|
|
|
| EDISI 3 |
Ada Auditor Asing di UNPAS!
pada hari Rabu 19 Juli 2000 sekitar pukul 09 . 45 bertempat di ruang
rapat Taman sari, dilakukan pertemuan mengenai penyelesaian transparansi keuangan dan
masalah audit keuangan Universitas Pasundan. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Rektor
Unpas, Ketua Yayasan Prof. Sudarja Adiwikarta, para Pembantu Rektor, Dekan dan perwakilan
mahasiswa Unpas dari tiap-tiap lembaga kemahasiswaan. Fokus dari pertemuan tersebut yaitu
untuk menyelesaikan masalah audit keuangan di Unpas dan yayasan yang meliputi seluruh
komponen, yaitu yayasan, rektorat, fakultas, jurusan dan lembaga kemahasiswaan, dengan
menunjuk akuntan publik yang nantinya mempunyai kewenangan untuk mengaudit soal keuangan
di lingkungan Unpas.
Ahmad Zakiyudin, salah satu dari tiga mandat yang telah ditunjuk
sebelumnya (selain Jimmy dan Asep) membacakan surat perjanjian dalam pertemuan sebelumnya,
di mana telah ditegaskan oleh PR III Prof..Dr Sidik Priadana, bahwa tidak ada perubahan
dalam isi perjanjian tersebut. Walaupun sempat terjadi perdebatan kecil tentang
pencantuman siapa dan darimana saja yang berhak menjadi saksi dalam masalah audit keuangan
tersebut, akhirnya disetujui bahwa saksi merupakan orang-orang yang hadir di dalam
pertemuan tersebut.
Kasus pemukulan terhadap Asep Hasan (mahasiswa Ekonomi) pun sempat dibicarakan dalam
pertemuan tersebut. Rektor dengan bijak mengingatkan untuk tidak melebarkan dari fokus
acara semula dan memisahkan antara dua masalah tersebut.
Penandatanganan dari tiga mandat pun dilaksanakan, kemudian dilanjutkan
pada fokus acara yaitu penunjukan siapa akuntan publik yang di pilih. Prof. Sudarja
Adiwikatra selaku ketua yayasan menceritakan kronologis dari pencarian akuntan publik yang
menurutnya IAI ( Ikatan Akuntan Indonesia) turut membantu dan merekomendasi (memberikan)
daftar nama akuntan publik yang independen. Ada 15 nama yang diusulkan dari IAI, dan
akhirnya menjadi 5 nama Akuntan Publik yang di anggap paling independen, karena tidak ada
sangkut pautnya dengan pihak manapun dan tidak ada hubungan emosional dengan Unpas
sendiri. Kelima Akuntan Publik yang ditawarkan yaitu:
1. Kantar Akuntan Publik Lamijan dan rekan.
2. Kantor Akuntan Publik Jumarma dan Wahyudin
3. Kantor Akuntan Publik Yosef Munthe
4. Kantor Akuntan Publik Dra Yati Ruchyati
5. Kantor Akuntan Publik CM Tanadi dan rekan.
Prof Sudarja pun memberi keyakinan bahwa kredibilitas dan
acceptabilitas akuntan-akuntan publik tersebut di jamin sepenuhnya oleh IAI. Tetapi, dari
pihak mahasiswa tidak langsung menyetujui atau memilih para akuntan publik tersebut dan
mereka meminta waktu untuk berdialog selama 2 hari guna menilai dan mengkontrol akuntan
publik yang ditawarkan.
Akhirnya pertemuan pun dilanjutkan pada hari Senin tanggal 24 Juli 2000 untuk memastikan
akuntan publik yang akan mengaudit keuangan Unpas. Hasil dari pertemuan tersebut akhirnya
menyepakati satu dari akuntan publik yang ditawarkan tersebut dan melakukan negosiasi
berikutnya, pihak Rektorat Unpas dan Yayasan berjanji akan mengkonfimasikannya ke
tiap-tiap lembaga kemahasiswaan selanjutnya.
Selamat Datang"Manusia-manusia" Baru di kampus "Alam
Sadar"
Sebagai manusia, kita terus disudutkan oleh eksistensi di"alam
sadar". Karenanya, kita harus terus berproses dan berdinamisasi baik dalam wujud
pemikiran dan tindakan. Di dalam mencari eksistensi dan tanda bisa didapatkam di mana saja
dan kapan saja. Di sini (di kampus "�lam sadar") pun anda bisa dapatkan
walaupun tak jarang yang terjebak oleh pergaulan kampus yang pragmatis, hedonis,dan
fatalistik. Jadi, anda sebagai "manusia-manusia baru " dapat memilih
"kehidupan-kehidupan" yang ada di kampus ini dengan"alam sadar" anda.
Sebagai "manu sia-manusia baru" hendaknya dapat mencari arti dari
"kehidupan baru"yang baru anda masuki. Bukan lantas anda hanya "diam"
saja melihat semua "kehidupan-kehidupan yang aneh"di kampus �lam sadar"
ini. Justru anda harus bisa berbat untuk kampus dan bagi semuanya. Anda harusbisa membuat
catatan sejarah atau penyejarahbagi kampus dan negara. Bila anda mengaku mahasiswa yang
mempunyai "sedikit" intelektualitas, "nilaiJual"di mata kaum-kaum
"alam sadar". Jangan menjadi"parasit"yang terus menggerogoti
"nyawa" dari tiap-tiap kehidupan di"alam sadar" ini. So, jadilah
seperti seorang "drakula" yangterus haus darah dalam pengertian anda terus haus
akan semua ilmu. Ilmulah yang akan menuntun anda memperoleh"kehidupan nyata" di
"alam sadar" ini. Walaupun, terkadang di alam sadar ini, kehidupanya terasa
ganjiluntukkita lihat dan amati. tetapi, kehidupanbaru yang akan anda tempuh tersebutharus
dibarengi dengan suatu niatan, itikad baik, dan keikhlasan untuk memasuki kehidupan di
kampus "�lam sadar" ini. sehingga anda tidak akan men jadi manusia-manusia baru
yang akan terjebak di "kehidupan-kehidupan yangpenuh keanehan"di kampus ini da
ri "kehidupan-kehidupan Yang penuh dengan Keanehan" itulah anda dapat berpikir
untuk dapat mewujudkan segala pemikiran dan tindakan yang nyata bagi kampus dan bagi
semuanya. jadikan "kehidupan baru"anda untuk membentuk hegemoni
"gerakan"ke arah yang jelasdan nyata. Because, VIVER E'LUTAR dan berjuang lah
melawan "keanehan"di kampus "alam sadar" ini. HASTALAMUERTE dari kawan
seperjuangan yang terjebak di kampus "alam sadar"
(heru)
Laris Manis jangan ngibul donk
!
h
nggak terasa yach, sekarang udah mo' ajaran baru 2000-2001. Terutama bagi
mahasiswa baru. Unpas sekarang banyak peminatnya loch karena di nilai merupakan
Universitas yang masih mempunyai bargain (di Bandung, tapi lumayan dech
).
Ngomong-ngomong sekarang Unpas menawarkan apa ya
bagi mahasiswa barunya? apakah masih
sama seperti dulu cuman berkisar pada persoalan ngecat ruangan, ganti kursi, ama beli
gayung kamar mandi?, tapi hal itu seharusnya sudah menjadi perihal yang sangat kadaluarsa
banget soalnya kita semua tuch! (mahasiswa lama) sebenarnya bosen sama yang kaya gituan
apalagi sekarang bayaran bagi mereka nyang mo' jadi anak baru di Unpas tuch, lumayan gede
banget jadi so pasti kan mereka harus di beri fasilitas yang OK (iya nggak ?..).
Ya
paling tidak supaya kagak cape ngecat lagi mendingan temboknya di bikin kaya papan
tulis semua biar pas temen-temen mahasiswa nyorat-nyoret bisa di apus, trus kursi kuliah
lebih baik di ganti ama yang bisa di atur kaya jok mobil maksudnya, biar mahasiswa sayang
ngerusakinnya, dan satu lagi biar gayung kaga pada ilang di kamar mandi mending buat kamar
mandi tradisional yang ada pancurannya!. (cuman usul bolehkan bu
?)
Bicara mengenai minat mahasiswa baru terhadap Unpas kayaknya emang ngebludak banget tapi
jangan mentang-mentang lagi ada order lantas maen terima aja kita kan kaga mau ngeliat
kampus ini bejibun ama orang. Kita kan mau kampus kita di jibunin ama buku-buku, ama
dosen-dosen yang berkualitas. Jangan karena kita Universitas swasta jadi pikirannya profit
oriented terus.
Merupakan suatu hal yang masih terus dipertanyakan oleh mahasiswa Unpas sebenernya What's
wrong sich? Sering banget terjadi penumpukan mahasiswa di dalam ruangan yang berukuran
12x10 m, berdesak-desakan, pengap dan full room pisan. Bisa jadi kita-kita nyang niatnya
mo' belajar serius jadi kagak bisa konsentrasi lantaran parfum tribunya si Ani (nama
samaran-Red) kaga bisa nandingin "parfum alami"nya si Kodir (juga nama
samaran-Red) yang bermerk "bau badan asoy".
Harapan akhir yang masih bisa kami mohon, mudah-mudahan dengan semakin banyaknya peminat
yang mau masuk Unpas ini tidak menjadikan lahan subur untuk mengeksploitasi mahasiswa
baru, pola penyaringan mahasiswa baru yang lebih selektif agar kita bisa bangga dengan
kualitas bukan kuantitas, dan harapan yang paling akhir, mudah-mudahan kompensasi yang
diberikan oleh Unpas jelas dan setimpal dengan biaya yang telah dikeluarkan oleh mahasiswa
baru periode 2000-2001. (Nina)
"Perak" dilaksanakan oleh kelembagaan Fisip
Lengkong Besar. Dalam pertemuan pada tanggal 28 Juli antara Lembaga
Kemahasiswaan dengan PD III yang membahas kegiatan Perak (Pengenalan Religi dan Akademik
Kampus), PD III, Bapak Aswan Haryadi Drs menegaskan bahwa kegiatan ini (Perak) adalah
kegiatan kelembagaan, bukan hanya kegiatan Lembaga Kemahasiswaan seperti tahun- tahun
sebelumnya. "Karena ini adalah kegiatan kelembagaan, ada tiga komponen dalam kegiatan
ini, yaitu dosen, mahasiswa dan karyawan," ujar Pak Aswan menjelaskan. Ia juga
menambahkan bahwa tidak seperti di fakultas lain, yang teknis pelaksanaannya dilaksanakan
oleh dosen-dosen, di Fisip mencoba untuk mengakomodir setiap elemen, termasuk mahasiswa.
Ini sebenarnya adalah konsekuensi dari SK no: 38/ Dikti/ 2000 tentang
kegiatan pengenalan kampus yang hanya bisa dilakukan dalam kegiatan akademik, dan
dilaksanakan oleh pimpinan Perguruan Tinggi. Dalam hal ini Rektor telah menyerahkan
mekanisme sepenuhnya kepada Fisip melalui PD III. Oleh karena itu, laporan
pertanggungjawabannya nanti ke Rektor, makanya PD III meminta kepada mahasiswa kegiatan
ini untuk di-manage bersama.
Sebelumnya ada tiga format yang ditawarkan, yaitu konsep panglaungan, pesantren dan
tadabur alam. Akhirnya dicapai kesepakatan bahwa format untuk kali ini adalah pesantren
dan rencananya akan bekerjasama dengan pesantren Darut Tauhid.
Masalah pendanaan didistribusikan oleh fakultas dengan diawasi mahasiswa. Dan jumlahnya
sudah ditetapkan sebesar Rp. 180.000 per orang untuk Perak dan Mabim. Namun belum ada
patokan yang jelas tentang pembagian dana antara Perak dan Mabim. Sempat tersebar isu
bahwa untuk Mabim hanya mendapat bagian Rp. 30.000, dari setiap peserta, sehingga sempat
terjadi salah paham dan ketidakpuasan HMJ kepada panitia Perak. " Kami merasa
dilangkahi oleh panitia Perak," ujar Hamid, ketua Himpunan Niaga. Tuduhan yang
dilontarkan Hamid kepada panitia Perak adalah karena pengambilan keputusan yang sepihak
dan tidak adanya kordinasi. Sampai akhir pertemuan, belum dicapai kesepakatan pembagian
dana untuk Perak dan Mabim, namun PD III meminta kepada mahasiswa untuk percaya kepada
mereka dalam pendistribusian dana, karena diusahakan setransparan mungkin.
"Distribusi akan dilakukan oleh fakultas dengan diawasi mahasiswa. Jangan kita sampai
memakan keringat orang lain, memakan tulang teman," jelas Pak Aswan meyakinkan
mahasiswa.(IaN)
|
[ kembali keatas ]
|
|