PERS   PAMFLET ADALAH ALAT PERJUANGAN BAGI MEREKA YANG PEDULI AKAN NASIB DAN MASA DEPAN KAMPUS KITA, MAREKA YANG ALERGI TERHADAP PENINDASAN KOLEKTIF SERTA MEREKA YANG MAMPU BERKATA TIDAK! UNTUK KETIDAKADILAN.
DAFTAR ISI

EDISI 1
EDISI 2

EDISI 3
EDISI 4
EDISI 5
EDISI 6
EDISI 7
EDISI 8
EDISI 9
EDISI 10
EDISI 11
EDISI 12
EDISI 13
EDISI 14
EDISI 15
EDISI 16
EDISI 17
EDISI 18

[ BPPM HOME ]
[ MEDIA ]
[ PROFIL ]
[ LINK ]


[ LENGKONGBERSATU ]

EDISI 1

Ada Fokus woi..!

FOKUS (Forum Aksi Mahasiswa Universitas Pasundan) adalah gabungan seluruh lembaga kemahasiswaan dan mahasiswa Universitas Pasundan. FOKUS berusaha memposisikan diri sebagai oposisi dan pengawas terhadap birokrat kampus dan universitas. Latar belakang dibentuknya FOKUS adalah akumulasi kekecewaan mahasiswa terhadap kinerja universitas yang selama ini dirasakan sangat merugikan mereka. Walau pun kekecewaan itu selalu diungkapkan baik lewat dialog mau pun aksi, namun itu berlangsung secara sporadis di masing-masing fakultas.

Berawal dari sejumlah mahasiswa Hukum dan Ekonomi yang menamakan dirinya Forum 6-8 melakukan orasi dan aksi mogok makan di kampus Taman Sari untuk menuntut perhatian universitas terhadap kekecewaan yang disampaikan mahasiswa selama ini. Aksi ini ternyata memberikan rangsangan bagi mahasiswa di kampus Lengkong Besar dan Setia Budi untuk bahu-membahu menuntut hal yang sama.

Kemudian di Lengkong terbentuk Lengkong Bersatu, terdiri dari BEM, BPM dan BPPM Fisip Unpas serta FEMA (Federasi Mahasiswa) Teknik. Forum 6-8, Lengkong Bersatu dan Keluarga Mahasiswa Setia Budi akhirnya melebur menjadi satu di bawah FOKUS. Mereka langsung melakukan aksi bersama ke Yayasan Paguyuban Pasundan pada hari Sabtu, tanggal 10 Juni yang lalu.

Walau pun target awal pembentukannya adalah sebagai kontrol terhadap birokrasi di universitas, yayasan dan paguyuban, namun FOKUS tidak menutup kemungkinan untuk mem-blow up isu-isu diluar kampus

.

Rektor Tolak Auditor Mahasiswa

Taman Sari. Rektor Unpas, Prof Dr Iman Sudirman mengatakan, pihaknya akan melaksanakan audit keuangan Unpas yang dituntut mahasiswa. Pernyataan ini disampaikan pada pertemuan Rektorat beserta jajarannya dengan Dekan, ketua Lembaga Kemahasiswaan dan ketua UKM di ruang pertemuan rektorat, Taman Sari, Jum’at (16/6). "Audit keuangan akan dilaksanakan. Auditornya independen yang ditentukan oleh yayasan dan paguyuban.," ujarnya. Ia menolak auditor mahasiswa, karena mahasiswa selalu curiga dan emosional sehingga takut hasilnya akan menjadi bias. "Auditor harus memiliki daya nilai yang baik. Saya tidak setuju mahasiswa menjadi auditor, karena dari segi ilmu kurang cukup dan takut ada prejudice, sehingga hasilnya tidak objektif," katanya meyakinkan mahasiswa yang hadir dalam pertemuan.

Belum ada tanggapan dari mahasiswa terhadap pernyataan itu, namun FOKUS (Forum Aksi Mahasiswa Unpas) yang menuntut dilakukan audit tersebut tetap pada pendirian semula, audit keuangan Unpas dengan melibatkan mahasiswa.

 

Rektor Akan memfasilitasi terbentuknya SMUP

Garut. "Kalau mahasiswa menginginkan, saya akan memfasilitasi pertemuan antara Lembaga Kemahasiswaan di semua fakultas dan UKM untuk membicarakan keberadaan Senat Mahasiswa di tingkat Universitas," ujar Rektor Unpas, Prof Dr Iman Sudirman dalam obrolan dengan mahasiswa di sela-sela acara Pembukaan Kongres Paguyuban Pasundan di hotel Augusta, Garut, Jum’at malam (16/6). Ini disampaikan atas usulan salah seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi yang mengatakan, sulit mempertemukan dalam satu meja antara lembaga kemahasiswaan dan UKM untuk membicarakan hal ini.

"Sebenarnya saya sudah lama ingin membicarakan hal ini karena melihat DPMU yang tidak berjalan selama ini, tapi nanti takut dikira intervensi. Jadi kalau ada keinginan mahasiswa untuk membicarakan hal ini, saya dukung," ujarnya. Rencananya Rektor akan mengundang Lembaga Kemahasiswaan dan UKM untuk memfasilitasi mereka membicarakan tentang hal tersebut tiga bulan mendatang. Waktu tiga bulan diberikan karena telah ada kesepakatan antara pihak Rektorat, Dekan, Lembaga kemahasiswaan dan UKM untuk mengadakan pertemuan rutin tiga bulan sekali guna membahas setiap permasalahan di Unpas. Pertemuan pertama dilaksanakan pada 16 Juni yang lalu. Pada pertemuan selanjutnya bulan Agustus nanti, akan diminta pendapat Lembaga Kemahasiswaan dan UKM tentang masalah ini. Karena menurut Rektor usulan tadi hanya sepihak, perlu juga mendapat persetujuan dari yang lain.

.

Aksi Peduli Bengkulu "Lengkong Bersatu"

Lengkong. Ujian Akhir Semester (UAS) Genap ternyata bukan penghalang bagi mahasiswa Lengkong Bersatu (Fisip Dan Teknik) untuk menunjukkan sikap peduli mereka terhadap saudara-saudaranya yang terkena musibah gempa bumi di Bengkulu. Dimulai hari Rabu (14/6) kemarin, mahasiswa Lengkong Bersatu melakukan aksi sukarela pemungutan dana kepada para pengemudi yang lewat di jalan Lengkong Besar. Rencananya aksi ini akan dilanjutkan sampai hari Kamis (22/6) nanti, dengan pembagian ; hari Senin dan Kamis di Lengkong Besar, sedangkan Rabu dan Jum’at di kampus Setia Budi. Menurut Copet, kordinator aksi ini, pembagian terpaksa dilakukan karena di Setia Budi tidak ada yang menjalankan. Mahasiswa jurusan Teknik Industri 97 ini juga menyatakan bangga atas kerjasama yang dilakukan oleh mahasiswa Fisip dan Teknik dalam aksi ini.

Deswan, mahasiswa HI 96 yang berasal dari Bengkulu mengucapkan rasa terima kasih kepada mahasiswa yang melakukan aksi ini. Tapi dia juga mengingatkan bahwa aksi ini jangan sampai menimbulkan kekesalan pengemudi yang lewat di jalan Lengkong Besar. "Jangan atas nama kemanusiaan kita mengganggu ketentraman orang lain" ujarnya. Kecemasan Deswan cukup beralasan, dia melihat ada gelagat pengemudi yang mulai kesal, karena aksi ini sudah dilakukan sejak hari Rabu dan dimulai dari jam 11.00 WIB sampai sore. Bahkan hari Sabtu kemarin aksi ini rencananya diadakan sampai jam lima sore. Tapi atas saran Deswan ,dengan berbagai pertimbangan akhirnya aksi hari Sabtu itu di sudahi hanya sampai 15.30 WIB dan dilanjutkan dengan aksi yang sama di kampus Unpas jalan Setia Budi.

Dana yang terkumpul sampai hari Sabtu kemarin mencapai 5,7 juta rupiah. Seluruhnya akan diserahkan untuk korban bencana gempa bumi di Bengkulu melalui cabang Forum Peduli Bengkulu di Sukaluyu, Bandung.

.

Mahasiswa Fisip Unpas Sariawan
Catatan oleh: Muhammad Febriansyah

Belum ada satu pun teori ilmiah baik secara psikologis mau pun sosiologis yang dapat menjelaskan secara gamblang tentang suatu sikap komunitas -dalam hal ini mahasiswa- yang selalu apatis terhadap lingkungannya. Ya…terpaksa mengutip iklan Xon ce yang pernah muncul di televisi swasta dengan ungkapan kata, "Kok diam aja, sariawan ya?" Tidak ilmiah memang. Tapi siapa tahu dengan bahasa seperti inilah mahasiswa lebih mudah menerima. Kata itu selalu menjadi trend di kalangan "anak gaul" dan tidak pernah lepas dari obrolan mereka. Mungkin ungkapan itu juga yang paling cocok ditujukan kepada mahasiswa Fisip Unpas yang rada gaul. "Kok diam aja, sariawan ya?"

**Lho, kata siapa kita sariawan, kita sehat-sehat aja kok. Buktinya pagi-pagi sudah datang ke kampus, masuk kelas, dengerin

dosen mendongeng, manggut-manggut. Sudah habis kuliah kita bergembira, ngobrol bareng teman gaul di depan kampus atau di tangga. Ngobrol tentang musik, gosip, model bra terbaru, atau situs www.penthouse.com di internet. Ngomongin Britney Spears yang lagi datang bulan atau David Beckham yang lagi nampang di majalah Playboy. Pokoknya, kita semua tahu semua info terbaru.

**Ya.. tapi lu tahu nggak, SPP untuk adik baru kita nanti jumlahnya berapa. Terus gaji pegawai Fisip Unpas naik berapa. Fasilitas yang kamu dapatkan apa. Kenapa Unpas gini-gini aja. Siapa pengedar narkoba di kampus kita. Bagaimana yayasan jadi kaya. Bagaimana nasib abang-abang yang dulu ngospek kita setelah mereka jadi sarjana. Kenapa ini begini, itu begitu, semuanya…??? Kamu tahu nggak. Kalau nggak tahu jangan mengaku mahasiswa. Kalau tahu, jangan dulu bangga. Kok diam aja, sariawan ya? (Ian)

.

[ kembali keatas ]

 

Hosted by www.Geocities.ws

1