Dzikrullah |
KEKUATAN LAA ILAH HA ILLALLAH | |
|
Saya telah membaca pengalaman anda mengenai fenomena spiritual yang anda rasakan . saat anda berdzikir dan anda memasukinya dengan total ..kemudian terjadi perubahan yang anda sendiri tidak bisa menolaknya dzikir itu bergerak sendiri ..keluar dari suara hati yang dalam bukan dari fikiran dan rekayasa, dzikir itu biasanya berikut dengan suasananya misalnya anda mendapatkan dzikir laa ilaha illallah suasana itu ada, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.. Saya akan menggambarkan suasana itu seperti ketika anda mendapatkan rasa rindu kepada seseorang. Rasa rindu itu tidak ada rangkaian tulisannya R-I-N-D-U , juga tidak berupa suara tetapi mengapa kita paham itu adalah rindu dan anehnya lagi kita bisa membedakan mana yang rasa benci dan mana yang rasa rindu ..padahal semuanya muncul dari sumber yang sama yaitu hati ! Akan tetapi berbeda dengan suasana berupa "suara" seperti apa yang anda alami, ... sebab hal itu keluar dari suara hati kita sendiri atau anasir, yang memang akan muncul disaat kita berdzikir atau kadang ada dzikir didalam dada sebelah kiri (kalbu) atau disebelah telinga dengan suara yang jelas jika hal ini terjadi kepada jamaah saya, mereka saya sarankan untuk meneruskan perjalanannya, agar lebih meningkat dari kejadian itu. Namun demikian anda tidak salah, karena suara anasir itu telah menasihati anda ..! sehingga kekuatan itu muncul dari dalam. Biarkan saja suara itu menuntun anda, ... asal anda harus teguh bahwa anda tidak mengharap kedatangan suara itu, sebab itu bisa menghijab perjalanan anda selanjutnya. Anda harus rela hanya kepada Allah, ... biarkan saja roh anda berdzikir laa ilaha illallah dan tetapkan dengan menafikan kekuatan selain Allah. Sehingga Allah mencintaimu, ... maka yang akan menjadi pendengarannya adalah pendengaran-Ku, ... jika berbicara adalah mulut-Ku, ... yang menjadi penglihatannya adalah mata-Ku, ... jika berjalan adalah kaki-Ku, & apabila memohon Aku akan mengabulkan doanya. (Hadist Qudsi) Anda tidak usah risau dengan kekuatan yang anda terima, itu karunia Allah kasyaf itu memang bertingkat-tingkat, asal kita tidak merasa sudah sampai disini, ... karena perjalanan masih sangat jauh. Setiap anda melalui perjalanannya, disana ada ilmu pengetahuan, termasuk ilmu yang anda terima sekarang. Pengalaman ini adalah kesaksian atas kekuasaan Allah, bukan kesaktian. Maka dari itu lanjutkan perjalanan anda karena diatas itu masih ada lagi kasyaf yang hakiki, yaitu kasyaf imani. Kalau anda khawatir akan mencelakakan orang lain, dikarenakan anda sakit hati sehingga anda di bela oleh Allah. Mari kita lihat sejarah Rasulullah saat-saat genting dilempari kotoran onta, ... dicaci maki oleh kaum kafir di Thaif. Allah memberikan fasilitas kekuatan mengutus malaikat untuk membela rasul-Nya. Ya Rasulullah apa yang hendak kami lakukan terhadap orang yang telah mencelakai engkau, Rasulullah menjawab : "seandainya mereka mengerti dan tahu akan kebenaran yang saya sampaikan, niscaya mereka tidak akan melakukan penganiayaan ini. " Dalam riwayat yang lain : Rasulullah mengadu kepada Allah karena didesak oleh pengikutnya yang setia untuk memohon kekuasaan Allah membalas perlakuan kaum kafir. Allah berfirman: "ya Muhammad kamu diutus bukan untuk membinasakan mereka akan tetapi kamu diutus untuk memberikan rahmat kepada mereka". (Matan/redaksi riwayat ini bukan sebuah hadist, tetapi merupakan rangkaian riwayat sejarah yang sudah masyhur ) Masuklah kedalam dzikir kepasrahan, serahkan jiwa raga anda, ... biarkan roh anda bebas melayang menuju Tuhan yang maha tak terhingga ... ikuti saja dzikir itu laa ilaha illallah, ... dan nafikan selain Allah. Mudah-mudahan anda mendapat bimbingan dari Allah Swt. Tentang fenomena yang anda alami Ada kuasa manusia yang kita sadari sekarang, mengangkat tangan, memindahkan meja, befikir, membela diri, karena kita sejak awal dikenalkan (disadarkan) bahwa bagian atau alat-alat manusia itu hanyalah apa yang kita lihat sekarang secara kasat mata !! Mari kita sadari bahwa manusia itu bukan sebongkah wujud yang tampak ini, bongkahan itu adalah sekumpulan senyawa kimiawi yang bergerak, yang hidup, dan beraksi. Saya akan mengajak menyadari bahwa tubuh anda adalah sebuah rangkaian yang berkaitan dengan alam sekitarnya, lihatlah butir-butir atom berlompatan saling mengikat merangkai mejadi sebuah bongkahan- bongkahan, seperti air, oksigen, natrium, besi, emas, dan gunung. Rangkaian-rangkaian itu tidak terputus, anda adalah kumpulan senyawa- senyawa itu, yang tidak dibatasi oleh pandangan mata anda sekarang sadari anda adalah sebuah aksi inti materi yang universal tidak terbatas !! Wujud anda adalah keluasan alam semesta tangan anda bukan lagi berupa lengan dan jemari tubuh anda bukanlah sekujur badan ini, tetapi badan anda adalah keluasan semesta yang tak terbatas. Jika kesadaran ini ada dalam diri kita secara nyata, ... bukan teori intelektual, maka anda bisa (kuasa) melakukan semuanya terhadap alam, memerintah hujan untuk turun, berganti badan (manusia) menjadi lima, ... sepuluh seratus ... dalam waktu yang bersamaan. Kata-katanya adalah sabda pandita ratu (mengucap sesuatu terjadi), angin beliung bisa dia hentikan dengan kekuasaan dirinya. Kuasa-kuasa itu sama halnya kita mampu mengangkat meja, mengangkat tangan, mengangkat kaki untuk berjalan dengan kemauan kita. Maka jangan heran jika anda mendengar Dalai lama di Tibet mampu hidup dalam kobaran Api, ... ada seorang guru besar di Bondowoso yang hidup tidak makan selama 30 puluh tahun lebih. Ada jamaah di Bekasi yang mampu memerintahkan badannya untuk berangkat lebih cepat dari temannya, jarak yang mustahil ditempuh dengan berjalan kaki, karena ia tidak berjalan dengan kakinya, akan tetapi ia sudah berada disana dalam hitungan detik sebelum temannya tiba. Anda mungkin sering melihat di televisi seorang illusionist yang mampu menampilkan fenomena ghaib juga seorang mentalist yang mampu menggerakkan dan membengkokkan benda keras, hanya dengan kekuatan fikirannya. Ada yang mampu berkomunikasi jarak jauh dengan fikirannya (telepati) dan juga hipnotisme . Hal ini hanya sebagian dari kekuasaan yang ditampilkan oleh kekuatan alam semuanya, bukan kekuatan jin, walaupun memang ada kekuatan alam jin. Itulah kesadaran atas kekuasaan manusia yang di berikan oleh Tuhan. Manusia hanya memanfaatkan atas kekuatan itu yang telah tergelar dengan kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa . Kesadaran jagad raya atau kesadaran universal mengubah image kita bahwa manusia tidaklah terbatas dua buah tangan, telinga, kaki, kepala dan sekujur tubuh ini. Ialah sebuah alam yang amat besar yang bisa digerakkan oleh jiwa kita yang juga universal. Untuk membangkitkan kesadaran universal ini, ada banyak cara yang dilakukan orang. yaitu dengan meditasi ... olah rasa (kesadaran), dan dzikir, semuanya bertujuan mencari kesadaran yang tertinggi dalam dirinya. Untuk mencapai tingkat kesempurnaan itu tergantung pengetahuan yang menghantar kearah itu. Sebagian dari mereka dihantar kepada pengetahuan tentang ilmu energi yang dikandung dalam tubuh manusia, ... mereka diajak untuk berkonsentrasi (menyadari) kepada daya tersebut sampai mendapatkan kekuatan itu (misalnya tenaga dalam, ilmu kontak, memecahkan benda keras, tenaga prana), ada juga yang menyadari keluasan psikologis, untuk menyihir orang ia melakukan konsentrasi kepada objek yang akan dibuat celaka. Kekuatan psikhis ini dihantar oleh gelombang eter (itsir) menuju mental orang tersebut sehingga terjadi kontak dan mempengaruhi jiwa orang tersebut hingga menjadi sakit atau celaka. Bagaimanapun kuatnya phisik seorang petinju jika mentalnya jatuh dia akan bisa dikalahkan oleh lawannya yang memiliki mental lebih kuat. Sebenarnya dalam Alqur'an telah banyak menerangkan bagaimana kekuatan jiwa (kecerdasan jiwa), kekuatan seorang yang beriman mampu mengalahkan 100 orang yang tidak beriman, ... namun kekuatan ini telah ditinggalkan oleh orang islam sendiri. Dan juga menerangkan asal kejadian manusia, yang tersusun dari min sulaalatin min thin (dari sari pati alam, atau inti meteri), sebagai cikal bakal kekuatan manusia yang memiliki kekuatan sebanding dengan kekuatan alam semesta. (lihat surat Al hijr : 28-29) Demikian penjelasan mengenai fenomena alam dan kekuatannya, mudah- mudahan tidak menjadi sebuah hijab dalam perjalanan rohani menuju Allah !! |