1. Keep move
on guys !
Salam sejahtera buat seluruh penghuni Fisip Unpas! Katanya, yang buat manusia terus hidup
adalah terus berfikir kreatif. Ayo, gimana dengan mahasiswa Fisip?, Untuk kawan-kawan
BPPM, salut dech..Keep move on guys! Biar ngga' dapet duit dari birokrat kampus, itu bukan
masalah besar, yakin dech kalo kerjaan kalian pasti ada gunanya, minimal bisa ngebukti'in
k'lo duit bukan penghambat untuk berfikir kreatif, walaupun bisa jadi faktor dominan yang
menunjang. Hey birokrat kampus dukung kawan-kawan kita donk. Inga..inga..kredibilitas dan
kualitas Unpas dipertaruhkan.
Laban "nyo2"Abraham.
Mahasiswa Fisip yang cinta Unpas
2. Bener duit bukan segala-galanya, But kita butuh modal nih..!
Salam pembebasan !
Rezim memang luar biasa pintar, tak perlu represivitas militer lagi untuk meredam
radikalisasi massa yang menuntut hak hidupnya. Tinggal menggunakan massa rakyat sebagai
Pamswakarsa, Banser, atau Satgas partai dan Ormas pemuda untuk membubarkan aksi. Selain
itu cara-cara ilusi juga tetap ampuh sebagai senjata peredam massa.
Menjelang SU tahunan MPR nanti, elit politik akan kembali bertarung berebut kue kekuasaan.
Massa awam akan diperalat kembali oleh para elit poltik sebagai bargaining power dalam SU.
Hasilnya kemungkinan besar akan terjadi pertarungan horizontal pada massa awam.
Agenda-agenda mendesak seperti tolak neoliberalisme, cabut Dwifungsi TNI, seharusnya
diagendakan dalam SU. Disinilah tugas kaum revolusioner untuk tetap mempelopori massa,
rakyat, agar desak agenda-agenda di atas dan tidak terjebak dalam pertarungan elit di SU
tahunan MPR. Salut untuk Pasoendan yang pada edisi ini mempropagandakan tuntutan-tuntutan
anti neoliberalisme.Pers adalah pencerahan .Pencerahan adalah pembebasan.
Rusman
LMND Bandung
3. Buat PASoeNDAN
Gue bangga dengan akses kamu-kamu muda yang udah ngebangun suatu media yang
lumayan oke.
Pasalnya nggak mudah lho buat media massa dengan taraf majalah yang perwajahannya begitu
apik plus graphis yang perfect meski jeda terbitnya sangat jauh, gua doain dech supaya
bisa rutin jadi bulanan . Selamat berjuang !.
M. Jasmin Jafar
Universitas Mulawarman KALTIM
4. Terima kasih atas pujiannya, emh...jadi pengen malu.
Jadilah Persma Independent dan Aspirator nurani rakyat
Salam sayang buat mojang Unpas!
Setelah menjalani proses pemahaman dan pemikiran yang panjang, lahir sebuah pemahaman
bahwa polarisasi kekuatan dan kebersamaan mahasiswa karena adanya hegemoni dan intervensi
penguasa terhadap segala kegiatan mahasiswa sampai ke dalam kampus. Begitu pula yang
terjadi terhadap kegiatan pers mahasiswa, sehingga terjadi kelesuan dan ketidakgairahan
terhadap aktivitas pers mahasiswa itu sendiri. Berawal dari pemahaman itulah, kita harus
samakan persepsi dan cara pandang terhadap kekuatan hegemonik di kampus, sehingga kita
bisa menjadi pers mahasiswa independen dan menjadi aspirator nurani rakyat.
Salam setengah merdeka untuk kedaulatan mahasiswa!
Mas Sholeh
Manifest crew Fak. Hukum Unibraw Malang
5. Up Load ke internet donk!
Salam sejahtera kepada kawan-kawan pasoendan!
Lewat rubrik ini saya ingin memberi masukan kepada teman-teman. Maraknya media on-line
akhir-akhir ini agaknya perlu diperhatikan oleh pegiat pers mahasiswa. Saya berharap
kawan-kawan PASoeNDAN dapat segera meng-up load tulisannya ke dalam internet agar saya
dapat dengan mudah membaca karya kawan-kawan.
O.K Saya kira itu saja usulan saya.
Berjuanglah tanpa putus asa.
Agung robert.
Balairung,UGM
6. Otonomi Kampus sulitkan mahasiswa
Ass.wr.wb
Saya mengirim surat pembaca ini dengan maksud meminta perhatian para pembaca sekalian,
tentang kenaikan SPP di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Pemberlakuan kenaikan SPP
bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa lama. Saya sangat menyesalkan terjadinya hal ini,
karena kenaikan SPP sangat memberatkan bagi mahasiswa, terutama yang kurang mampu. Dengan
dalih Otonomi Kampus pemerintah mulai memotong bahkan akan mmenghapuskan subsidi yang
selama ini diberikan kepada Perguruan Tinggi. Hal ini mengakibatkan kenaikan uang SPP yang
sangat tinggi. Bagaimana pendidikan kita bisa maju, kalau generasi muda selalu dipersulit
untuk mendapatkannya. Seharusnya pemerintah memberikan keringanan kepada rakyat dalam
memperoleh pendidikan. Saya mengajak pembaca sekalian untuk memikirkan suatu solusi dari
masalah yang menjadi dilema saat ini. Setujukah anda dengan kenaikan SPP?
Sekian surat dari saya, Wassalam.
Nunun .
Mahasiswa UNPAD
7. Tidaaaaakkk...!!
Ketua LKM nanti kayak apa ya ?
Sebentar lagi pemilu raya nih, Usaha buat bargaining power dan bargaining position sudah
dilakukan, ajangnya paling Hot di acara gede seperti Ospek Fakultas 'ma Ospek himpunan
belum lain-lainnya. Dan itu memang sudah sangat lumrah.
Nah...yang menjadi masalahnya di sini menurut saya sich, mengenai kriteria ketua/pimpinan
di tiap LKM FISIP. Ada yang pengen harus orang Sunda asli karena tuntutan nama kampus kita
(Universitas Pasundan). Menurut saya kenapa harus begitu? Mau orang Batak ke, orang Papua
ke, kalau misalnya orang itu mampu dan bisa meningkatkan citra dan mengharumkan Unpas,
kenapa nggak?. Yang penting orang itu harus pintar sosialisasinya, punya kemauan keras
buat nge-bagusin Unpas, pinter teknologi walaupun kita kuliah di Ilmu Sosial yang penting
enggak "Gaptek" banget. Trus, biar itu cewek atau cowok enggak jadi soal. Yang
terakhir seorang ketua harus ahli dalam bidangnya,
Mari
Pengurus Bem Fisip Unpas
8. Selain SDM, DANA juga
Sebagai sebuah langkah kreatif, hadirnya majalah Pasoendan adalah sebuah
langkah yang maju dan positif. Selanjutnya perhatikan pengembangan sumber daya manusia
jurnalistiknya, sebab maju mundurnya sebuah penerbitan bergantung pada persoalan SDM, juga
dana .
Selamat berkarya dan sukses !
M.Budiana.
Staf PD III Fisip Unpas.
9. Faktor-faktor
Kepada Pasoendan;
1. Usahakan terbit secara berkala dan tepat waktu.
2. Setiap terbitan sebaiknya dengan masalah atau topik tertentu.
3. Tulisan-tulisan atau artikel-artikel yang menyangkut wawasan akademik menunjang atau
melengkapi kegiatan perkuliahan.
4. Jadikan majalah ini sebagai ajang informasi dan membuka wawasan mahasiswa
T.May Rudy.
Dosen HI Fisip Unpas
10. Insya Allah dan Terima kasih 'pa!
Kapitalisme di Indonesia, Perlukah?
Kapitalisme sebenarnya merupakan suatu mata rantai proses ekonomi yang lahir dan berasal
dari barat, di mana kebebasan/liberalisme menjadi basis filosofisnya. Dengan keterpurukan
pembangunan ekonomi Indonesia dan sekarang sedang berbenah diri membangun fondasi ekonomi
dan memngembalikan kepercayaan investor asing adalah sangat tidak tepat-belum saatnya
menerapkan kapitalisme dalam pembangunan ekonomi.
Memang dengan kapitalisme akan memberikan suasana kebebasan dalam perekonomian. Tetapi
dengan budaya masyarakat yang masih transisi (tradisional ke modern), nantinya akan
memberikan benturan antara kapitalisme dengan sistem tradisional itu sendiri. Singkatnya,
kapitalisme pada dasarnya hanya akan menjerumuskan para konglomerat atau modal besar saja
serta akan merugikan usaha-usaha kecil. Padahal sektor ini yang berpotensi untuk
digalakkan untuk membangun dunia ekonomi Indonesia.
Adalah sistem ekonomi kerakyatan seperti yang diungkapkan oleh Bapak Koperasi kita, Moch.
Hatta, yang begitu gencar diungkapkan oleh para juru kampanye pada pemilu lalu. Timing-nya
pada waktu itu sangat tepat untuk diterapkan dalam sistem perekonomian Indonesia.
Dengan menerapkan sistem Bottom Up, di mana dalam pola ini akan menguntungkan, setidaknya
dapat menimbulkan gairah para pengusaha kecil.
Sistem ekonomi kerakyatan ini juga akan menempatkan koperasi sebagai tonggak utama
perekonomian. Koperasi dalam dunia perekonomian adalah bahasa lama tetapi di negara maju
sekalipun masih ampuh untuk diterapkan, seperti Denmark.
Indonesia dalam membangun perekonomian nasional, sangat tepat jika menggunakan sistem
ekonomi kerakyatan dengan basis koperasi..
Garna HI 97.
FISIP UNPAS
11. Negara-Nasionalisme-Primodialisme-Kapitalisme
Dalam Pasoendan beberapa kali teks Negara, Nasionalisme dan Primodialisme
terungkap. Saya hanya ingin melempar gagasan yang saya anggap strategis dalam wacana
tersebut. Kita tahu bahwa pasca revolusi Perancis yang digagas para kaum Borjouis
menelurkan konsep-konsep masyarakat bernegara. Awalnya adalah Rousseau yang berargumen
agar masyarakat mengadakan kontrak sosial sehingga tidak terjadi pelanggaran hak dengan
sesama. Pengaturan hak-hak harus diserahkan pada pihak yang ditunjuk (dalam wacana modern
adalah: Negara). Namun kemudian kita juga merasakan bahwa segala konflik sosial selalu
langsung atau tidak langsung berkorelasi dengan eksistensi negara. Sayangnya kita selalu
mengsensor "hidden desire" kita tentang wacana Tanpa- Negara. Bagaimana dengan
Pasoendan?
Primodialisme adalah bakat manusia? Dalam artian apa? Konsep primodialisme selalau
berhubungan dengan kepentingan-kepentingan sempit. Saya kira Pak Hidayat agak
individualistik menafsirkan ayat Al-Quran dengan mengatakan ayat tersebut sebagai
penglegalan primodialisme. Kerawanan primodialisme adalah etnosentrisme, rasisme,
stereotip, feodalisme, dan prasangka-prasangka. Berbahaya sekali bila kita mulai
"bermanis-manis" dengan primodialisme. Lebih baik ayat tersebut ditafsirkan
sebagai penerimaan total terhadap perbedaan dan yang mempersamakannya adalah semua anggota
suku bangsa adalah MANUSIA.
Namun dalam sistem kapitalisme wacana-wacana yang saya ungkap di atas ada dalam kepala
Kapitalis. Negara, mau diakui atau tidak, adalah sebuah koalisi kaum pemodal dengan
politisi. Mereka selalu bersikukuh tentang perlunya Nasionalisme, keutuhan negara,
ketundukan pada hukum negra yang tidak adil yang mereka buat sendiri. Mereka tersenyum dan
berpidato sambil merenggut hidup rakyatnya sendiri. Merakapun menggarap konsep
primodialisme untuk meneguhkan penguasaan mereka terhadap sumber-sumber ekonomi rakyat.
Anda harus tahu bahwa "inohong-inohong" itu segelintir orang-orang yang kaya
yang menguasai tanah, alat-alat produksi dan distribusi rakyat. Merekalah yang selalu
mendengungkan wacana cinta daerah agar mereka tetap menjadi "raja" di daerahnya.
Gin-gin.
Ketua Yayasan Bandung Center
12. Mengadakan kegiatannya di dalam kampus saja!
Kepada para aktivis lembaga kemahasiswaan di FISIP UNPAS, akan lebih baik
jika mengadakan acara/kegiatan, pelaksanaannya di lingkungan kampus saja, selain hemat
biaya juga akan menunjukan kampus yang aktif kondusif, baik itu acara intern kampus
ataupun yang sifatnya umumm atau terbuka. Kalau bisa tambah acara-acara atau kegiatan yang
bersifat mendidik dan menghibur, OK!
BRAVO FISIP UNPAS, Buat BPPM teruskan mencari kebenaran di atas kebenaran!
P.R. S.IP. HI '92.
Alumni FISIP UNPAS. |