|
|
|
| EDISI 1 |
Ada Fokus woi..!
FOKUS (Forum Aksi Mahasiswa
Universitas Pasundan) adalah gabungan seluruh lembaga kemahasiswaan dan mahasiswa
Universitas Pasundan. FOKUS berusaha memposisikan diri sebagai oposisi dan pengawas
terhadap birokrat kampus dan universitas. Latar belakang dibentuknya FOKUS adalah
akumulasi kekecewaan mahasiswa terhadap kinerja universitas yang selama ini dirasakan
sangat merugikan mereka. Walau pun kekecewaan itu selalu diungkapkan baik lewat dialog mau
pun aksi, namun itu berlangsung secara sporadis di masing-masing fakultas.
Berawal dari sejumlah mahasiswa Hukum dan Ekonomi
yang menamakan dirinya Forum 6-8 melakukan orasi dan aksi mogok makan di kampus Taman Sari
untuk menuntut perhatian universitas terhadap kekecewaan yang disampaikan mahasiswa selama
ini. Aksi ini ternyata memberikan rangsangan bagi mahasiswa di kampus Lengkong Besar dan
Setia Budi untuk bahu-membahu menuntut hal yang sama.
Kemudian di Lengkong terbentuk Lengkong Bersatu,
terdiri dari BEM, BPM dan BPPM Fisip Unpas serta FEMA (Federasi Mahasiswa) Teknik. Forum
6-8, Lengkong Bersatu dan Keluarga Mahasiswa Setia Budi akhirnya melebur menjadi satu di
bawah FOKUS. Mereka langsung melakukan aksi bersama ke Yayasan Paguyuban Pasundan pada
hari Sabtu, tanggal 10 Juni yang lalu.
Walau pun target awal pembentukannya adalah sebagai kontrol terhadap
birokrasi di universitas, yayasan dan paguyuban, namun FOKUS tidak menutup kemungkinan
untuk mem-blow up isu-isu diluar kampus
. |
Rektor Tolak
Auditor Mahasiswa
Taman Sari. Rektor Unpas, Prof Dr Iman Sudirman mengatakan,
pihaknya akan melaksanakan audit keuangan Unpas yang dituntut mahasiswa. Pernyataan ini
disampaikan pada pertemuan Rektorat beserta jajarannya dengan Dekan, ketua Lembaga
Kemahasiswaan dan ketua UKM di ruang pertemuan rektorat, Taman Sari, Jumat (16/6).
"Audit keuangan akan dilaksanakan. Auditornya independen yang ditentukan oleh yayasan
dan paguyuban.," ujarnya. Ia menolak auditor mahasiswa, karena mahasiswa selalu
curiga dan emosional sehingga takut hasilnya akan menjadi bias. "Auditor harus
memiliki daya nilai yang baik. Saya tidak setuju mahasiswa menjadi auditor, karena dari
segi ilmu kurang cukup dan takut ada prejudice, sehingga hasilnya tidak
objektif," katanya meyakinkan mahasiswa yang hadir dalam pertemuan.
Belum ada tanggapan dari mahasiswa terhadap pernyataan itu, namun FOKUS
(Forum Aksi Mahasiswa Unpas) yang menuntut dilakukan audit tersebut tetap pada pendirian
semula, audit keuangan Unpas dengan melibatkan mahasiswa.
Rektor Akan memfasilitasi terbentuknya SMUP
Garut. "Kalau mahasiswa menginginkan, saya akan memfasilitasi
pertemuan antara Lembaga Kemahasiswaan di semua fakultas dan UKM untuk membicarakan
keberadaan Senat Mahasiswa di tingkat Universitas," ujar Rektor Unpas, Prof Dr Iman
Sudirman dalam obrolan dengan mahasiswa di sela-sela acara Pembukaan Kongres Paguyuban
Pasundan di hotel Augusta, Garut, Jumat malam (16/6). Ini disampaikan atas usulan
salah seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi yang mengatakan, sulit mempertemukan dalam satu
meja antara lembaga kemahasiswaan dan UKM untuk membicarakan hal ini.
"Sebenarnya saya sudah lama ingin membicarakan hal ini karena
melihat DPMU yang tidak berjalan selama ini, tapi nanti takut dikira intervensi. Jadi
kalau ada keinginan mahasiswa untuk membicarakan hal ini, saya dukung," ujarnya.
Rencananya Rektor akan mengundang Lembaga Kemahasiswaan dan UKM untuk memfasilitasi mereka
membicarakan tentang hal tersebut tiga bulan mendatang. Waktu tiga bulan diberikan karena
telah ada kesepakatan antara pihak Rektorat, Dekan, Lembaga kemahasiswaan dan UKM untuk
mengadakan pertemuan rutin tiga bulan sekali guna membahas setiap permasalahan di Unpas.
Pertemuan pertama dilaksanakan pada 16 Juni yang lalu. Pada pertemuan selanjutnya bulan
Agustus nanti, akan diminta pendapat Lembaga Kemahasiswaan dan UKM tentang masalah ini.
Karena menurut Rektor usulan tadi hanya sepihak, perlu juga mendapat persetujuan dari yang
lain.
. |
Aksi Peduli
Bengkulu "Lengkong Bersatu"
Lengkong . Ujian Akhir Semester (UAS) Genap
ternyata bukan penghalang bagi mahasiswa Lengkong Bersatu (Fisip Dan Teknik) untuk
menunjukkan sikap peduli mereka terhadap saudara-saudaranya yang terkena musibah gempa
bumi di Bengkulu. Dimulai hari Rabu (14/6) kemarin, mahasiswa Lengkong Bersatu melakukan
aksi sukarela pemungutan dana kepada para pengemudi yang lewat di jalan Lengkong Besar.
Rencananya aksi ini akan dilanjutkan sampai hari Kamis (22/6) nanti, dengan pembagian ;
hari Senin dan Kamis di Lengkong Besar, sedangkan Rabu dan Jumat di kampus Setia
Budi. Menurut Copet, kordinator aksi ini, pembagian terpaksa dilakukan karena di Setia
Budi tidak ada yang menjalankan. Mahasiswa jurusan Teknik Industri 97 ini juga menyatakan
bangga atas kerjasama yang dilakukan oleh mahasiswa Fisip dan Teknik dalam aksi ini.
Deswan, mahasiswa HI 96 yang berasal dari Bengkulu mengucapkan rasa
terima kasih kepada mahasiswa yang melakukan aksi ini. Tapi dia juga mengingatkan bahwa
aksi ini jangan sampai menimbulkan kekesalan pengemudi yang lewat di jalan Lengkong Besar.
"Jangan atas nama kemanusiaan kita mengganggu ketentraman orang lain" ujarnya.
Kecemasan Deswan cukup beralasan, dia melihat ada gelagat pengemudi yang mulai kesal,
karena aksi ini sudah dilakukan sejak hari Rabu dan dimulai dari jam 11.00 WIB sampai
sore. Bahkan hari Sabtu kemarin aksi ini rencananya diadakan sampai jam lima sore. Tapi
atas saran Deswan ,dengan berbagai pertimbangan akhirnya aksi hari Sabtu itu di sudahi
hanya sampai 15.30 WIB dan dilanjutkan dengan aksi yang sama di kampus Unpas jalan Setia
Budi.
Dana yang terkumpul sampai hari Sabtu kemarin mencapai 5,7 juta rupiah.
Seluruhnya akan diserahkan untuk korban bencana gempa bumi di Bengkulu melalui cabang
Forum Peduli Bengkulu di Sukaluyu, Bandung.
. |
Mahasiswa Fisip Unpas Sariawan
Catatan oleh: Muhammad Febriansyah
Belum ada satu pun teori ilmiah baik secara psikologis mau pun sosiologis yang dapat
menjelaskan secara gamblang tentang suatu sikap komunitas -dalam hal ini mahasiswa- yang
selalu apatis terhadap lingkungannya. Ya
terpaksa mengutip iklan Xon ce yang pernah
muncul di televisi swasta dengan ungkapan kata, "Kok diam aja, sariawan ya?"
Tidak ilmiah memang. Tapi siapa tahu dengan bahasa seperti inilah mahasiswa lebih mudah
menerima. Kata itu selalu menjadi trend di kalangan "anak gaul" dan tidak pernah
lepas dari obrolan mereka. Mungkin ungkapan itu juga yang paling cocok ditujukan kepada
mahasiswa Fisip Unpas yang rada gaul. "Kok diam aja, sariawan ya?"
**Lho, kata siapa kita sariawan, kita sehat-sehat aja kok. Buktinya pagi-pagi sudah datang
ke kampus, masuk kelas, dengerin
dosen mendongeng, manggut-manggut. Sudah habis kuliah kita bergembira, ngobrol bareng
teman gaul di depan kampus atau di tangga. Ngobrol tentang musik, gosip, model bra
terbaru, atau situs www.penthouse.com di internet. Ngomongin Britney Spears yang lagi
datang bulan atau David Beckham yang lagi nampang di majalah Playboy. Pokoknya, kita semua
tahu semua info terbaru.
**Ya.. tapi lu tahu nggak, SPP untuk adik baru kita nanti jumlahnya berapa. Terus gaji
pegawai Fisip Unpas naik berapa. Fasilitas yang kamu dapatkan apa. Kenapa Unpas gini-gini
aja. Siapa pengedar narkoba di kampus kita. Bagaimana yayasan jadi kaya. Bagaimana nasib
abang-abang yang dulu ngospek kita setelah mereka jadi sarjana. Kenapa ini begini, itu
begitu, semuanya
??? Kamu tahu nggak. Kalau nggak tahu jangan mengaku mahasiswa.
Kalau tahu, jangan dulu bangga. Kok diam aja, sariawan ya? (Ian)
. |
[ kembali keatas ]
|
|