Page 14 - al kasyfu wa tabyin
P. 14
13 al kasyfu wa tabyin
Mereka mengira telah mendapatkan kedudukan di sisi Allah sehingga ia merasa tidak
akan mendapat cobaan dari Allah. Hanya orang awamlah yang akan mendapatkan ujian
tersebut, bukan orang yang telah sampai ilmunya sesuai level mereka.
Padahal sebenarnya yang siksanya lebih besar menurut Allah adalah mereka. Jelas
mereka ini telah menyombongkan diri dan pamer serta mengharap kedudukan dan
kemuliaan di mata manusia.
Yang menjadi sebab ketertipudayaan adalah prasangka bahwa hal tersebut bukan
merupakan kesombongan melainkan memuliakan ilmu dan untuk menolong agama
Allah. Mereka lupa bahwa Iblis bahagia dengan hal tersebut. Adapun pertolongan Nabi
dapat diperoleh dengan apa? Dan dengan apa beliau menundukkan orang-orang kafir?
Mereka lupa terhadap kerendah hatian para sahabat Nabi-semoga Allah meridhai
mereka semua-yang menghinakan dirinya sendiri, kefakiran serta rumahnya. Hingga
sahabat Umar dicela saat tiba di Syam karena memakai baju yang lusuh. Beliau berkata,
“Kami adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam, kami tidak mencari kemuliaan
dari selain Islam”.
Lalu orang yang tertipu ini malah mencari kemuliaan agama dengan memakai pakaian
yang halus dan bagus. Dengan hal itu mereka merasa telah berhasil mencari keagungan
dan kemuliaan agama.
Bagaimanapun juga lidahnya tetap berkata dengan penuh dengki kepada orang lain dan
orang yang tidak sependapat dengan pemikirannya. la tidak sadar bahwa yang ia lakukan
adalah perbuatan dengki seraya berucap, “la marah karena merasa bahwa apa yang ia
lakukan telah benar dan membantah orang yang berbuat perkara batil dalam
permusuhan dan kezalimannya.
Mereka adalah orang yang telah tertipu, bahkan jika temannya yang berasal dari
kalangan ulama dicela ia tidak akan marah, justru membuatnya gembira. Walaupun jika

