Dzikrullah

MEMASUKI KEADAAN DZIKIR  (PATRAP KEENAM)
PATRAP PERTAMA
PATRAP KELIMA
PATRAP KEENAM
PATRAP KEDELAPAN
KAYA DAN MISKIN
ALLAH ITU DEKAT
ALLAH SEGALA SESUATU
BADAN MENEGANG
DIMANA ALLAH
ILMU LADUNNI
KEKUATAN LAA ILAH HA ILLALLAH
MASALAH RUH
PENGALAMAN HAMBA ALLAH
DI ZAWIYYAH SEBUAH MASJID
BERGURU KEPADA ALLAH
PALING MERENDAHKAN DIRI
KOSONGKANLAH HATI

 


Hadist-hadist Rasulullah


1. Dari Abu Hurairah Ra. Dari Rasulallah Saw. Bersabda : barang siapa
yang duduk pada suatu termpat duduk yang dia tidak dzikir (ingat)
kepada Allah, dan atau ditempat itu, maka ada atasnya kebencian dari
Allah ta'ala. Dan barang siapa bertiduran pada tempat tidur yang
ia
tidak dzikir kepada Allah ditempat itu, maka ada atasnya kebencian
dari Allah, artinya merupakan kekurangan tabiat jelek dan kerugian.
(dikeluarkan oleh Abu Dawud)

2. Banyaklah olehmu menyebut Allah disegenap keadaan karena tak ada
sesuatu amal yang lebih disukai Allah dan tak ada yang sangat
melepaskan hamba dari suatu bencana di dunia dan akhirat dari pada
menyebut Allah (HR: At Tabrany )

3. Berfirman Allah Swt. Aku menurut persangkaan hamba-Ku  kepada-Ku
dan aku besertanya dimana ia mengingat akan Aku (HR
Bukhari–Muslim)

4. Tidaklah duduk sesuatu kaum disuatu majelis lantas mereka menyebut
nama Allah dimajelis itu melainkan mengelilingi mereka dan rahmat
menutupi mereka dan Allah menyebut mereka dihadapan orang-orang yang
disisi-Nya ( HR Ibn Syaiban. Tahfudz Dzikirin:12)

5. Tiada berkumpul suatu kaum didalam suatu rumah Allah (masjid)
untuk menyebut Allah hendak memperoleh keridhoan-Nya melainkan Allah
memberikan ampunan kepada mereka itu. Dan menggantikan keburukan-
keburukan mereka dengan berbagai kebaikan (HR Ahmad … At Targhieb
3:63 )

6. Barang siapa tiada banyak menyebut Allalh, maka sesungguhnya
terlepas dia dari imannya ( HR. At Tabrany dalam Al Ausath )

7. Bahwasanya Allah berfirman: hai anak Adam, apabila engkau telah
menyebut akan Aku, berarti engkau telah mensyukuri akan Aku. Dan
apabila engkau telah melupakan akan Aku, berarti engkau telah
mengingkari nikmat dan ihsan-Ku ( HR. At Tabrany  dalam Al Ausath )

8. Perumpamaan orang yang menyebut tuhannya dengan orang orang yang
tidak menyebut tuhannya, adalah umpama orang yang masih hidup
dibanding dengan orang mati. ( HR. Bukhary ..At TarghiebWat Tarhieb 3
:59)

9. Berkata Abu Hurairah Ra. Bersabda Nabi Muhammad Saw. telah
mendahului "mufarridun ". Mereka (para sahabat) berkata:
Apakah
Mufarridun itu? Beliau menjawab: orang-orang lelaki dan perempuan
yang banyak menyebut nama Allah (dikeluarkan Oleh Imam Muslim)

10. Telah menyebutkan Abdullah bin Yusr bahwa sesungguhnya ada
seorang laki-laki berkata : Sesungguhnya syari'at iman itu
sungguh
amat banyak bagiku, maka kabarkanlah kepadaku dengan sesuatu yang aku
menetapinya. Beliau bersabda : senatiasa lisanmu basah dari dzikir
(ingat) kepada Allah Ta'ala.


Sudah terlalu banyak yang kita mengerti dari perintah-perintah Allah
didalam Al Quran dan Al Hadist. Namun apakah akan tetap menjadikan
dalil tinggallah dalil, dan kita tetap saja tidak mau berbuat banyak
dalam melaksanakan peribadatan kepada Allah. Sampai kapan kita hanya
mengumpulkan data-data keislaman yang tidak terhitung banyaknya.
Apakah sebenarnya tujuan kita beragama !? Bukankah kita akan  kembali
kepada-Nya dengan tidak membawa apa-apa (Pasrah)  !?

Terlalu panjang ... kalau kita membicarakan persoalan yang tiada
habis-habisnya. Apalagi mempersoalkan hal furuiyyah … syariat
Islam
itu tidak sekedar soal hukum-hukum positif saja, tetapi banyak nilai
spiritual yang belum digali dengan benar. Akibatnya kita ketinggalan
dengan para Yogi India yang menekuni realitas kejiwaan yang bersifat
universal, sehingga para penganutnya bukan saja dari kalangan hindu,
akan tetapi sebagian orang Islam dan bangsa Eropa yang beragama
Kristen telah menekuninya tanpa harus menjadi Hindu. Dan membawa
manfaat baik lahir maupun mental spiritualnya. Mengapa nilai
spiritual Islam tidak mampu menembus wilayah bangsa-bangsa lain yang
bermanfaat bagi kedamaian manusia, yang diakui menyatakan Rahmatan
lil'alamin !? Mengapa kita memandang mereka dengan rasa kebencian
dan
bermusuhan.? Padahal tidak semua orang kafir harus diperangi (harbi).
Mengapa kita tidak melakukan saja pekerjaan yang bermanfaat untuk
kesejahteraan ummat manusia dan alam? Mengapa kita tidak menjadikan
manusia itu cerdas dan bermental spiritual yang  damai? Lihatlah
bangsa Jepang, negara yang amat kecil dan disegani lawannya, dikagumi
semua Ummat, padahal dia tidak memiliki pasukan penggempur musuh.
Kita Ummat yang mengaku khairun Ummat (Ummat yang terbaik), ternyata
dilecehkan dan dihinakan, dijajah, dan tidak dipandang sebagai ummat
yang cerdas, bahkan hampir disamakan dengan bangsa primitif, karena
menonjolkan sifat kekasaran, dan kekuatan ototnya. Kita mudah marah
dan tersinggung, jika dikatakan ummat islam itu terbelakang, yang
identik dengan kemiskinan dan kebrutalan.

Kenyataannya kita sering dihambat oleh ummat sendiri. Al islam
mahjubun bil Muslim, kreatifitas dan inovasi pemikiran dan kajian
ummat, terkadang diserang habis habisan tanpa ikut meneliti terlebih
dahulu kebenarannya dengan alasan bid'ah.

Orang yang menekuni bidang pendidikan, filsafat, dan ilmu-ilmu sain
dianggap tidak memperjuangkan ummat, padahal mereka adalah orang yang
mengisi khasanah keilmuan yang digali  dalam literatur Islam yang
penuh dengan persoalan-persoalan manusia, alam dan fenomenanya.

Saya mengajak segenap ummat Islam agar kembali kepada jalan suci yang
dirintis para pendahulu kita, yang lebih banyak berbuat ketimbang
berbicara. Islam berkembang bukan dengan kekerasan, akan tetapi
melalui kebudayaan, melalui sains yang digali oleh para Ulama yang
mengungkapkan keagungan dan keunikan alam semesta. Ulama-ulama yang
sangat intens terhadap ilmu fisika, matematika, dan kedokteran
seperti, Ibnu Sina, Al Jabber, Ibnu Rusydi dll, mempunyai andil
mengangkat derajat dan kebesaran Islam pada abad ke tujuh sampai
akhir abad kedua belas,  ... hingga akhirnya terpuruk  pada saat
ini.  Menurut pandangan  saya, Jepang , Singapura, Perancis adalah
potret negara Islami yang sebenarnya, sebab disanalah dasar-dasar
filsafat Islam tertanam menjadi budaya yang tinggi seperti 
kedisiplinan, ketekunan, kesadaran hukum, kebersihan, wajib belajar,
memperhati-kan hak asasi manusia, binatang, dan lingkungan. Hanya
satu yang belum … yaitu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya

Demikian harapan dan sentuhan rasa yang dalam akan keinginan khasanah
keislaman dijalankan melalui gerakan jiwa yang dalam dan bersih. Dan
hanya dengan berbuat melalui kesadaran spiritual yang tinggi
keinginan itu akan tercapai. Sebab kesadaran adalah modal tertinggi
untuk mencapai sesuatu. Bukan dengan emosi dan cemburu terhadap karya
orang lain lalu kemudian memusuhinya tanpa jelas perkaranya. Hanya
dengan berdzikir kepada Allah hati menjadi tenang … sehingga
melahirkan karya-karya yang bermanfaat dan berperilaku akhlaq yang
mulia.
Hosted by www.Geocities.ws

1