|
*Cara
melatih berpikir Kreatif*
Posted by:dady
KCM, 03 November 2004. "
reatif”
hanyalah sebuah kata pendek dan
sederhana. Namun, berkat pemikiran kreatif, kesuksesan besar,
semisal kemajuan teknologi, industri, dan bidang lain, terjadi
Tidak
berlebihan bila dikatakan, berpikir kreatif merupakan kunci
keberhasilan.
Lalu,
bagaimana cara untuk bisa berpikir kreatif?
erikut ini cara yang
bisa dicoba:
Berpikir,
semua bisa dilakukan
Yakinlah,
sesuatu yang akan kita kerjakan mampu kita selesaikan. Artinya,
harus optimis. Buang ungkapan bernada pesimis. Misal, ”Saya
mungkin bisa mengerjakan”. Ganti dengan ungkapan penuh optimisme.
Contoh, ”Saya pasti bisa mengerjakannya”, ”Bagi saya tidak
ada kata menyerah!”.
Pernyataan
optimis melatih kita berani masuk ke persoalan. Pola pikir pun
berkembang, karena dipaksa memeras otak untuk mewujudkan tekad itu.
Hilangkan
cara berpikir konservatif
Pola berpikir
konservatif ditandai dengan kekhawatiran untuk menerima perubahan,
meski perubahan itu menguntungkan. Karena ingin mempertahankan
gaya konservatif, perubahan ditanggapi secara dingin, bahkan
dipersepsikan sebagai ancaman. Karena merasa nyaman atau
diuntungkan dengan cara konservatif, ketika dituntut untuk
mengubah pola pikir, kita takut akan mengalami kerugian.
Hendaknya disadari,
cara berpikir konservatif memasung pemikiran kreatif karena
pikiran dibekukan oleh sesuatu yang statis. Padahal dalam berpikir
kreatif unsur statis semestinya dihilangkan. Mulailah berpikir
dinamis, dengan terus mengolah pemikiran untuk menemukan pola
pikir efektif.
Ada
tiga cara mengurangi atau menghilangkan pola berpikir konservatif.
Pertama,
terbuka terhadap masukan. Masukan adalah bahan mentah sangat
berharga. Lalu, kita mengolahnya menjadi “barang jadi” lewat
pemikiran kreatif. Jadi, jangan takut dengan ide, usulan, bahkan
kritik. Karena semua itu merangsang kita berpikir kreatif.
Kedua,
mencoba pekerjaan atau hal di luar bidang kita. Untuk
”memperkaya” diri, pola pikir juga perlu menghadapi sesuatu
yang berbeda dari biasanya.
Ketiga, harus
proaktif. Kita dituntut ”menjemput bola” dalam menghadapi
sesuatu, dan bukan ”menunggu bola”. Bertindak proaktif berarti
membuat diri bebas memilih tindakan, tentu berdasarkan perhitungan
matang. Ini bisa terjadi kalau kita mempunyai kreativitas berpikir.*
|