kebiasaan Artikel IlmuKomputer.Com - Komunitas eLearning Gratis Ilmu Komputer Indonesia Sekilas Tentang

 

 

 Silahkan pilih warna yang kamu suka  !!

Home  -  About me  - Artikel  - Fatwa bijak  -  Album kenangan  -  Ramalan  - Lagu  -  Flash - Back

Mari belajar berbagi, untuk meningkatkan wacana, bersama saya:  "dadi resmawan"

 Daftar Link

 

 
 
Ke Halaman utama

 Artikel 1

 

 10 Tips sehat

 

 Kunci Berhenti merokok

 

 Berpikir Kreatif

 

Cara Bijak Hadapi Resiko

 

 Kiat Tidur Sehat & nikmat

 

 Ceria jalani hidup

 

 Menangis & tertawa sama sehatnya

 

 Selamat tinggal bete !

 

 7Habits-(Franklin covey)

Artikel 2

 

ingat 5 Hal

 

 Pepatah Orang Bijak

 

 Tips bahagia

 

 Kiat sukses

 

 Menjaga stamina

 

 Hidup harus bertujuan

 

 Artikel 7

 

 Artikel 8

 

 Artikel 9

 

 Artikel 10

 

 Artikel 11

 

 Artikel 12

 

 Artikel 13

 

 Logaritma Biner

 

 Artikel 1

 

 Artikel 2

 

 Artikel 3

 

 Artikel 4

 

 Artikel 5

 

 Artikel 6

 

 Artikel 7

 

 Artikel 8

 

 Artikel 9

 

 Artikel 10

 

 Artikel 11

 

 Artikel 12

 

 Artikel 13

 

 Logaritma Biner

 

*7 Kebiasaan manusia yang efektif*

7 kebiasaan by franklin covey


Kebiasaan I : Jadilah Proaktif
Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (dimasa lalu, dimasa sekarang, maupun dimasa mendatang) dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Orang-orang proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain. mereka lakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang unik--- kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi, dan kehendak bebas-- dan untuk melakukan pendekatan diri dari dalam ke luar untuk menciptakan perubahan. Mereka bertekad menjadi pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri, yang adalah paling mendasar yang bisa diambil setiap orang.

Kebiasaan 2 : Merujuk pada Tujuan akhir
Segalanya diciptakan dua kali-- pertama secara mental, kedua secara fisik. Individu, keluarga tim dan oraganisasi, membentuk masa depannya masing-masing  dengan terlebih dulu menciptakan visi serta tujuan setiap proyek mental. Mereka bukan menjalani kehidupannya hari demi hari tanpa tujuan-tujuan yang jelas dalam benak mereka. Secara mental mereka identifikasi prinsip-prinsip, nilai-nilai, hubungan-hubungan, dan tujuan-tujuan yang paling penting bagi mereka sendiri dan membuat komitmen terhadap diri sendiri untuk melaksanakannya. Suatau pernyataan misi adalah bentuk tertinggi dari penciptaan secara mental, yang dapat disusun oleh seorang individu, keluarga, atau oraganisasi. Pernyataan misi ini adalah keputusan utama, karena melandasi keputusan-keputusan lainnya. Menciptakan budaya kesamaan misi, visi, dan nilai-nilai, adalah inti dari kepemimpinanan.

Kebiasaan 3 : Dahulukan yang Utama
Mendahulukan yang utama adalah penciptaan kedua secara fisik. mendaahulukan yang utama artinya mengorganidasikan dan melaksanakan, apa-apa yang telah diciptakan secara mental (tujuan anda, visi anda, nilai-nilai anda, dan prioritas-prioritas anda). Hal-hal sekunder tidak didahulukan. Hal-hal utama tidak dikebelakngkan. Individu dan organisasi memfokuskan perhatiannya pada apa yang paling penting, entah mendesak entah tidak. intinya adalah memastikan diutamakannya hal yang utama.

Kebiasaan 4 : Berpikir menang-menang
Berpikir menang/menang adalah cara berpikir yang berusaha mencapai keuntungan bersama dan berdasarkan pada sikap saling menghormati dalam suatu interaksi. Berpikir menang/menang adalah didasarkan pada kelimpahan -- "kue" yang selamanya cukup, peluang, kekayaan, dan sumber-sumber daya yang berlimpah -- ketimbang pada kelangkaan serta persaingan. Berpikir menang/menang artinya tidak berpikir egois (menang/kalah) atau berpikir seperti martir (kalah/menang). Dalam kehidupan bekerja maupun keluarga, para anggotanya berpikir secara saling tergantung -- dengan istilah "kita", bukannya "aku" . Berpikir menang/menang mendorong penyelesaian konflik dan membantu masing-masing individu untuk mencari solusi-solusi yang sama menguntungkan. berpikir menang/menang artinya berbagi informasi, kekuasaan, pengakuan, dan imbalan.

Kebiasaan 5: berusaha untuk memamahi terlebih dahulu, baru dipahami
Kalau kita dengarkan dengan seksama, untuk memahami orang lain, ketimbang untuk menanggapinya, kita memulai komunikasi dan membangun hubungan. Kalau orang lain merasa dipahami, mereka merasa ditegaskan dan dihargai, mau membuka diri, sehingga peluang untuk berbicara secara terbuka serta dipahamai terjadi lebih alami dan mudah. Berusaha memahami ini menuntut kemurahan; berusaha dipahami menuntut keberanian, keefektifan terletak dalam keseimbangan diantara keduanya.

Kebiasaan 6: Wujudkan sinergi
sinergi adalah soal menghasilkan alternatif ketiga -- bukan caraku, bukan caramu, melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing. Sinergi adalah buah dari sikap saling menghargai -- sikap memahami dan bahkan memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam mengatasi masalah, memanfaatkan peluang. Tim-tim serta keluarga-keluarga yang sinergis memanfaatkan kekuatan masing-masing individu sehingga secara keseluruhannya lebih besar dari pada jumlah total dari bagian-bagiannya. Hubungan-hubungan serta tim-tim seperti ini mengenyampingkan sikap saling merugikan (1+1=1/2). Mereka tidak puas dengan kompromi (1+1=1 1/2), atau sekedar kerjasama (1+1=2).
Melainkan, mereka kejar kerjasama yang kreatif (1+1=3 atau lebih).

Kebiasaan 7 : Mengasah gergaji
Mengaasah gergaji adalah soal memperbaharui diri terus-menerus dalam keempat bidang kehidupan dasar: fisik, sosial/emosional, mental, dan rohaniah. kebiasan inilah yang meningkatkan kapasitas kita untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif lainnya. Bagi sebuah organisasi, kebiasaaan 7 mengalahkan visi, pembaharuan, perbaikan terus-menerus, kewaspadaan terhadap kelelahan atau keharuan, perbaikan terus-menerus, kewaspadaan terhadap kelelahan atau kemerosotan moral, dan memposisikan oraganisasinya di jalan pertumbuhan yang baru. Baru sebuah keluarga secara berkala, seperti membentuk tradisi-tradisi yang merangsang semangat pembaharuan keluarga.

Rekening Bank Emosional
Rekening Bank Emosional mencerminkan tingkat kepercayaan dalam suatu hubungan. Seperti rekening keuangan di Bank, kita memasukan simpanan atau melakukan penarikan dari rekening ini. Perbuatan-perbuatan  seperti memahami terlebih dulu, bersikap murah hati, menepati janji, dan bersikap setia walaupun orang yang bersangkutan tidak hadir, meningkatkan saldo kepercayaan. Tidak murah hati, melanggar janji, dan bergosip tentang seseorang yang tidak hadir, mengurangi atau bahkan menghapuskan kepercayaan dalam suatu hubungan.

Paradigma
Paradigma adalah cara masing-masing orang memandang dunia, yang belum tentu cocok dengan kenyataannya. Paradigma adalah petanya, bukan wilayahnya. Paradigma adalah lensa kita, lewat mana kita lihat segalanya, yang terbentuk oleh cara kita dibesarkan, pengalaman, serta pilihan-pilihan kita selama ini. (diedit oleh dady dari The 7 Habits franklin covey)

 

Home  -  About me  - Artikel  - Fatwa bijak  -  Album kenangan  -  Ramalan  - Lagu  -  Flash - Back

Apa yang kita lakukan, semuanya berpaling pada paradigma, pengetahuan, pengalaman, dan referensi

 

Hosted by www.Geocities.ws