauh lebih hemat energi. Selain itu, penggunaan kendaraan tersebut juga harus didukung oleh tata letak dan desain tata ruang kota;
- Movement of goods, artinya pergerakan barang menggunakan moda transportasi harus sesuai dengan ukuran dan jarak pengiriman serta harus meminimalkan emisi yang dihasilkan;
- Less need for movement of people and goods, artinya jarak tempuh kendaraan bermotor lebih pendek misalnya, dengan adanya compact city (kota kompak), sehingga akses ke setiap fungsi guna lahan bisa dicapai dengan jarak yang lebih dekat;
- Little or no impact on the environment and on human health, artinya emisi kendaraan lebih rendah serta tidak adanya dampak global transportasi terhadap lingkungan;
- Methods of attaining and sustaining the vision, artinya harus diadakannya kebijakan yang ketat mengenai penerapan sustainable transportation;
- Non-urban areas, artinya daerah pedesaan bisa memberi kontribusi positif terhadap transportasi perkotaan;
- Date of attainment, artinya adanya target waktu baik jangka panjang ataupun pendek.
Berdasarkan visi diatas, maka perlu adanya misi untuk mencapai visi tersebut, yaitu dengan menjaga keseimbangan ketiga pilar penting, antara lain:
- Sosial
- Ketersediaan transportasi harus memenuhi kebutuhan dasar manusia untuk kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan dengan cara-cara yang efektif dan tidak merusak tatanan sosial;
- Mendukung pembangunan yang berorientasi kepada masyarakat seperti menyediakan berbagai pilihan moda transportasi yang nyaman;
- Mengurangi polusi udara dan suara dari transportasi yang sangat mengganggu masyarakat; dan
- Memberikan keamanan dan kenyaman bagi masyarakat.
- Ekonomi
- Sistem transportasi harus menyediakan layanan efektif dalam biaya dan kapasitas;
- Sistem transportasi harus menjadi finansial yang terjangkau dalam setiap generasi;dan
- Sistem transportasi harus mendukung aktivitas hidup manusia, sehingga sistem transportasi juga berorientasi terhadap ekonomi berkelanjutan.
- Lingkungan
- Sistem transportasi harus menggunakan tanah secara efektif dan efisien sehingga tanah yang digunakan lebih sedikit dan tidak berdampak besar terhadap integritas ekosistem;
- Sistem transportasi harus menggunakan sumber-sumber lain yang terbarukan atau sistem yang tak habis-habisnya. Sumber terbarukan ini bisa didapat dengan mendaur ulang bahan yang telah digunakan dalam kendaraan umum atau infrastruktur;
- Menghasilkan sedikit sedikit emisi.
|
 |
 |