PERS   PAMFLET ADALAH ALAT PERJUANGAN BAGI MEREKA YANG PEDULI AKAN NASIB DAN MASA DEPAN KAMPUS KITA, MAREKA YANG ALERGI TERHADAP PENINDASAN KOLEKTIF SERTA MEREKA YANG MAMPU BERKATA TIDAK! UNTUK KETIDAKADILAN.
DAFTAR ISI

EDISI 1
EDISI 2

EDISI 3
EDISI 4
EDISI 5
EDISI 6
EDISI 7
EDISI 8
EDISI 9
EDISI 10
EDISI 11
EDISI 12
EDISI 13
EDISI 14
EDISI 15
EDISI 16
EDISI 17
EDISI 18

[ BPPM HOME ]
[ MEDIA ]
[ PROFIL ]
[ LINK ]


[ LENGKONGBERSATU ]

EDISI 18

Koleb Unjuk Gigi

Lengkong besar). Sekelompok mahasiswa yang menamakan dirinya Komunitas Lengkong Besar (Koleb) hari Kamis (15/2) lalu melakukan aksi Anti Orde Baru di depan kampus Fisip. Dimulai dengan happening art, mereka bergantian melakukan orasi. Pamflet dan berbagai macam instalasi yang diletakkan di bahu jalan telah dipajang sejak pagi. Sambil berorasi mereka membagikan selebaran kepada mahasiswa dan masyarakat yang lewat di depan kampus untuk memberitahukan kepada masyarakat tentang bahaya Orde Baru.
Lewat orasi dan selebaran mereka menyampaikan bahwa sistem politik masih dikuasai oleh Orde Baru. Indikasinya adalah masih banyak orang-orang Orde Baru yang duduk di parlemen dengan motor penggerak terbesarnya, yaitu Golkar. Tidak satu pun kasus KKN dan pelanggaran HAM oleh Orde Baru yang diadili. Sementara Dwifungsi TNI sampai saat ini belum dicabut dan mereka masih memiliki tigapuluh delapan perwakilan di parlemen sampai 2009.
Aksi yang menurut rencana akan dilakukan di jalan, sempat berhenti karena hujan. Mereka melanjutkan aksi di pelataran kampus, namun mahasiswa sendiri terkesan apatis dengan aksi tersebut. Mahasiswa yang diharapkan mampu menanggapi setiap permasalahan kampus dan negara ini malah tidak peduli. Ironis sekali. (Yudo)

Fashion Sebagai Gaya Hidup


Lengkong Besar. Kapitalisme pandai menggunakan cara yang sangat kreatif, di antaranya melalui fashion, untuk keuntungan mereka. Ini sangat berpengaruh pada kehidupan sosial di masyarakat.. Demikian Antariksa, Pimred Kunci News letter dalam diskusi budaya "Fashion dalam Cultural Studies" yang dilaksanakan BPPM Fisip Unpas di basement sekretariat BPPM, Senin (12/2) lalu.
"Kita tidak akan melihat ini budaya apa, dari mana, bagaimana dan seperti apa. Tidak perlu budaya mana yang baik atau buruk, tetapi di sini diperlukan kreatifitas dalam mengolah dan mengkaji fashion sebagai kebutuhan yang memang bukan sesuatu yang aneh dan populer di masyarakat," ujar mantan ketua buletin mahasiswa UGM, Bulaksumur, yang akrab dipanggil Jenggot ini.
Dia menambahkan, ini bukan hal yang luar biasa, karena semua hanya persoalan yang selama ini menjadi keinginan sebagian besar pencinta fashion, menjadikannya sesuatu yang indah dan sudah menjadi kebutuhan. "Terserah kepada masing-masing personal, artinya segala sesuatu bukan hal yang begitu saja terlintas, tetapi menjadi suatu pemikiran yang inovatif untuk memperkaya kreatifitas," jelas mahasiswa Filsafat UGM ini. (Yudo/ Feri,)


Kampusku laskar Perjuangan
Oleh: Evi

Kampus Lengkong Besar, terutama untuk mahasiswa Fisip, merupakan barometer perjuangan untuk melawan ketidakadilan. Ketika gerakan mahasiswa dianggap sudah tidak lagi menunjukkan taringnya yang tajam, terkotak-kotak dan ditunggangi kepentingan-kepentingan tertentu. Ketika masyarakat mulai rapuh, mengalami tahap inparhum dalam mengatasi permasalahan ini, akankah gerakan harus berdasarkan moral? Walaupun kata-kata moral dianggap absrud, tapi bagaimanapun moral adalah basis dari penjelmaan suatu individu, kelompok dan komunitas. Rakyat, bagaimanapun pasti yang pertama kali terkena imbas apabila kekerasan sudah menjadi hal biasa. Kemiskinan, pembodohan dan hilangnya generasi yang akan datang telah benar- benar mengancam kelangsungan bangsa. Apa yang akan kita lakukan? Diam saja? Tentu saja tidak, karena perjalanan yang akan kita goreskan di kampus ini masih panjang, masih banyak agenda-agenda yang terbengkalai. Maju Fisip Unpas! Jadikan Lengkong Besar gegap gempita dengan gemuruh pergerakan!

LKM Mandul, Dinamika Kampus Mati

Lengkong besar. Sebuah paradigma baru dimulai oleh lembaga Kemahasiswaan (Lkm) Fisip Unpas yang sangat dinantikan oleh semua mahasiswa yang merupakan motor penggerak sebagai pelaksana aspirasi mahasiswa sehingga dinamika kampus dapat dirasakan oleh seluruh mahasiswa.       
Pada tanggal 13 Februari 2001, Bppm mengadakan diskusi yang membahas tentang 'dinamika mahasiswa fisip unpas", disini dipertemukan Lkm dan Elemen mahasiswa (Hmi, Pokja, Dakor, Arcadea, Lmnd, dll), ternyata wacana yang berkembang sangat tidak diharapkan bagi mahaiswa, karena ternyata Lkm memang tidak bisa merangkul mahasiswa untuk berdinamika, tetapi sebenarnya Lkm menginginkan dinamika kampus sesuai yang diinginkan oleh mahasiswa atau mungkin wacana yang berkembang memang hanya sebatas proses yang baru Lkm jalankan dalam beberapa bulan ini, dengan tidak menutup kemungkinan bahwa Lkm mengalami kesulitan kesulitan dalam proses tersebut. Dalam diskusi teresbut wacana yang dipaparkan dari Lkm memang sedikit menutupi mengenai kepentingan atau rencana yang akan dilaksanakannya yang diharapkan memang bisa mencapai sasaran yang dinginkan, begitupun yang dipaparkan dari eleman mahasiswa memang sedikit menutupi bahkan tidak terlalu banyak yang dipaparkan, tetapi memang mahasiswanya pun tidak peduli dan itu menjadi kesulitan yang besar diantara kesulitan yang lainnya, ironis memang, tetapi sebagai motor penggerak seharusnya bisa mencari format agar paradigma yang berkembang sesuai yang diharapkan oleh semua mahasiswa. Elemen gerakan mahasiswa hanya berkomentar bahwa seharusnya Lkmlah yang nenjadi penggerak disini, karena dinyatak oleh mahasiswa sebagai lembaga yang formal dan berhak.
Juga diharapkan bisa menciptakan dinamika kampus yang benar-benar hidup dengan konflik yang dewasa dan demokratis, sebenarnya Lkm pun menginginkan hal tersebut dapat tercapai, tetapi disini tidak mencari siapa yang benar atau yang salah yang jelas bagaimana mencari solusi yang terbaik untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Dengan wacana dalam diskusi ini diharapkan mahasiswa bisa sadar dan mengerti akan apa yang harus di lakukan, sehingga peduli akan keadaan kampus kita yang tercinta ini, semoga. (Yudo, Red)

.

[ kembali keatas ]

 

Hosted by www.Geocities.ws

1