|
KISAH-KISAH
ISLAM |
|
|
TOBATNYA KAUM NABI MUSA AS. Nabi
Musa pernah menghadap Tuhannya Azza Wajalla untuk memohon agar Dia berkenan
menerima tobat kaumnya dari penyembahan anak sapi. Lalu Allah SWT berfirman,
"Wahai Musa! Tidak ada tobat bagi mereka kecuali mereka membunuh diri
mereka sendiri." Nabi Musa pun segera kembali pada kaumnya dan berkata,
"Wahai kaumku! Sesungguhnya Allah enggan menerima tobat kalian hingga
kamu membunuh dirimu sendiri." Karena, memang begitulah cara kalia
bertobat. "Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang
menjadikan kamu."( Baca QS: Al-Baqarah:54) Yakni Pencipta kamu. Mereka
berkata, "Hai Musa! Kami siap untuk bersabar menerima perintah Allah
Azza Wajalla. Karena, kaummu telah menyesali atas semua perbuatan
mereka." Nabi
Musa as lalu mengangkat janji dari mereka untuk bersabar menghadapi kamatian.
Mereka pun menyatakan setuju. Keesokan harinya mereka siap berkumpul di
halaman rumah-rumah mereka. Setiap keluarga berada dalam kelompok
masing-masing. Kemudian Musa memerintahkan orang-orang yang tidak pernah
menyembah anak sapi dari Bani Israil untuk membawa pedang dan menebas siapa
saja yang ia jumpai. Mereka pun berjalan di tempat-tempat berkumpul seraya
berkata, "Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada orang yang tidak bangkit
dari duduknya, tidak mengangkat pandangannya, dan tidak mengadakan perlawanan
dengan tangan ataupun kakinya, sehingga Allah menuntaskan hukuman-Nya." Mereka
pun membunuh siapa saja yang mereka temui, hingga ada orang laki-laki dari
Bani Israil yang mendatangi kaumnya yang sedang duduk di halaman rumah-rumah
mereka lalu berkata, "Sesungguhnya mereka adalah saudara-saidara kamu
juga yang datang kepada kamu yang masing-masing membawa pedang terhunus. Maka
takutlah kamu kepada Allah dan bersabarlah, karena sesungguhnya laknat Allah
dan malaikat-malaikat-Nya akan ditimpakan atas siapa saja yang berdiri atau
membela diri dengan tangan atau kakinya." Mereka pun menjawab,
"Amin." Kaum
itu berkata ketika mereka diperintahkan agar sebagian mereka membunuih
sebagian yang lain, "Ya Rasulullah, bagaimana kami tega membunuh para
orang tua kami, anak-anak dan saudara-saudara kami?" Lalu Allah
menurunkan kegelapan atas mereka sehingga mereka tidak bisa melihat orang-orang
di sekelilingnya. Maka pada saat itulah mereka melakukan perintah pembunuhan
itu. Kemudian mereka bertanya, "Hai Musa! Apakah tanda-tanda tobat
kami?" Musa berkata, "Pedang-pedang dan senjata-senjata kalian akan
terhenti, tidak mau membunuh, dan diangkat kembali kegelapan dari kamu."
Mereka terus melakukan pembunuhan hingga darah mencapai jubah dan menggenangi
mereka. Terdengarlah jeritan anak-anak memanggil Nabi Musa, "Ya Musa! Ampun! Ampun!" Mendengar itu Musa pun lalu menangis mengadu kepada Allah Azza Wajalla, maka Allah SWT menurunkan rahmat-Nya, lalu terhentilah senjata-senjata mereka. Nabi Musa segera berseru, "Cukup, tinggalkanlah saudara-saudaramu, karena sesungguhnya rahmat Allah telah turun!" Seketika lenyaplah kegelapan dari mereka dan tampaklah mayat-mayat disana-sini. Ibn Abbas berkata, "Mereka yang terbunuh adalah para syuhada sedang yang masih hidup telah mendapat ampunan Allah SWT" |
|
|