PERS   PAMFLET ADALAH ALAT PERJUANGAN BAGI MEREKA YANG PEDULI AKAN NASIB DAN MASA DEPAN KAMPUS KITA, MAREKA YANG ALERGI TERHADAP PENINDASAN KOLEKTIF SERTA MEREKA YANG MAMPU BERKATA TIDAK! UNTUK KETIDAKADILAN.
DAFTAR ISI

EDISI 1
EDISI 2

EDISI 3
EDISI 4
EDISI 5
EDISI 6
EDISI 7
EDISI 8
EDISI 9
EDISI 10
EDISI 11
EDISI 12
EDISI 13
EDISI 14
EDISI 15
EDISI 16
EDISI 17
EDISI 18

[ BPPM HOME ]
[ MEDIA ]
[ PROFIL ]
[ LINK ]

[ LENGKONGBERSATU ]

EDISI 6
Fenomena apalagi nih?
Fisip Unpas. Pemilu Raya Fisip Unpas yang laiknya diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 16 November 2000 tidak berjalan seperti biasanya normal dan terkendali. Dimulai dari aksi demonstrasi oleh beberapa pihak yang menamakan dirinya Forum Mahasiswa Fisip 2000. Aksi -yang cukup mengundang perhatian warga fisip- yang mereka lakukan itu jelas adalah penolakan terhadap pertanggungjawaban ketua BEM dengan alasan BEM tidak cukup transparan pada persoalan dana inagurasi yang satu paket dengan dana PERAK.
Dilanjut kemudian pada pukul 15:30 WIB pada hari dan tanggal yang sama, beberapa orang -yang sekilas terlihat ada usaha pemboikotan terhadap pemilu raya- membacakan pernyataan sikap dengan mengatasnamakan POKJA.
Merupakan wadah baru yang dibentuk oleh Forum Mahasiswa Fisip 2000 dan berniat untuk mengambil alih fungsi BEM dan BPM.
Dipimpin oleh saudara Gurit (Kom'99), POKJA membacakan beberapa poin-poin yang diantaranya adalah pernyataan sikap bagi kader-kader HMI untuk menarik mundur kader-kadernya dari kandidat ketua lembaga.
Menurut POKJA, kader-kader HMI ini dianggap korosif dan Fisip membutuhkan lembaga-lembaga yang bebas dari kepentingan ormas manapun.
Tidak lama setelah itu, Saudara Fitrun (Ni'97) yang menjadi Ketua Umum BEM terpilih, juga merupakan kader HMI membacakan pernyataan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum BEM. Aksi pengunduran diri ini diikuti oleh beberapa kader HMI lainnya yang terpilih sebagai Ketua lembaga kemahasiswaan.

Iyan:"Posisi saya sebagai ketua BEM Sah"

Sampai saat ini, kepengurusan BEM periode 2000-2001 masih menjadi polemik. Posisi ketua BEM masih demisioner karena belum dilakukan serah terima jabatan. Ini adalah konsekwensi dari mundurnya Fitrun Fitriansyah yang mendapat suara terbanyak dalam Pemilu Raya lalu. Siapa yang akan menduduki jabatan ketua BEM akan ditentukan lewat Pemilu Raya ulang, karena kandidat nomor dua, yaitu Iyan Gustiana tidak memenuhi lima puluh tambah satu suara.
Berikut wawancara tim Pers pamflet dengan Iyan Gustiana, kandidat ketua BEM pada Pemilu yang lalu.

Bagaimana jika Pemilu untuk BEM diulang?
Nggak masalah. Asal saya dapat white card, artinya saya bisa ikut Pemilu ulang dan otomatis terdaftar sebagai kandidat.
Bagaimana jika nantinya anda tidak terpilih?
Diacak-acak ku aing! (dengan nada suara sedikit meninggi. Red), hasil Mubes yang mengatur konstitusi itu kan tidak sah. Yang dipermasalahkan terpilihnya saya adalah karena yang memilih saya tidak mencapai lima puluh tambah satu suara. Tapi aturan tersebut lewat Mubes kemarin yang tidak sah.
Di mana letak tidak sahnya?
Dalam pembahasan tentang konstitusi di Mubes kemarin, peserta tidak memenuhi quorum.Mubes tidak dihadiri oleh limapuluh tambah satu mahasiswa Fisip Unpas.
Idealnya seperti apa?
Mubes harus dihadiri oleh semua mahasiswa Fisip.
Anda sendiri menganggap posisi anda sebagai ketua BEM sah?
Jelas sah. Karena Fitrun mengundurkan diri ( Fitrun mendapat suara terbanyak, tapi mengundurkan diri setelah pengambilan suara. Red). (IaN)

Berkaitan dengan pernyataan POKJA
Rizka (Kom'2000) mengatakan bahwa mahasiswa angkatan 2000 tidak ada sangkut pautnya dalam masalah ini. Dan mereka telah mencoba untuk mngklarifikasi, bahwa tuntutan mereka sudah jelas hanya seputar PERAK dan inagurasi.
Menurutnya, memang ada beberapa mahasiswa 2000 yang tergabung di dalam Pokja, namun ia tidak bisa mengklaim bahwa itu sepenuhnya aspirasi mahasiswa angkatan 2000. Dan mahasiswa 2000 merasa dirugikan, dengan dipanggilnya mereka oleh beberapa pihak, termasuk oleh PD III untuk mengklarifikasi masalah tersebut.
Ia mengatakan, sebelum diselenggarakannya Pemilu Raya sempat diadakan rapat aksi. Yang pada saat itu ada beberapa oknum yang mencoba untuk menggulirkan isu baru, mengenai kader-kader HMI. Namun pada saat itu juga beberapa mahasiswa 2000 tidak sepakat, dengan alasan mereka tidak memahami konstelasi politik yang terjadi di dalam kampus.
Sampai sekarangpun mahasiswa 2000 masih mempermasalahkan tuntutan dan transparasi dana inagurasi kepada Asep Zaenal sebagai ketua pelaksana PERAK dan untuk itu mereka meminta penjelasan PD III untuk kepastian hal itu.
Seperti halnya mahasiswa 2000, beberapa pihak yang merasa tidak terkait dengan isu ini pun ikut mengklarifikasi keterlibatan mereka dalam Pokja, termasuk di dalamnya mahasiswa yang tergabung di dalam kelompok Arca.

Sertijab Ketua BEM Ditunda

Menjelang diadakannya Pemilu ulang untuk memilih ketua BEM, kepengurusan BEM masih demisioner. Pada acara Sertijab (serah terima jabatan) ketua Lembaga Kemahasiswaan pada hari Kamis (23/11), tidak dilakukan Sertijab ketua BEM sampai mendapat kejelasan siapa ketua BEM yang sah..
Acara Sertijab hampir ditunda sampai ada kejelasan. Namun menurut Darul, mantan ketua BPM, jika Sertijab keseluruhan ditunda, maka akan terjadi kekosongan kekuasaan(vacum of power) di Lembaga kemahasiswaan. "Jika ini dibiarkan permasalahan akan semakin pelik, bisa dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang akan memperkeruh suasana," ujar Darul.
Tentang Pemilu ulang untuk memilih ketua BEM, Atep, ketua BPM mengatakan akan membentuk panitia khusus, namun butuh waktu. "Tidak bisa secepat ini karena masih banyak agenda lain. Kepengurusan belum terbentuk. Bagaimana mau Pemilu, kalau kepengurusan belum terbentuk, karena yang menyelenggarakan Pemilu adalah kepengurusan BPM sekarang, " ujar Atep yang mengaku punya tugas berat dalam menyelesaikan masalah ini. (IaN)

Ada yang Tertinggal

Fisip Unpas. Kemenangan, kekalahan, kebahagiaan, kesedihan, dan deraan Konflik yang terjadi pada saat suksesi lembaga kemahasiswaan Fisip Unpas telah menjadi bagian dari kenangan individu dan perjalanan sejarah mahasiswa Fisip Unpas. Mudah-mudahan tidak meninggalkan bekas, sisa, luka ataupun benjolan pada mesin-mesin otak dan kekerdilan pada perangkat nurani kita. Mahasiswa!. Yang mungkin nantinya akan merusak dan membuat kita lupa pada persoalan yang paling esensi dari eksistensi lembaga kemahasiswaan Fisip Unpas. Salah satunya adalah persoalan rekening keuangan lembaga kemahasiswaan.
Menurut data-data keuangan yang dimiliki oleh BPM melalui ketua lembaga demisioner Darul Quthny, mengungkapkan bahwa masih ada sisa dana lembaga kemahasiswaan peride kepengurusan 1999-2000. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai sisa dana lembaga kemahasiswaan tersebut. Apakah sisa dana itu akan dengan sendirinya masuk rekening periode kepengurusan selanjutnya atau tidak.
Namun menurut beberapa ketua lembaga demisioner lainnya, masalah keuangan lembaga tersebut akan dibicarakan nanti antara ketua terpilih dengan PD III. Nah untuk itu mungkin perlu adanya persamaan persepsi antara ketua lembaga terpilih dengan yang dimisioner.

[ kembali keatas ]

 

Hosted by www.Geocities.ws

1