Dzikrullah |
BADAN MENEGANG | |
|
Ketakutan itu sebenarnya sudah lama terpendam dalam memori otak, kemudian muncul saat anda melepaskan keterikatan terhadap badan, yaitu ditandai dengan keadaan sangat hening Hening itu adalah terbebas sementara dari keinginan syahwat (tidak ada gejolak nafsu dan pikiran), sehingga anda merasakan hampa aktivitas fisik, rasanya hening sekali atau fly menurut anda !! Saat itulah anda melihat ketakutan yang sangat luar biasa seperti tanpa sebab. Itulah rasa takut yang sebenarnya, itulah kejiwaan yang menipu kita berkata iman namun jiwa kita tidak Kita telah berkali-kali mengatakan bahwa apa yang kita dapat (harta ) itu rizki dari Allah, namun begitu sebagian kecil dari harta kita hilang kita tidak menerima kejadian itu dengan ikhlas kita menyesali kejadian itu ... kita menjadi marah dan tidak bisa tidur. Dan mengatakan tuhan tidak sayang lagi, bahkan dikatakan Allah telah mencoba dengan cobaaan yang berat saya akan sadarkan mengenai hal ini kalau anda mengatakan bahwa rezki itu dari Allah dan kita diberi hak pakai untuk sementara saja Lalu suatu saat yang memiliki itu datang untuk memintanya kembali apakah sipemilik itu dikatakan jahat & tidak sayang lagi, serta mencoba perasaan kita ?? Sebenarnya siapa yang jahat kita atau Allah. Dia telah meminjamkan kita apa saja yang Dia miliki, namun tetap saja kita mengatakan Allah tidak adil. Jika hal ini tidak kita sadari, maka ketakutan-ketakutan itu akan selalu menghantui perasan kita Saya takut mati saya takut tidak berhasil saya takut tidak dihormati saya takut tidak mendapatkan rizki ... saya takut miskin saya takut orang menghina, ... saya takut anak-anak tidak berhasil menjadi pejabat , ... dan saya takut..takut, ... takut dan takut . Keadaan itu menghantui perasaan anda puluhan tahun, sehingga anda tidak bisa membedakan mana rasa takut itu sebenarnya, karena rasa itu telah menjadi nafas dan detak jantung lalu tiba-tiba anda menaikkan kesadarannya menuju Tuhan ... jiwa anda berada diketinggian, sehingga tampak apa yang anda pendam selama sekian puluh tahun. Ternyata ketakutan itu bergitu besar dan dahsyat anda sempat terkejut dengan keadaan rasa takut yang besar itu sampai anda mengatakan "takut tidak beralasan" Itulah kenyataan, ... bahwa kita tidak pernah bergantung kepada Allah. Kita merasa memiliki kita tidak perlu Allah dan kita takut kehilangan semuanya anak, istri, mobil, rumah, dan pekerjaan saat anda bersedia menghadap Allah memori itu masih mempengaruhi perjalan Roh anda, ... dan anda melihatnya bahwa ketakutan itu begitu besar yang terekam dalam jiwa Kini anda ingin mencoba melepaskan itu semua dengan cara berserah diri, ... anda melihat geliat roh itu keluar dari himpitan keinginan nafsu yang menguasai selama ini. Geliat itu terasa sekali sehingga terjadi sensasi fisik yang menegang dan bahkan bergerak cepat Roh itu keluar dan menjadi tuan atas badan wadag anda, ... karena selama ini yang menggerakkan badan anda adalah fikiran dan nafsu. Kita telah lama mengabaikan suara suci kita sendiri, dan sekarang anda ingin mengeluarkan itu Firman Allah : " gemetar karenanya kulit (fisik) orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang (seperti fly) kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah, itulah petunjuk Allah !! ( Az Zumar: 23 ) Biarkan saja sensasi itu, karena itu akan mereda sendiri, ... relakan saja (pasrah) karena dengan itu anda akan dituntun atau dibimbing Anda perhatikan ayat diatas, ada kalimat tsumma (kemudian) yang menunjukkan sensasi itu akan berubah dengan sendirinya, dimulai dengan bergetarnya fisik, sehingga badan wadag akan serasi dengan gerakan roh yang selama ini kita selalu bertentangan (konflik bathin) dengan suara hati yang suci ( Aku), maka dengan berdzikir kepada Allah lah fisik dan hati akan seirama dan satu dalam suasana iman ..itulah petunjuk Allah jangan takut !!! |