|
|
|
| EDISI 17 |
|
Njelimetnya Sistem Perwalian
Perwalian yang sering diartikan sebagai daftar ulang mahasiswa, menjadi sebuah fenomena
yang "rush" di lingkungan FisipUnpas Hal ini dialami dari mahasiswa sampai elite
birokrasi yang terlihat sibuk dalam melakukan aktifitasnya. Mengapa tidak, harapan dan
kenyataan sering bertolak belakang. Mahasiswa terlihat sibuk dengan berbagai apologi untuk
memasang harga mati jumlah SKS yang diinginkan, sementara pihak dosen wali terkadang
bingung membuat keputusan karena nilai mata kuliah banyak yang belum keluar. Akhirnya
suasana jadi tak menentu, serba salah dan membuat mahasiswa pulang pergi dari dosen yang
satu kedosen yang lain hanya untuk menanyakan nilai.
Karena keadaan tersebut timbul pertanyaan, dimanakah profesionalisme dosen ? jawabnya
tentu jangan hanya kita serahkan pada rumput yang bergoyang seperti yang diungkapkan oleh
Ebit G. Ade, tetap pada rule of the game Fisip yang telah ditetapkan dan di syahkan secara
bersama melewati mekanisme musyawarah. Pertanyaan lain yang kerap sering terungkap
dikalangan mahasiswa adalah, apakah kejadian perwalian yang menyulitkan, mencerminkan
ketidakseriusan sistem, apabila memang itu benar, berati sangat paradoks dengan Power over
opinion birokrat, bahwa Fisip mempunyai nama besar, profesionalisme dan disiplin, yang
sering oleh beberapa pihak berasumsi secara sepihak bahwa Fisip Unpas adalah Fakultas
terbaik PTS se Jawa Barat.
Perwalian yang diadakan pada tahun ini dikarenakan bentrok dengan liburan, karena otomatis
pihak administrasi akademis harus bisa menyesuaikan, tapi yang jadi keluhan mahasiswa
ialah mengapa prosedurnya harus terburu-buru dan bertele-tele. Hal ini sesuai dengan
pernyataan Vel (HI'98) mengenai harus dibuatnya surat permohonan dalam mengambil transkip
nilai seingga menghambat kami yang inin melakukan perwalian ucapnya, mahasiswi lain yang
bernama Neng (HI'97), mengatakan bahwa perwalian sekarang merupakan hal yang unik
dikarenakan masih ada nilai yang belum keluar padahal nilai dari mata kuliah ini merupakan
syarat dalam mengambil mata kuliah keatas. Ditambahjuga oleh pernyataan Mulyani
HI"99, mengatakan bahwa 'kita harus mau menunggu dosen wali yang belum datang, tetapi
sebenarnya sudah sesuai dengan jadwal".
Interaksi yang dilakukan oleh pihak dekanat baik pihak Tu, administrasi
akademis, dosen dan mahasiswa di bulan Ramadhan ini mudah-mudahan dapat diambil manfaatnya
karena pada bulan ini insya Allah kita semua dapat menahan nafsu karena dalam melakukan
perwalian yang berdesak-desakan sudah pasti banyak godaan yang menghalang, sehingga
bersabarlah dan lakukan semua ini dengan keikhlasan. (Nina)
Kita adalah Patner Dekanat
Pelantikan dan Rapat koordinasi Lembaga Kemahasiswaan Fisip Unpas yang
dilaksanakan pada tanggal 14-16 Desember 2000 di Aula Suryadiredja oleh Badan Perwakilan
Mahasiswa (BPM) Fisip Unpas terasa berbeda dari tahun-tahun yang lalu, acara ini merupakan
ajang pencerahan bagi Lembaga Kemahasiswaan dalam memulai program kerjanya pada periode
2000-2001.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh seluruh pengurus lembaga
kemahasiswaan Fisip Unpas beserta undangan. Para undangan yang menghadiri acara ini ialah
Dekan Fisip Unpas Hj.Dr.Ummu S, Pembantu Dekan III Aswan Haryadi, Drs, dan staff jurusan
Ilmu Komunikasi, pada acara ini terjadi perubahan besar, karena acara ini merupakan masa
peralihan bagi dinamika kehidupan lembaga kemahasiswaan Fisip Unpas, karena pelantikan
seluruh lembaga kemahsiswaan ini dilantik oleh BPM yang sebelumnya pelantikan dilakukan
oleh pihak Dekanat.
Perubahan ini merupakan jenjang peningkatan dalam mengelola lembaga
kemahasiswaan, yang sesuai dengan tema dari pelantikan dan Rakor, yakni "Menciptakan
Profesionalitas pengurus lembaga kemahasiswaan yang moralis dan idealis untuk memperkuat
visi intelektual mahasiswa dalam membentuk lembaga kemahasiswaan Fisip Unpas yang dinamis,
demokratis dan aspiratif". Hal ini didukung oleh pernyataan Ketua BPM, Atep Rahmat
dalam sambutannya, mengatakan bahwa kita duduk di lembaga kemahasiswaan disini bukan
berarti kita bawahan dari pihak dekanat melainkan adalah patner kerja mereka dalam
mendinamisasikan kehidupan kampus. Dukungan juga dinyataan Dekan Fisip Unpas dalam
sabutannya, beliau setuju bahwa pihak Dekanat merupakan patner dari lembaga kemahsiswaan
tetapi beliau juga menambahkan bahwa lembaga kemahasiswaan Fisip unpas dalam melakukan
profesionalitasnya jangan hanya mempunyai idealisme saja tetapi juga harus memperkuat
moralitasnya sehingga dapat tercipta lembaga kemahasiswaan yang dinamis, demokrais dan
aspiratif, bahkan beliau mendukung apapun yang dilakukan oleh lembaga kemahasiswaan dalam
menjalani program kerjanya asal sesuai dengan prosedur yang berlaku. Mudah-mudahan pada
periode ini dengan adanya patnership yang telah dipahami oleh pihak mahasiswa dan dekanat
dapat tercipta sebuah format baru dalam mendinamisasikan kehidupan kampus sesuai dengan
yang diharapkan, bravo Fisip Unpas dan terus maju. (Nina)
RETORIKA PELAKSANAAN AGENDA
Periode kelembagaan tahun ini akan sedikit berbeda dengan tahun yang lalu, ini fakta yang
disampaikan masing-masing seluruh lembaga di Fisip Unpas, mulai dari Bpm yang memang tidak
ada agenda, dengan alasan karena Bpm lembaga yang kondisional, maksudnya adalah
bekerjasama dengan lembaga mahasiswa dan memenuhi aspirasi mahasiswa secara demokratis,
yang bersifat teknis intern kampus dengan mekanisme yang kondisional pula, ucap Atep ketua
Bpm. Untuk lembaga yang lain tidak jauh berbeda, seperti dalam mekanisme pelaksanaan dan
orientasi agenda, perbedaan yang terlihat hanya sedikit, dalam Agenda, mekanisme dan
orientasinya, walaupun sebenarnya ketiga hal tersebut memang terdapat sedikit persamaan,
tetapi yang paling utama adalah memenuhi aspirasi mahasiswa yang ada di Fisip Unpas. Dalam
hal konsep, rencana agenda memang sangat berbeda, karena masing-masing Himpunan mahasiswa
(Hima) menyesuaikan dengan porsi jurusannya yang sudah pasti diharapkan dapat berguna dan
terima oleh mahasiswa. Hima-Hi merencanakan adanya studi banding, diskusi terbuka dan
adanya sedikit nuansa seni (musik, dll), mekanisme dijalankan oleh masing-masing
koordinator dan orientasinya untuk mempererat kebersamaandan berbagi wawasan serta ilmu
pengetahuan (ucap Rendy, koordinator Dept.Extern), untuk Hima-An tidak jauh berbeda dengan
agenda periode yang lalu hanya sedikit ditambahkan konsep yang lain, mekanisme diserahkan
pada tiap koordinator dengan tetap adanya koordinasi pada ketua, orientasinya yaitu
mempererat persatuan dan Uhkuwah Islamiyah (ucap Rudi, Ka.Hima-An).
Hima-Ni akan menjalankan agenda yang telah dikonsep(salah satunya dalam bidang musik yang
dirasakan kurang), tetapi menyesuaikan dengan Hima lain, maksudnya dalam hal kerjasama
yang baik, mekanismenya tidak jauh berbeda dengan Hima lainnya, orientasinya adalah
memperkuat kebersamaan mahasiswa Niaga, sedangkan BEM berupaya melaksanakan agenda secara
maksimal, dengan mekanisme pembagian kerja perbidang dan kerjasama dengan lembaga lain
serta orientasinya, diharapkan mahasiswa Fisip dapat tersejahterakan (ucap Iyan, Ka.BEM).
Hima-kom berencana secara maksimal dapat melakasanakan agendanya dengan mekanisme yang
sudah mulai berjalan melalui masing-masing koordinator dan sasaran orientasinya menjalin
persatuan dan kesatuan. Untuk Hima-Ks Agendanya tidak jauh berbeda hanya disesuai dengan
porsi jurusan Ks, adanya kerjasama yang solid diantara mahasiswa Ks dengan orientasi
menjunjung dan mengangkat nama baik Ks.
Sedangkan untuk Bppm tetap dengan agenda penerbitan sesuai target, mekanismenya diserahkan
pada masing-masing bidang, dengan tetap saling bekerjasama yang berorientasi dapat
menghasilkan terbitan yang berkualitas tetapi dapat mengurangi budget pendapatan. (Yudo,
Red)
TRANSPARASI AUDIT KEUANGAN MASIH TIDAK JELAS
Perjuangan yang selama ini dilakukan oleh mahasiswa melalui suatu Forum Komunikasi,
gabungan seluruh mahasiswa Unpas (Fokus) dalam hal transparasi dana keuangan, ternyata
membuahkan hasil, pihak Unpas dalam hal ini Rektorat telah memberikan jawaban, ucap Tio
salah satu aktivis Fokus (ka.Fema Teknik), bahwa fokus telah menerima jawaban dalam bentuk
laporan data (neraca),di cantumkan keseluruhan data dari mulai tahun 1998-2000, tetapi
ternyata terdapat kejanggalan walaupun memang Fokus masih terus mengkaji hasil data
tersebut yang memang kurangnya kejelasan secara terperinci dari data tersebut.
Kejanggalan yang juga terlihat yaitu ketidaksesuaian dengan hasil yang didapat oleh
mahasiswa(material dan finansial), karena jawaban yang diajukan Fokus pada Rektorat
mengenai dana tersebut dinyatakan untuk pembangunan Kampus yang ada di jl.Setia Budi,
ternyata hasilnya tidak sesuai dengan pernyataan Rektorat dan hal lain yang juga rancu
dimana mahasiswa tidak diikut sertakan dalam peng-auditan, dengan alasan karena pihak
Rektorat lupa, kemudian mengenai kesepakatan yang disepakati oleh yayasan, Rektorat dan
Fokus, tetapi ternyata hanya dari pihak Rektorat yang memberikan penjelasan dan yang
melakukan peng-auditan. Melalui kesepatan bersama Fokus akan menanyakan kembali mengenai
kejelasan trnsparasi dana tersebut karena masih terdapat kejanggalan yang terlihat, tetapi
diharapkan mahasiswa tidak berfikir negatif akan hal ini. (Yudo, Red)
|
[ kembali keatas ]
|
|