PERS   PAMFLET ADALAH ALAT PERJUANGAN BAGI MEREKA YANG PEDULI AKAN NASIB DAN MASA DEPAN KAMPUS KITA, MAREKA YANG ALERGI TERHADAP PENINDASAN KOLEKTIF SERTA MEREKA YANG MAMPU BERKATA TIDAK! UNTUK KETIDAKADILAN.
DAFTAR ISI

EDISI 1
EDISI 2

EDISI 3
EDISI 4
EDISI 5
EDISI 6
EDISI 7
EDISI 8
EDISI 9
EDISI 10
EDISI 11
EDISI 12
EDISI 13
EDISI 14
EDISI 15
EDISI 16
EDISI 17
EDISI 18

[ BPPM HOME ]
[ MEDIA ]
[ PROFIL ]
[ LINK ]

[ LENGKONGBERSATU ]

EDISI 17
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1421 H DAN TAHUN BARU 2001
Njelimetnya Sistem Perwalian

Perwalian yang sering diartikan sebagai daftar ulang mahasiswa, menjadi sebuah fenomena yang "rush" di lingkungan FisipUnpas Hal ini dialami dari mahasiswa sampai elite birokrasi yang terlihat sibuk dalam melakukan aktifitasnya. Mengapa tidak, harapan dan kenyataan sering bertolak belakang. Mahasiswa terlihat sibuk dengan berbagai apologi untuk memasang harga mati jumlah SKS yang diinginkan, sementara pihak dosen wali terkadang bingung membuat keputusan karena nilai mata kuliah banyak yang belum keluar. Akhirnya suasana jadi tak menentu, serba salah dan membuat mahasiswa pulang pergi dari dosen yang satu kedosen yang lain hanya untuk menanyakan nilai.
Karena keadaan tersebut timbul pertanyaan, dimanakah profesionalisme dosen ? jawabnya tentu jangan hanya kita serahkan pada rumput yang bergoyang seperti yang diungkapkan oleh Ebit G. Ade, tetap pada rule of the game Fisip yang telah ditetapkan dan di syahkan secara bersama melewati mekanisme musyawarah. Pertanyaan lain yang kerap sering terungkap dikalangan mahasiswa adalah, apakah kejadian perwalian yang menyulitkan, mencerminkan ketidakseriusan sistem, apabila memang itu benar, berati sangat paradoks dengan Power over opinion birokrat, bahwa Fisip mempunyai nama besar, profesionalisme dan disiplin, yang sering oleh beberapa pihak berasumsi secara sepihak bahwa Fisip Unpas adalah Fakultas terbaik PTS se Jawa Barat.
Perwalian yang diadakan pada tahun ini dikarenakan bentrok dengan liburan, karena otomatis pihak administrasi akademis harus bisa menyesuaikan, tapi yang jadi keluhan mahasiswa ialah mengapa prosedurnya harus terburu-buru dan bertele-tele. Hal ini sesuai dengan pernyataan Vel (HI'98) mengenai harus dibuatnya surat permohonan dalam mengambil transkip nilai seingga menghambat kami yang inin melakukan perwalian ucapnya, mahasiswi lain yang bernama Neng (HI'97), mengatakan bahwa perwalian sekarang merupakan hal yang unik dikarenakan masih ada nilai yang belum keluar padahal nilai dari mata kuliah ini merupakan syarat dalam mengambil mata kuliah keatas. Ditambahjuga oleh pernyataan Mulyani HI"99, mengatakan bahwa 'kita harus mau menunggu dosen wali yang belum datang, tetapi sebenarnya sudah sesuai dengan jadwal".
    Interaksi yang dilakukan oleh pihak dekanat baik pihak Tu, administrasi akademis, dosen dan mahasiswa di bulan Ramadhan ini mudah-mudahan dapat diambil manfaatnya karena pada bulan ini insya Allah kita semua dapat menahan nafsu karena dalam melakukan perwalian yang berdesak-desakan sudah pasti banyak godaan yang menghalang, sehingga bersabarlah dan lakukan semua ini dengan keikhlasan. (Nina)   

Kita adalah Patner Dekanat

    Pelantikan dan Rapat koordinasi Lembaga Kemahasiswaan Fisip Unpas yang dilaksanakan pada tanggal 14-16 Desember 2000 di Aula Suryadiredja oleh Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fisip Unpas terasa berbeda dari tahun-tahun yang lalu, acara ini merupakan ajang pencerahan bagi Lembaga Kemahasiswaan dalam memulai program kerjanya pada periode 2000-2001.
    Acara pelantikan ini dihadiri oleh seluruh pengurus lembaga kemahasiswaan Fisip Unpas beserta undangan. Para undangan yang menghadiri acara ini ialah Dekan Fisip Unpas Hj.Dr.Ummu S, Pembantu Dekan III Aswan Haryadi, Drs, dan staff jurusan Ilmu Komunikasi, pada acara ini terjadi perubahan besar, karena acara ini merupakan masa peralihan bagi dinamika kehidupan lembaga kemahasiswaan Fisip Unpas, karena pelantikan seluruh lembaga kemahsiswaan ini dilantik oleh BPM yang sebelumnya pelantikan dilakukan oleh pihak Dekanat.
    Perubahan ini merupakan jenjang peningkatan dalam mengelola lembaga kemahasiswaan, yang sesuai dengan tema dari pelantikan dan Rakor, yakni "Menciptakan Profesionalitas pengurus lembaga kemahasiswaan yang moralis dan idealis untuk memperkuat visi intelektual mahasiswa dalam membentuk lembaga kemahasiswaan Fisip Unpas yang dinamis, demokratis dan aspiratif". Hal ini didukung oleh pernyataan Ketua BPM, Atep Rahmat dalam sambutannya, mengatakan bahwa kita duduk di lembaga kemahasiswaan disini bukan berarti kita bawahan dari pihak dekanat melainkan adalah patner kerja mereka dalam mendinamisasikan kehidupan kampus. Dukungan juga dinyataan Dekan Fisip Unpas dalam sabutannya, beliau setuju bahwa pihak Dekanat merupakan patner dari lembaga kemahsiswaan tetapi beliau juga menambahkan bahwa lembaga kemahasiswaan Fisip unpas dalam melakukan profesionalitasnya jangan hanya mempunyai idealisme saja tetapi juga harus memperkuat moralitasnya sehingga dapat tercipta lembaga kemahasiswaan yang dinamis, demokrais dan aspiratif, bahkan beliau mendukung apapun yang dilakukan oleh lembaga kemahasiswaan dalam menjalani program kerjanya asal sesuai dengan prosedur yang berlaku. Mudah-mudahan pada periode ini dengan adanya patnership yang telah dipahami oleh pihak mahasiswa dan dekanat dapat tercipta sebuah format baru dalam mendinamisasikan kehidupan kampus sesuai dengan yang diharapkan, bravo Fisip Unpas dan terus maju. (Nina)

RETORIKA PELAKSANAAN AGENDA

Periode kelembagaan tahun ini akan sedikit berbeda dengan tahun yang lalu, ini fakta yang disampaikan masing-masing seluruh lembaga di Fisip Unpas, mulai dari Bpm yang memang tidak ada agenda, dengan alasan karena Bpm lembaga yang kondisional, maksudnya adalah bekerjasama dengan lembaga mahasiswa dan memenuhi aspirasi mahasiswa secara demokratis, yang bersifat teknis intern kampus dengan mekanisme yang kondisional pula, ucap Atep ketua Bpm. Untuk lembaga yang lain tidak jauh berbeda, seperti dalam mekanisme pelaksanaan dan orientasi agenda, perbedaan yang terlihat hanya sedikit, dalam Agenda, mekanisme dan orientasinya, walaupun sebenarnya ketiga hal tersebut memang terdapat sedikit persamaan, tetapi yang paling utama adalah memenuhi aspirasi mahasiswa yang ada di Fisip Unpas. Dalam hal konsep, rencana agenda memang sangat berbeda, karena masing-masing Himpunan mahasiswa (Hima) menyesuaikan dengan porsi jurusannya yang sudah pasti diharapkan dapat berguna dan terima oleh mahasiswa. Hima-Hi merencanakan adanya studi banding, diskusi terbuka dan adanya sedikit nuansa seni (musik, dll), mekanisme dijalankan oleh masing-masing koordinator dan orientasinya untuk mempererat kebersamaandan berbagi wawasan serta ilmu pengetahuan (ucap Rendy, koordinator Dept.Extern), untuk Hima-An tidak jauh berbeda dengan agenda periode yang lalu hanya sedikit ditambahkan konsep yang lain, mekanisme diserahkan pada tiap koordinator dengan tetap adanya koordinasi pada ketua, orientasinya yaitu mempererat persatuan dan Uhkuwah Islamiyah (ucap Rudi, Ka.Hima-An).
Hima-Ni akan menjalankan agenda yang telah dikonsep(salah satunya dalam bidang musik yang dirasakan kurang), tetapi menyesuaikan dengan Hima lain, maksudnya dalam hal kerjasama yang baik, mekanismenya tidak jauh berbeda dengan Hima lainnya, orientasinya adalah memperkuat kebersamaan mahasiswa Niaga, sedangkan BEM berupaya melaksanakan agenda secara maksimal, dengan mekanisme pembagian kerja perbidang dan kerjasama dengan lembaga lain serta orientasinya, diharapkan mahasiswa Fisip dapat tersejahterakan (ucap Iyan, Ka.BEM). Hima-kom berencana secara maksimal dapat melakasanakan agendanya dengan mekanisme yang sudah mulai berjalan melalui masing-masing koordinator dan sasaran orientasinya menjalin persatuan dan kesatuan. Untuk Hima-Ks Agendanya tidak jauh berbeda hanya disesuai dengan porsi jurusan Ks, adanya kerjasama yang solid diantara mahasiswa Ks dengan orientasi menjunjung dan mengangkat nama baik Ks.
Sedangkan untuk Bppm tetap dengan agenda penerbitan sesuai target, mekanismenya diserahkan pada masing-masing bidang, dengan tetap saling bekerjasama yang berorientasi dapat menghasilkan terbitan yang berkualitas tetapi dapat mengurangi budget pendapatan. (Yudo, Red)

TRANSPARASI AUDIT KEUANGAN MASIH TIDAK JELAS

Perjuangan yang selama ini dilakukan oleh mahasiswa melalui suatu Forum Komunikasi, gabungan seluruh mahasiswa Unpas (Fokus) dalam hal transparasi dana keuangan, ternyata membuahkan hasil, pihak Unpas dalam hal ini Rektorat telah memberikan jawaban, ucap Tio salah satu aktivis Fokus (ka.Fema Teknik), bahwa fokus telah menerima jawaban dalam bentuk laporan data (neraca),di cantumkan keseluruhan data dari mulai tahun 1998-2000, tetapi ternyata terdapat kejanggalan walaupun memang Fokus masih terus mengkaji hasil data tersebut yang memang kurangnya kejelasan secara terperinci dari data tersebut.
Kejanggalan yang juga terlihat yaitu ketidaksesuaian dengan hasil yang didapat oleh mahasiswa(material dan finansial), karena jawaban yang diajukan Fokus pada Rektorat mengenai dana tersebut dinyatakan untuk pembangunan Kampus yang ada di jl.Setia Budi, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan pernyataan Rektorat dan hal lain yang juga rancu dimana mahasiswa tidak diikut sertakan dalam peng-auditan, dengan alasan karena pihak Rektorat lupa, kemudian mengenai kesepakatan yang disepakati oleh yayasan, Rektorat dan Fokus, tetapi ternyata hanya dari pihak Rektorat yang memberikan penjelasan dan yang melakukan peng-auditan. Melalui kesepatan bersama Fokus akan menanyakan kembali mengenai kejelasan trnsparasi dana tersebut karena masih terdapat kejanggalan yang terlihat, tetapi diharapkan mahasiswa tidak berfikir negatif akan hal ini. (Yudo, Red)

[ kembali keatas ]

 

Hosted by www.Geocities.ws

1