Dzikrullah |
PENGALAMAN HAMBA ALLAH | |
|
Ketika anda mulai berdzikir kepada Allah, jiwa anda terfokus hanya kepada Allah, sehingga tubuh (badan) tidak atau belum menyesuaikanan dengan kecepatan roh kita yang sedang melaju menuju Allah. Gerakan- gerakan atau sensasi tubuh tersebut dikarenakan memori kita tidak pernah menyimpan pengalaman ini sehingga dipastikan terjadi ketidak sinkronan antara jiwa dan badan. Namun hal itu tidak akan lama, asalkan anda tetap tekun melakukan pendekatan kepada Allah biarkan sensasi itu kadang-kadang anda dibawa untuk bersujud takbir ... bahkan tafakkur dengan jiwa yang penuh kekhusyu'an. Bertambah kuat anda menyebut nama Allah, maka bertambah kuat pula getaran yang anda rasakan Biarkan sampai keadaan itu akan mereda sendiri, dan suasana berubah menjadi sangat hening dan tunduk patuh kepada Allah ... dan yang paling menyenangkan lagi ... hati menjadi begitu sangat teguh dan mantap, perasaan tenang dan keyakinan kepada Allah bertambah Pengalaman yang anda rasakan mari kita lihat pada surat Az zumar: 22- 23 "Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapatkan cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yagn telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. .... gemetar karenanya kulit (fisik) orang-orang yang takut kepada tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah, itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu dia menunjuki siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya. " Pada ayat ini dijelaskan proses bagaimana orang yang baru kali pertama mendapatkan sambutan atau respons spiritual. Saat hati baru dibuka mendapat pencerahan dari kekerasan hati yang lalai kepada Allah tiba-tiba hati bangkit saat roh itu mendapat respons dari yang Maha Agung badan rasanya menggigil bergetar berat sekali ... badan terisi suatu daya yang sangat dahsyat kadang menangis sejadi-jadinya .... menggerakkan tubuh sehingga tak beraturan, karena tubuh belum mengenal getaran ini sebelumnya Kemudian proses itu berlanjut dengan penyatuan hati dengan badan, keduanya telah mengerti, tidak lagi berlawanan, kini hati dan fisik betul-betul bersatu Apa yang digerakkan hati untuk takbir, fisikpun ikut takbir, dan tidak seperti waktu belum mendapatkan pencerahan dari Allah, fisik melakukan takbir tetapi hati melayang tak karuan . Pada ayat 23, tercantum kalimat taqsya'irru minhu juludulladzina yakhsyauna rabbahum, tsumma taliinu juluduhum wa qulubuhum ila dzikrilla. Bergetar fisik orang yang takut kepada tuhannya, dilanjutkan dengan kata tsumma (kemudian) yang menunjukkan bahwa sensasi fisik itu akan berubah karena hanya merupakan proses yang tidak perlu dikhawatirkan. kemudian fisik mengalami perubahan menjadi lembut tenang tidak berguncang lagi dan menyatu dengan rasa hati yang lembut. Dilanjutkan dengan kalimat dzalika hudallah yahdi bihi man yasya' itulah petunjuk Allah ... Dialah yang menunjuki siapa saja yang di kehendaki Maka jelas sekali, itu adalah tuntunan Allah jangan takut ... biarkan mengalir getaran itu jangan ditahan atau ditolak Rasulullah saat-saat pertama kali menerima wahyu, badan beliau menggigil, bergetar, dan takut, kemudian beliau mendapat tuntunan dan untuk wahyu-wahyu selajutnya tidak mengalami proses seperti itu lagi. Dengan demikian anda akan lebih percaya, bahwa Allah itu ternyata ada, dan merespons kedatangan hati kita, ... serta sapaan itu sungguh bisa dirasakan oleh siapa saja !!! Badan ada dua : Saya pernah menjelaskan fenomena ini kepada rekan-rekan kita, Sdr. Mohd Suhaimi Mat Isa, Sdr. Budi Satyasa W & Ibu A S. Untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan anda, silahkan dibuka arsip berikut ini, namun bila mengalami kesulitan bisa menghubungi moderator <[email protected]> : http://www.egroups.com/message/dzikrullah/87 http://www.egroups.com/message/dzikrullah/88 http://www.egroups.com/message/dzikrullah/89 Disana saya jelaskan bahwa yang anda lihat bukan wujud Roh, sebab roh tidak bisa dijangkau oleh fikiran dan akal manusia . firman Allah : katakanlah roh itu adalah urusan tuhanku ( Al isra':85) Kalau anda faham tentang keuniversalan jiwa, anda tidak akan perpikir bahwa jiwa itu seperti apa yang kita tahu sekarang memiliki badan yang gagah berkumis atau kalau wanita ... akan mengatakan jiwa itu berparas cantik ... bertubuh indah dll. Namun didalam Alqur'an mengapa jiwa dipanggil dengan sebutan feminin (wanita) yaa ayyatuhan nafsul muth mainnah, wahai jiwa yang tenang Didalam peraturan tata bahasa `arab, mengatakan bahwa sesuatu yang universal maka bersifat feminin (kullu jam'in muannatsin), seperti: langit (samawaati), bumi, surga (jannatun), semua disebut dengan atribut kewanitaan Sehingga jiwa bisa memiliki badan lebih dari satu, misalnya anda sedang tidur, akan tetapi anda masih memiliki badan saat anda bermimpi atau memasuki alam ghaib. Dialam barzah saat anda mati, bagi orang lain hal ini dimanfaatkan untuk mencari kesaktian dan kekuatan spiritual karena dia mampu melihat secara kasyaf jika diminta.. Apabila anda berjumpa lagi dengan wujud anda itu, kembalikan kepada Allah dengan mengucapkan innalillahi wainna ilaiha rajiun, sebab yang kita tuju adalah Allah, ... yang tidak bisa dibayangkan ... yang tidak bisa ditangkap dengan panca indera, ... yang tidak bisa disamakan dengan sesuatu Kesadaran jiwa adalah kita menyadari bahwa kita sebenarnya bukan badan wadag ini. Juga bukan wujud yang kita lihat dalam mimpi, atau pengalaman anda melihat wujud anda secara sadar. Semua itu adalah wadah (nafs), dimana kita memiliki semua itu, sehingga kapan saja kita bisa memunculkan badan-badan itu, ... bahkan lebih dari seribu badan. Untuk lebih jelasnya saya menyarankan anda untuk membaca artikel saya mengenai hakekat manusia, yang terdiri kesadaran diri dan kesadaran universal. Wassalam, |