Home l Email Me l Content l Myself l My HomePage l Photo l Kisah2 Islam l Cerita2 Tauladan l Takzirah l Firman2 Pilihan l Hadis2 Pilihan l Ceramah l Ilmu2 Pilihan l Sedutan Ayat2 AlQuran l Quotes l Jokes l Kamus Mukmin l Petua2 l Info-Sihat l Astronomi l Artickel l Puisi/Sajak l Recepi l Related Links l Lain2 l Wallpapers l Games
l Slide l Lagu2
l Peta Laman
|
CERITA |
|
|
NILAI SEUTAS TASBIH TERSEBUTLAH
seorang nabi yang bernama nabi Sulaiman as. Ia juga mewarisi tahta kerajaan
ayahnya, nabi Daud as. Kekuasaan Sulaiman as melebihi kekuasaan ayahnya
karena dia mampu memerintah segala-gala sejak dari manusia, jin, angin, tak
ketinggalan semua jenis hewan baik yang Bangsa
jin diperintah untuk mengerjakan pekerjaan dan projek besar-besar. Angin
bertugas sebagai sarana transportasi dan telekomunikasi. Manusia dijadikan
tentara dan prajurit. Burung-burung diperintah untuk membawakan surat/kurier
dan mata-mata (ingat tak lagu M Nasir "Tanya sama Hud-Hud")?.... Berbagai
tugas mereka kerjakan untuk kepentingan dakwah agama tauhid. Bahasa hewan
dapat dimengerti oleh Sulaiman as, sampai bahasa semut yang kecil sekalipun
ia paham. Sampai kiamat pun tidak ada yang mampu menyamai kekuasaan Sulaiman
as, barangkali mendekati pun tidak. Sulaiman
as memang pernah meminta; "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan augerahkan
kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seseorang pun sesudahku,
sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi." (lihat QS38/ayat35) Pada
suatu hari, Sulaiman as dan seluruh kekuatannya berjalan mengitari
negeri, lorong dan gang dimasuki, kota dan desa dijelajahi. Dalam perjalanan,
Nabi Sulaiman as mendengar ucapan seorang anak muda yang dibawa sang angin.
Katanya; "Subhanallah" (Maha Suci Allah), sungguh Nabi Sulaiman bin
Daud telah diberikan Allah kerajaan yang besar sekali. Rupanya
anak muda itu ta'jub dengan kekuasaan Nabi Sulaiman dan ia pun memuji Allah,
atau barangkali ia meratapi dirinya sebagai anak muda yang tidak punya
apa-apa jika dibanding dengan Sulaiman. Mendengar ucapan itu, lalu Sulaiman
as memerintah angin untuk mengantarkannya ketempat anak muda itu. Sebentar
saja sampailah Sulaiman di hadapan anak muda tadi. Pemuda ini ternyata
seorang pengembala kambing milik orang lain yang upahnya tidak seberapa. Dia
juga hidup menyendiri di balik gunung, jauh dari keramaian kota dan
kesenangan dunia. Sulaimanpun
berkata; "Anak gembala, kaukah yang mengucap tasbih
"Subhanallah" dan memuji akan kerajaanku?" Anak
muda tadi terkejut karena tidak mengira ada yang mendengarnya. Ia pun
bertanya: "Siapakah tuan?" "Akulah Sulaiman yang memiliki
segalanya," ujar Sulaiman as. Anak gembala itu takut bukan kepalang.
Dikiranya Sulaiman akan menangkap, menghukum dan memenjarakannya karena
kelancangan ucapannya itu. Namun
Sulaiman berkata lagi; "Tahukah kau, tasbih "Subhanallah" yang
kau ucapkan itu lebih afdhal (hebat) daripada kerajaan yang dimiliki Sulaiman
yang sebentar saja bisa binasa. Tasbih yang kau ucapkan itu kekal abadi di
atas lembaran catatan amalmu sampai hari kiamat, tak ada yang mampu
merenggutnya." Mari, kita renungkan ucapan nabi Allah Sulaiman a.s
ini... dan marilah menjadikan ucapan "Subahanallah" ini sebagai
ucapan dan amalan yang berkekalan... Insyallah ! |
|
|