Page 16 - al kasyfu wa tabyin
P. 16

15   al kasyfu wa tabyin



               Golongan ahli ilmu yang tertipu sangat banyak, yang rusak lebih banyak ketimbang yang

               baik.


               4. Golongan Keempat.


               Orang yang menghukumi sesuatu dengan ilmu, membersihkan anggota badannya dan

               menghiasinya dengan taat serta meninggalkan maksiat.


               Dan  mereka  meninjau  akhlak  yang  ada  dalam  dirinya  serta  sifat-sifat  hatinya  seperti
               pamer,  hasud,  sombong,  dengki,  mencari  kedudukan  dan  menentang  keras

               terhadapnya, dan mencabut akar yang menjadi sumbernya di dalam hati.


               Namun,  mereka  ini  sesungguhnya  tetap  tertipu  karena  di  dalam  hati  mereka  masih

               tersimpan tipu daya setan. Menjadi sarang tipuan nafsu yang halus dan samar, mereka
               tidak memahaminya sedikitpun bahkan abai terhadapnya.


               Mereka ibarat seperti orang yang membersihkan tanaman. Barangsiapa yang hendak

               membersihkannya  dari  rerumputan,  hendaknya  mengelilinya  seraya  mencabutnya.  la

               tidak  dapat menyelidiki sesuatu  yang  belum  keluar ujung bagian atasnya  dari  bawah
               tanah.


               Ia mengira seluruhnya telah tampak. Ketika ia lalai, akhirnya tanaman tersebut tampak

               dan merusak dirinya. Mereka jika masih ingin mengubah, maka semuanya masih bisa

               berubah.


               Terkadang  mereka  tidak  mau  bercengkerama  dengan  makhluk  karena  sombong.
               Terkadang mereka menatap makhluk dengan tatapan yang penuh kehinaan. Terkadang

               sebagian dari mereka ingin memperbaiki pandangannya agar ia tidak dilihat dengan mata

               kelemahan.


               5. Golongan Kelima.
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21