|
Assalamu'alaikum wr. wb.
Puasa
Ada sebuah hadist yang sangat populer yang seringkita dengar
dalam setiap ceramah Ramadhan: "Berapa banyak orang menjalankan puasa,
akan tetapi hanya mendapatkan rasa haus dan lapar …" ( shahih)
Abu Hurairaah ra berkata : Rasulullah Saw. bersabda:
"jika kamu sedang puasa, maka jangan berkata keji, dan jangan ribut
(marah) dan jika ada orang memaki atau mengajak berkelahi, hendaklah diberi
tahu : saya sedang berpuasa. " ( Bukhari, Muslim)
Abu Hurairah ra. Berkata: Bersabda Nabi Saw. "siapa yang tidak suka
meninggalkan kata-kata dusta, dan perbuatan yang palsu, maka Allah tidak
membutuhkan dari padanya, puasa meninggalkan makan dan minumnya"
(Bukhari )
Dari penjelasan hadist diatas, sudah dapat dipastikan bahwa Allah tidak
menerima puasanya orang yang sekedar
menahan rasa lapar dan haus … dan Allah tidak menerima puasanya orang yang
masih berkata keji dan dusta.
Kalau kita perhatikan, disamping perlakuan syari'at secara fisik Allah sangat
mengutamakan syari'at rohani. Karena rohani merupakan kenyataan diri yang
sejati, sehigga kita diwajibkan untuk berkata jujur, berhati bersih, jernih,
dan tidak memperturutkan hawa nafsu yang selalu berkecenderungan kedalam
nista. Saya akan mengajak anda untuk mengikuti rangkaian perjalanan rohani
yang berpuasa !
Mula-mula anda diperintahkan untuk meninggalkan makan, minum, bersetubuh
(jimak). Selanjutnya dilarang
berkata dusta, dengki, … dan perbuatan yang palsu. Setelah anda lakukan
peredaman terhadap aktivitas gejolak fisik, selama satu bulan penuh. Apa
yang anda rasakan, ... adalah redamnya gejolak (nafsu) yang
kemudian mengakibatkan loncatan kesadaran dari kesadaraan fisik berubah
menjadi kesadarah jiwa sejati, atau secara umum dikatakan kembali kepada
fitrah (idul fitri) …
Adakah pengalaman yang serupa dengan puasa ? Ialah saat anda menjelang tidur,
dimana aktivitas fisik sudah mulai mereda, ... saat farji sudah tidak lagi
bernafsu terhadap wanita, ... saat mulut sudah tidak ingin makan dan bicara,
... saat telinga tidak ingin mendengarkan sesuatu, ... saat pikiran istirahat
merekam aktivitas. Dan saat itulah roh anda lepas, memasuki
kesadaran di alam mimpi.
Anda tidak akan bisa memasuki alam ini jika tidak melalui proses peredaman
fisik (hampa aktivitas fisik). Begitu juga hal nya dengan puasa, ...
yang diawali dengan peredaman-peredaman emosional yang bergejolak selama satu
bulan lamanya.
Jika anda mengerti tujuan puasa adalah kembali kepada kesadaran sejati (aku),
maka anda akan memasuki kesadaran baru yaitu kesadaran roh suci seperti bayi
…itulah kesejatian …itulah aku yang hakiki yang tidak pernah bohong, yang selalu
mengikuti kehendak-kehendak Ilahi (qulil ruh min amri rabbi), ...
katakan bahwa roh adalah selalu mengikuti amar-amar Tuhanku. (Al
Isra':85)
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah
atas) fitrah Allah yang telah
menciptakan menurut fitrah itu ( Ar Rum:30)
Kalau anda menyadari sebagai ruh yang suci (fitrah) ... maka perilaku anda
akan sesuai dengan fitrah Allah, yaitu baik yang ditulis dalam Alqur'an
maupun yang berupa sunnatullah (kauniyah). Inilah tujuan puasa, ... yaitu
kembali kepada fitrah sejati ... seperti telah saya bahas pada latihan
patrap, atau dalam artikel bab hakekat manusia, tentang kesadaran
diri dan kesadaran universal.
Sadari bahwa diri anda yang sejati (roh) tidak pernah tidur..tidak pernah
makan, … tidak mati … sehingga Tuhan perlu menyadarkan kita dengan jalan
berpuasa di bulan Ramadhan. Seolah Dia berkata jadilah dirimu yang sejati
(fitrah) karena dirimu yang sejati adalah roh yang dihembuskan dari
Rabb-Nya..yang terjaga kesuciannya, ... jangan engkau menjadi kotor akibat
kenistaan badanmu (lihat surat Al Hijr :28-29).
Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwanya karena ia akan mendapat
ilham ketaqwaan (lihat surat Asy syams :7-9)
Setelah anda terbebas (bersih) dari pengaruh fisik suasana menjadi sangat
hening dan damai, yang lebih dominan sekarang adalah kata hati yang suci yang
selama ini tenggelam sehingga dikatakan dia sebagai suara hati yang kecil …
sebutan suara hati kecil itu sebenarnya adalah sejati diri kita, yang sering
berlawanan dengan keinginan nafsu, dan nafsulah yang banyak mengendalikan
gerakan tubuh kita selama ini.
Untuk itulah Allah menggembleng jiwa kita untuk memunculkan rasa jati yang
selalu mengajak kepada kebaikan. Jika hal ini berhasil … perilaku anda secara
otomatis menjadi baik tanpa direkayasa oleh pikiran dan keinginan. Karakter
itu mengalir tanpa ada usahakita.
Inilah lailatul qadar, yang ditunggu-tunggu seluruhummat,
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alqur'an) pada malam kemuliaan, Dan
taahukah kamu apakah malam
kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan, Pada malam
itu turun malaikat-malaikat dan malaikat jibril dengan izin Tuhannya untuk
mengatur segala urusan, Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (
Al Qadr:1-5)
Idul fitri, ... adalah terbebasnya diri sejati dari pengaruh syawat, sehingga
dirayakan menjadi hari kemenangan. Akan tetapi kadang kita menjadi salah
kaprah terhadap peristiwa kemenangan jiwa dalam kebebasan dari pengaruh
syahwat, yaitu berpesta pora kembali memenuhi keinginan syahwat. Namun
jika anda betul-betul telah kembali suci maka akan tampak …dalam diri anda
perubahan yang sangat luar biasa ….anda menjadi sangat baik ... ikhlas dalam
segala hal ...
menerima segala keputusan Allah, ... dan terasa kesejukan iman mengalir dalam
aliran darah.
Hal ini anda bisa coba pada kesempatan Ramadhan akan datang, sehingga tulisan
saya bukanlah sebuah cerita
dongeng yang tidak bisa dipertanggung jawabkan … namun anda benar-benar akan
bisa merasakan secara langsung,
tanparekayasa !!
Sungguh dahsyat getaran iman itu sampai terbit fajar, … anda tidak akan kuasa
merasakan getaran taqwa yang turun dari Allah menyinari hati yang dibawa oleh
para malaikat yang suci … anda benar-benar berubah … roh anda rela terhadap
Tuhan serela-relanya …
Wassalamu'alaikum wr. wb.
#Abu Sangkan#
More…….
|
|