Dzikrullah

MEMASUKI KEADAAN DZIKIR  (PATRAP KEDELAPAN)
PATRAP PERTAMA
PATRAP KELIMA
PATRAP KEENAM
PATRAP KEDELAPAN
KAYA DAN MISKIN
ALLAH ITU DEKAT
ALLAH SEGALA SESUATU
BADAN MENEGANG
DIMANA ALLAH
ILMU LADUNNI
KEKUATAN LAA ILAH HA ILLALLAH
MASALAH RUH
PENGALAMAN HAMBA ALLAH
DI ZAWIYYAH SEBUAH MASJID
BERGURU KEPADA ALLAH
PALING MERENDAHKAN DIRI
KOSONGKANLAH HATI

 


Bila mungkin, carilah tempat atau ruangan, yang
terbebas dari gangguan, agar bathin anda merasa aman
dan tenang. Duduklah yang enak agar anda dapat
mengendorkan otot-otot dan membebaskan ketegangan
syaraf. Lepaskan ketegangan dan biarkan otot-otot
menjadi lemas, sampai terasa  tenang dan damai
meresapi seluruh tubuh. Istirahatkan badan dan
pasrahkan seluruh jiwa raga. Atau lakukanlah dengan
posisi berdiri, hal ini dilakukan untuk menghindari
mudah terlena dan tertidur …

Kondisi tersebut sangat baik bagi tahap permulaan
praktek latihan, tetapi setelah pengalaman hendaknya
mampu melakukan pengendoran badan dan menenangkan
pikiran dimana pun dan kapanpun anda memerlukannya.
Ingat bahwa keadaan dzikir harus berada dibawah
penguasaan kemauan yang keras. Didalam melakukan
praktek dzikir harus diterapkan pada waktu yang tepat
dan atas kemauan sendiri. Sadari bahwa Aku adalah
hakiki nya manusia yang tidak pernah tidur - tidak
mati - abadi,  ... selalu sadar tidak pernah mengalami
sedih dan takut … Aku sang roh suci (fitrah) yang
mampu menembus alam mimpi,  alam malakut dan alam
uluhiyah…..

Sekarang anda memasuki tahapan yang menyebabkan Aku
merasa sebagai makhluq mental. Kalau anda memejamkan
mata anda akan merasakan dan bisa membedakan mana Aku
yang sebenarnya … disitu ada aku yang memperhatikan
sensasi badan, seperti misalnya : lapar, haus, sakit,
sensasi yang menyenangkan, kesedihan. Anda akan
merasakan ternyata bukan aku sebenarnya yang lapar,
sakit dan sedih, akan tetapi itu adalah sensasi
peralatan atau instrumen yang dimiliki oleh sang Aku.
Anda sebenarnya diluar atau diatas semua alat-alat
tadi!!  Maka dari itu anda harus melepaskan diri anda
dari yang bukan hakiki, agar tidak diombang-ambingkan
oleh peralatan anda sendiri. Sadari Aku adalah yang
menguasai perasaan dan pikiran, jadilah tuan atas diri
anda … keluarlah anda seperti anda melepaskan baju,
lalu tinggalkan & jangan anda memikirkan semuanya itu.
Karena  peralatan anda mempunyai bathin naluri yang
akan bergerak menurut fungsinya. Perhatikan saat anda
tidur … Aku anda meninggalkan tubuh anda tanpa harus
memikirkan bagaimana nantinya badanku, kenyataanya
instrument tubuh bekerja menurut yang dikehendaki oleh
nalurinya sendiri.

Sadarkan sang Aku. Hubungkan dengan dzat yang Maha
Mutlak ... hadirlah dihadapan-Nya sebagaimana
kesaksian Aku  dialam ‘Azali ... Panggillah …penuh
santun ya Allah … ya Allah … tundukkan jiwa anda
dengan hormat … dan datanglah kehadirat-Nya dengan
terus memanggil ya Allah …ya Allah … timbulkan rasa
cinta yang dalam … hadirlah terus dalam dzikir …
biarkan sensasi pikiran dan perasaan melayang-layang …
Sadarkan dan kembalikan bahwa Aku bukan itu semua …
Aku adalah yang menyaksikan semuanya … bersaksilah
dengan mengucapkan dua kalimat syahadat … sampaikan
do’a salawat untuk Rasulullah .dan keluarganya.
Teruskan Aku melayang menembus semua alam-alam yang
menghalangi,  biarkan Aku berjalan menuju Yang Maha
tak Terhingga … jangan perdulikan kebisingan diluar
diri kita ..  teruskan jangan berhenti sampai ada
sambutan … hingga dzikir anda akan berubah dengan
sendirinya bukan dari rekayasa pikiran … menjadi laa
ilaaha illallah atau subhanallah ... Kalau sudah
mencapai keadaan seperti ini … dzikir anda ... akan
terbawa saat anda bekerja … menyetir mobil  dan
mengangkat takbir, saat  shalat ataupun wudhu’ …

Suasana dzikir terus membekas dan menyebabkan  hati
menjadi tenang luar biasa, dzikir bukan lagi sebuah
lafadz akan tetapi merupakan suasana ingat dan ihsan.
Apabila keadaan dzikir anda sudah terasa menyelimuti
hati … pikiran … dan badan anda, frekwensi getaran
makin lama makin terasa … dan semakin kuat rasa
sambung kepada Allah. Hati anda semakin sensitif …
mudah menangis … dan kadang tidak bisa ditahan saat
anda membaca Alqu’an dan shalat walaupun anda tidak
mengerti artinya.

SENSASI YANG BIASANYA MUNCUL SAAT ANDA BERDZIKIR

Ketika anda menghadirkan atau menghubungkan diri anda
dengan Allah, tiba-tiba muncul rasa haru … merinding
…. Badan terasa agak berat dan bergoncang …. seperti
ada muatan getaran yang menyelimuti badan … semakin
kuat hubungan anda dengan Allah, maka akan semakin
kuat getaran yang ditimbulkannya … biarkan getaran itu
mengalir … dengan getaran itulah anda tidak lagi
terganggu oleh pikiran dan khayalan yang
melayang-layang …

Adanya getaran merupakan tanda kesambungan anda dengan
Allah … biasanya anda tidak akan kuat menahan tangis
yang tiba-tiba muncul …. Kadang anda akan dituntun
shalat ….dituntun berdzikir … dituntun bersujud.
Biarkan jangan ditolak atau dilawan ... pasrahkan saja
dengan ikhlas. Anda tidak akan mengalami rasa penat,
capek dan jenuh walaupun itu terjadi berjam-jam
lamanya. Sekalipun hal itu anda lakukan pada waktu
malam hingga pagi .. tubuh rasanya menjadi segar dan
tidak lemas ... bahkan terasa lebih rileks dan nyaman.

Semakin anda tekun berkomunikasi kepada Allah  semakin
halus getaran yang muncul. anda mungkin menjadi heran
tatkala anda agak sulit marah, hati anda lebih
terkendali tanpa ada penahanan atau pemaksaan. Hati
menjadi lunak dan menimbulkan perangai yang sangat
lembut. Hati terus menerus berdzikir bukan dari
keinginan nafsu… dzikir itu muncul dari rasa Aku yang
dalam… tiada bisa dibendung ….rasanya seperti ditarik
oleh  rasa kesambungan yang sangat kuat.  kondisi
seperti itu pikiran menjadi lemah tidak lagi liar
seperti semula. Nafsu menjadi teredam dan istirahat
…yang ada tinggal rasa atau getaran iman yang dalam
dan muncul tiada bisa dicegah…
Hosted by www.Geocities.ws

1