Dzikrullah

MASALAH RUH
PATRAP PERTAMA
PATRAP KELIMA
PATRAP KEENAM
PATRAP KEDELAPAN
KAYA DAN MISKIN
ALLAH ITU DEKAT
ALLAH SEGALA SESUATU
BADAN MENEGANG
DIMANA ALLAH
ILMU LADUNNI
KEKUATAN LAA ILAH HA ILLALLAH
MASALAH RUH
PENGALAMAN HAMBA ALLAH
DI ZAWIYYAH SEBUAH MASJID
BERGURU KEPADA ALLAH
PALING MERENDAHKAN DIRI
KOSONGKANLAH HATI

 



Pengetahuan kita mengenai ruh bercampur dengan pendapat agama-agama
lain yang tersebar di sekitar kita, baik melalui buku-buku maupun
melalui pembicaraan sehari-hari. Ruh bagi orang awam adalah jiwa

atau nyawa …seperti nyawa pada ayam. Ruh bagi orang Kristen
adalah
trinitas ruh Allah yang berada dalam wadag / jasad manusia. Ruh bagi
orang hindu adalah Emanasi (Pancaran atau percikan ruh Tuhan), yang
terpancar kedalam setiap makhluq ibarat  percikan kembang api. Ruh
bagi orang kejawen adalah suksma kawekas yaitu sejatinya tuhan ialah
ingsun (aku) itu sendiri.

Masalah ini jarang dibicarakan oleh seorang ulama … sehingga
banyak
golongan manusia yang tersesat, hingga ... sampai kini kita belum
mengenal betul apa & siapa ruh itu.

Kerancuan itu terkadang disebabkan pengetahuan yang bercampur dengan
pendapat dari agama-agama lain atau kepercayaan filsafat ….yang
lebih
dominan menyajikan persoalan ruh ini ketimbang ulama kita yang
melarang menanyakan peroalan ruh dengan dalil bahwa ruh itu urasan
Tuhan. Akan tetapi kita menjadi sesat karena kita tidak memiliki
pengetahuan masalah ruh.

Baiklah sebelum saya jelaskan lebih lanjut masalah ruh, saya akan
kemukakan pendapat ulama mengenai hal ini…

Sebagian diantara mereka ada yang berpendapat, bahwa semua ruh itu
adalah makhluk. Ini merupakan pendapat Ahlul Jama'ah Wal Atsar.
Mereka berhujjah dengan sabda Nabi Saw. "Ruh-ruh itu serupa
dengan
pasukan perang yang dikerahkan. Selagi saling mengenal, maka ia
bersatu, dan selagi saling mengingkari, maka ia akan berselisih".
Pasukan perang yang dikerahkan adalah makhluk.

Sebagian yang lain berpendapat, ruh termasuk ketetapan Allah, dan
Allah menyembunyikan hakikatnya, tidak dapat diketahui makhluk-Nya.
mereka berhujjah dengan firman Allah : " Ruh itu itu termasuk
ketetapan Rabbku" ( Al Isra':85)

Sebagian yang lain berpendapat, ruh itu merupakan cahaya yang menjadi
bagian dari cahaya Allah, merupakan kehidupan yang menjadi bagian
dari kehidupan Allah. Mereka behujjah dengan sabda Nabi  :
"sesungguhnya Allah menciptakan makhluk-Nya dalam kegelapan dan
memasukkan cahaya-Nya  kepada mereka" ( diriwayatkan At Tirmidziy dan
Ahmad)

Kemudian kalangan ulama berselisih pendapat tentang ruh, apakah ia
mati ataukah tidak apakah ia disiksa bersama badan di barzah dan
ditempat tinggalnya setelah kematian ? Apakah ia berada didalam jiwa
atau di mana ?

Islam menunjukkan bahwa diri manusia, disamping ada nafsu yang
disebut Id 'aqlu yang dinamakan Ego, dan qalbu yang biasa
disejajarkan dengan super ego, masih ada lagi satu unsur rohaniah
yang disebut "ruh". Ruh ini bekerja secara mutlak, tak kenal
kompromi. Dia tetap terjaga dari noda. walaupun suatu ketika qalbu
jatuh dalam tarikan nafsu, namun ruh tetap bertahan dan mencela
kelemahan qalbu tersebut. Dia mengawasi gerak-gerik qalbu tersebut,
misalnya, anda berbohong kepada orang lain, maka akan terasa dengan
jelas suara yang dalam mengatakan "kamu berbohong ..."  Dia tidak
pernah kompromi walaupun anda memberikan alasan apapun.

Pengetahuan masalah ruh didalam alqur'an hanya dijelaskan bahwa
"Ruh
itu ketetapan Rabbku ( Al Isra': 85)  dan pada surat Alqiyamah :
14
"akan tetapi didalam diri manusia ada bashirah (yang tahu) ".
Allah
Swt tidak menjelaskan, dan merahasiakan bentuk ruh itu sendiri. Akan
tetapi hanya memberikan keterangan sifat dan fungsi ruh terhadap nafs
manusia.  Ruh adalah substansi yang berdiri sendiri, tidak bertempat
dan merupakan tempat pengetahuan intelektual yang berasal dari ilahy
… qulil ruuh min amri rabbi 

Kita hanya bisa merasakan keberadaan ruh yang bersemayam didalam diri
… sampai kepada keadaan yang lebih tinggi yaitu keadaan jiwa yang
luas … Jiwa itu juga masih termasuk jasad (instrument)) dimana
keberadaannya merupakan sesuatu yang bisa kita bayangkan keluasannya
dan bentuknya, namun kita tahu bahwa didalam jiwa itu ada yang
memiliki yaitu "aku" … jadi 'Aku' itu bukan jiwa
melainkan ruh nya
jiwa …aku inilah yang dimaksudkan surat Alqiyamah sebagai
"bashirah",
yang mengetahui … ia bersih dan selalu tahu apa yang kita lakukan
dimana saja berada walaupun kita sedang tidur  Kemudian ia mengetahui
kita sedang berada di alam ghaib… ia mengetahui kita berada di
neraka. ia mengetahui hati sedang gundah ... pikiran putus asa …
akan
tetapi ia bukan alat-alat itu semua … ia berada diatas seluruh
alam
termasuk alam syurga … Ialah yang mampu menembus dan menerima
wahyu
Tuhan, … kenyataan inilah ruh dianggap sebagian orang sebagai ruh
Allah atau pancaran ruh ilahy….memang ia bersifat abadi …
tidak mati
….. selalu sadar akan dirinya … namun ia bukan tuhan .. ia
adalah
tempat tuhan menurunkan rahasia-rahasia ilham dan firman, sehingga ia
mendapatkan mandat amanat menerima perintah (amar) sebagai khalifah
dan malaikat diperintahkan bersujud…

Aku adalah rahasia Allah, dikarenakan ia sesuatu yang sangat suci
seperti bayi … ia digambarkan oleh agama lain sebagai sang Kresna

Yesus kristus dan sang Budha .. atau zoroaster… maka wajarlah
jika
mereka hampir kesulitan membedakan tuhan dan ruh itu sendiri karena
hampir identik dengan sifat Tuhan ….sesuai dengan surat Ar Rum
ayat
:30  "maka hadapkalah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah)
,(
tetaplah atas ) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut
fitrah itu.

Seperti halnya didalam hadist qudsi dikatakan jika hamba mendekati
kepada Allah sehingga Allah mencintainya, maka yang menjadi
penglihatannya adalah penglihatan Allah, yang menjadi pendengarannya
adalah pendengaran Allah, apabila memohon pasti dikabulkan

Juga didalam ayat lainnya … bukan engkau yang melempar musuhmu
itu ya
Muhammad akan tetapi Aku yang melemparnya…..

Pada tahapan inilah kebanyakan para sufi terjebak pada merasakan
kedekatan yang sangat akan keagungan tuhan, sebagaimana Syekh Mansyur
Al Hallaj … yang tidak mampu melepaskan kefanaannya, sehingga ia
terucap kalimat Anal Haq Akulah kebenaran sejati (Allah), seharusnya
disini sang Syekh harus melepaskan diri dari hakikat kemanusiaannya
"bahwa sebelum ada sesuatu (yang diciptakan .. yang ada hanyalah
Allah semata ) yaitu masih sebelum ada alam semesta"

Keadaan fana ini pernah terjadi kepada Nabi Musa As. Saat Allah
bertajalli (menampakkan diri)  kepada bukit …bukit tersebut
hancur
dan Musa pun jatuh pingsan, pada saat itulah kemanusiaanya lebur
kecuali 'Aku' yang masih ada … ia bisa menceritakan keberadaan
Allah
bahwa Allah tidak sama dengan makhluk-Nya. Allah tidak bisa
dibayangkan, bukan laki-laki bukan perempuan … ialah yang Maha
Esa ….
Keadaan ini dinamakan makrifat …melihat Allah dengan sebenar–
benarnya….

Saya akan membuat pertanyaan kepada anda …
Pernahkah anda pingsan (anggaplah pernah ) ?
Coba anda ceritakan bagaimana rasanya pingsan …
Tidak terasa apa-apa …tidak mengetahui sekelilingnya .. tidak
terdengar suara apa-apa bahkan tidak mengetahui apapun disana …
pokoknya tidak tahu apa-apa …tapi bukan mimpi

Saya akan tegaskan kepada anda … siapakah yang mengetahui bahwa
disana tidak terdengar apa-apa. Tidak mengetahui orang disekitarnya,
tidak sama dengan mimpi  ... dan tidak tahu apa-apa ...  Sesungguhnya
anda telah menceritakan keadaan atau suasana pingsan ketika anda
sadar, sehingga anda mampu membedakan keadaan tidur biasa dengan
mimpi .

Itulah Aku yang sejati ... yang mengetahui (bashirah) segala keadaan
alam …dan aku berada diatas seluruh alam. Aku inilah yang akan
kembali pulang ke asalnya, inna lillahi wa inna ilaihi raji'un
……

Jawaban atas pertanyaan anda mengenai ruh saya jawab dengan
menunjukkan keberadaannya… sama halnya ketika saya bertemu
seorang
master taichi (beliau juga bergabung dalam jamaah dzikrullah,
Jakarta) dan saya meminta beliau untuk menceritakan apa itu CHI
…..lalu dia berbalik bertanya kepada saya pernakah anda merasakan
merinding pada tengkuk leher ketika merasa takut melintas dikuburan
pada tengah malam ? .pernah , jawab saya … nah itulah Chi …. 

Kira-kira itulah jawaban saya atas ruh …namun saya minta maaf,
saya
merasakan kurang puas dalam menjawab pertanyaan anda ..karena
keterbatasan kata yang tak mampu mewakili keinginan saya untuk
menjelaskan lebih dalam masalah ruh ini … mudah-mudahan anda
memakluminya … Sebetulnya saya lebih suka menjelaskan secara
langsung, tatap muka, daripada dengan tulisan begini ... mudah-
mudahan dengan terealisirnya rencara 'kopi darat' akan menjadi lebih
jelas hal-hal yang masih menjadi ganjalan ... insya Allah.

Sebenarnya soal ruh ini pernah saya bahas pada bab hakikat manusia

yaitu menelusuri kesadaran diri yang sebenarnya…insya Allah jika
anda
memasuki kedalam praktek ruhiyah anda akan lebih mudah mengerti …
sebab kadang kita untuk memahami sesuatu tidak selalu harus memakai
pikiran akan tetapi memerlukan kecerdasan jiwa yang bisa digali
melalui praktek spiritual …pendekatan kejiwaan kepada Allah Swt.
secara total








Hosted by www.Geocities.ws

1