PERS   PAMFLET ADALAH ALAT PERJUANGAN BAGI MEREKA YANG PEDULI AKAN NASIB DAN MASA DEPAN KAMPUS KITA, MAREKA YANG ALERGI TERHADAP PENINDASAN KOLEKTIF SERTA MEREKA YANG MAMPU BERKATA TIDAK! UNTUK KETIDAKADILAN.
DAFTAR ISI

EDISI 1
EDISI 2

EDISI 3
EDISI 4
EDISI 5
EDISI 6
EDISI 7
EDISI 8
EDISI 9
EDISI 10
EDISI 11
EDISI 12
EDISI 13
EDISI 14
EDISI 15
EDISI 16
EDISI 17
EDISI 18

[ BPPM HOME ]
[ MEDIA ]
[ PROFIL ]
[ LINK ]

[ LENGKONGBERSATU ]

EDISI 3
Ada Auditor Asing di UNPAS!

    pada hari Rabu 19 Juli 2000 sekitar pukul 09 . 45 bertempat di ruang rapat Taman sari, dilakukan pertemuan mengenai penyelesaian transparansi keuangan dan masalah audit keuangan Universitas Pasundan. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Rektor Unpas, Ketua Yayasan Prof. Sudarja Adiwikarta, para Pembantu Rektor, Dekan dan perwakilan mahasiswa Unpas dari tiap-tiap lembaga kemahasiswaan. Fokus dari pertemuan tersebut yaitu untuk menyelesaikan masalah audit keuangan di Unpas dan yayasan yang meliputi seluruh komponen, yaitu yayasan, rektorat, fakultas, jurusan dan lembaga kemahasiswaan, dengan menunjuk akuntan publik yang nantinya mempunyai kewenangan untuk mengaudit soal keuangan di lingkungan Unpas.
    Ahmad Zakiyudin, salah satu dari tiga mandat yang telah ditunjuk sebelumnya (selain Jimmy dan Asep) membacakan surat perjanjian dalam pertemuan sebelumnya, di mana telah ditegaskan oleh PR III Prof..Dr Sidik Priadana, bahwa tidak ada perubahan dalam isi perjanjian tersebut. Walaupun sempat terjadi perdebatan kecil tentang pencantuman siapa dan darimana saja yang berhak menjadi saksi dalam masalah audit keuangan tersebut, akhirnya disetujui bahwa saksi merupakan orang-orang yang hadir di dalam pertemuan tersebut.
Kasus pemukulan terhadap Asep Hasan (mahasiswa Ekonomi) pun sempat dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Rektor dengan bijak mengingatkan untuk tidak melebarkan dari fokus acara semula dan memisahkan antara dua masalah tersebut.
    Penandatanganan dari tiga mandat pun dilaksanakan, kemudian dilanjutkan pada fokus acara yaitu penunjukan siapa akuntan publik yang di pilih. Prof. Sudarja Adiwikatra selaku ketua yayasan menceritakan kronologis dari pencarian akuntan publik yang menurutnya IAI ( Ikatan Akuntan Indonesia) turut membantu dan merekomendasi (memberikan) daftar nama akuntan publik yang independen. Ada 15 nama yang diusulkan dari IAI, dan akhirnya menjadi 5 nama Akuntan Publik yang di anggap paling independen, karena tidak ada sangkut pautnya dengan pihak manapun dan tidak ada hubungan emosional dengan Unpas sendiri. Kelima Akuntan Publik yang ditawarkan yaitu:
1. Kantar Akuntan Publik Lamijan dan rekan.
2. Kantor Akuntan Publik Jumarma dan Wahyudin
3. Kantor Akuntan Publik Yosef Munthe
4. Kantor Akuntan Publik Dra Yati Ruchyati
5. Kantor Akuntan Publik CM Tanadi dan rekan.
    Prof Sudarja pun memberi keyakinan bahwa kredibilitas dan acceptabilitas akuntan-akuntan publik tersebut di jamin sepenuhnya oleh IAI. Tetapi, dari pihak mahasiswa tidak langsung menyetujui atau memilih para akuntan publik tersebut dan mereka meminta waktu untuk berdialog selama 2 hari guna menilai dan mengkontrol akuntan publik yang ditawarkan.
Akhirnya pertemuan pun dilanjutkan pada hari Senin tanggal 24 Juli 2000 untuk memastikan akuntan publik yang akan mengaudit keuangan Unpas. Hasil dari pertemuan tersebut akhirnya menyepakati satu dari akuntan publik yang ditawarkan tersebut dan melakukan negosiasi berikutnya, pihak Rektorat Unpas dan Yayasan berjanji akan mengkonfimasikannya ke tiap-tiap lembaga kemahasiswaan selanjutnya.

Selamat Datang"Manusia-manusia" Baru di kampus "Alam Sadar"

    Sebagai manusia, kita terus disudutkan oleh eksistensi di"alam sadar". Karenanya, kita harus terus berproses dan berdinamisasi baik dalam wujud pemikiran dan tindakan. Di dalam mencari eksistensi dan tanda bisa didapatkam di mana saja dan kapan saja. Di sini (di kampus "�lam sadar") pun anda bisa dapatkan walaupun tak jarang yang terjebak oleh pergaulan kampus yang pragmatis, hedonis,dan fatalistik. Jadi, anda sebagai "manusia-manusia baru " dapat memilih "kehidupan-kehidupan" yang ada di kampus ini dengan"alam sadar" anda. Sebagai "manu sia-manusia baru" hendaknya dapat mencari arti dari "kehidupan baru"yang baru anda masuki. Bukan lantas anda hanya "diam" saja melihat semua "kehidupan-kehidupan yang aneh"di kampus �lam sadar" ini. Justru anda harus bisa berbat untuk kampus dan bagi semuanya. Anda harusbisa membuat catatan sejarah atau penyejarahbagi kampus dan negara. Bila anda mengaku mahasiswa yang mempunyai "sedikit" intelektualitas, "nilaiJual"di mata kaum-kaum "alam sadar". Jangan menjadi"parasit"yang terus menggerogoti "nyawa" dari tiap-tiap kehidupan di"alam sadar" ini. So, jadilah seperti seorang "drakula" yangterus haus darah dalam pengertian anda terus haus akan semua ilmu. Ilmulah yang akan menuntun anda memperoleh"kehidupan nyata" di "alam sadar" ini. Walaupun, terkadang di alam sadar ini, kehidupanya terasa ganjiluntukkita lihat dan amati. tetapi, kehidupanbaru yang akan anda tempuh tersebutharus dibarengi dengan suatu niatan, itikad baik, dan keikhlasan untuk memasuki kehidupan di kampus "�lam sadar" ini. sehingga anda tidak akan men jadi manusia-manusia baru yang akan terjebak di "kehidupan-kehidupan yangpenuh keanehan"di kampus ini da ri "kehidupan-kehidupan Yang penuh dengan Keanehan" itulah anda dapat berpikir untuk dapat mewujudkan segala pemikiran dan tindakan yang nyata bagi kampus dan bagi semuanya. jadikan "kehidupan baru"anda untuk membentuk hegemoni "gerakan"ke arah yang jelasdan nyata. Because, VIVER E'LUTAR dan berjuang lah melawan "keanehan"di kampus "alam sadar" ini. HASTALAMUERTE dari kawan seperjuangan yang terjebak di kampus "alam sadar"
(heru)



Laris Manis jangan ngibul donk…!

h…nggak terasa yach, sekarang udah mo' ajaran baru 2000-2001. Terutama bagi
mahasiswa baru. Unpas sekarang banyak peminatnya loch karena di nilai merupakan Universitas yang masih mempunyai bargain (di Bandung, tapi lumayan dech…). Ngomong-ngomong sekarang Unpas menawarkan apa ya…bagi mahasiswa barunya? apakah masih sama seperti dulu cuman berkisar pada persoalan ngecat ruangan, ganti kursi, ama beli gayung kamar mandi?, tapi hal itu seharusnya sudah menjadi perihal yang sangat kadaluarsa banget soalnya kita semua tuch! (mahasiswa lama) sebenarnya bosen sama yang kaya gituan apalagi sekarang bayaran bagi mereka nyang mo' jadi anak baru di Unpas tuch, lumayan gede banget jadi so pasti kan mereka harus di beri fasilitas yang OK (iya nggak ?..). Ya…paling tidak supaya kagak cape ngecat lagi mendingan temboknya di bikin kaya papan tulis semua biar pas temen-temen mahasiswa nyorat-nyoret bisa di apus, trus kursi kuliah lebih baik di ganti ama yang bisa di atur kaya jok mobil maksudnya, biar mahasiswa sayang ngerusakinnya, dan satu lagi biar gayung kaga pada ilang di kamar mandi mending buat kamar mandi tradisional yang ada pancurannya!. (cuman usul bolehkan bu…?)
Bicara mengenai minat mahasiswa baru terhadap Unpas kayaknya emang ngebludak banget tapi jangan mentang-mentang lagi ada order lantas maen terima aja kita kan kaga mau ngeliat kampus ini bejibun ama orang. Kita kan mau kampus kita di jibunin ama buku-buku, ama dosen-dosen yang berkualitas. Jangan karena kita Universitas swasta jadi pikirannya profit oriented terus.
Merupakan suatu hal yang masih terus dipertanyakan oleh mahasiswa Unpas sebenernya What's wrong sich? Sering banget terjadi penumpukan mahasiswa di dalam ruangan yang berukuran 12x10 m, berdesak-desakan, pengap dan full room pisan. Bisa jadi kita-kita nyang niatnya mo' belajar serius jadi kagak bisa konsentrasi lantaran parfum tribunya si Ani (nama samaran-Red) kaga bisa nandingin "parfum alami"nya si Kodir (juga nama samaran-Red) yang bermerk "bau badan asoy".
Harapan akhir yang masih bisa kami mohon, mudah-mudahan dengan semakin banyaknya peminat yang mau masuk Unpas ini tidak menjadikan lahan subur untuk mengeksploitasi mahasiswa baru, pola penyaringan mahasiswa baru yang lebih selektif agar kita bisa bangga dengan kualitas bukan kuantitas, dan harapan yang paling akhir, mudah-mudahan kompensasi yang diberikan oleh Unpas jelas dan setimpal dengan biaya yang telah dikeluarkan oleh mahasiswa baru periode 2000-2001. (Nina)


"Perak" dilaksanakan oleh kelembagaan Fisip

    Lengkong Besar. Dalam pertemuan pada tanggal 28 Juli antara Lembaga Kemahasiswaan dengan PD III yang membahas kegiatan Perak (Pengenalan Religi dan Akademik Kampus), PD III, Bapak Aswan Haryadi Drs menegaskan bahwa kegiatan ini (Perak) adalah kegiatan kelembagaan, bukan hanya kegiatan Lembaga Kemahasiswaan seperti tahun- tahun sebelumnya. "Karena ini adalah kegiatan kelembagaan, ada tiga komponen dalam kegiatan ini, yaitu dosen, mahasiswa dan karyawan," ujar Pak Aswan menjelaskan. Ia juga menambahkan bahwa tidak seperti di fakultas lain, yang teknis pelaksanaannya dilaksanakan oleh dosen-dosen, di Fisip mencoba untuk mengakomodir setiap elemen, termasuk mahasiswa.
    Ini sebenarnya adalah konsekuensi dari SK no: 38/ Dikti/ 2000 tentang kegiatan pengenalan kampus yang hanya bisa dilakukan dalam kegiatan akademik, dan dilaksanakan oleh pimpinan Perguruan Tinggi. Dalam hal ini Rektor telah menyerahkan mekanisme sepenuhnya kepada Fisip melalui PD III. Oleh karena itu, laporan pertanggungjawabannya nanti ke Rektor, makanya PD III meminta kepada mahasiswa kegiatan ini untuk di-manage bersama.
Sebelumnya ada tiga format yang ditawarkan, yaitu konsep panglaungan, pesantren dan tadabur alam. Akhirnya dicapai kesepakatan bahwa format untuk kali ini adalah pesantren dan rencananya akan bekerjasama dengan pesantren Darut Tauhid.
Masalah pendanaan didistribusikan oleh fakultas dengan diawasi mahasiswa. Dan jumlahnya sudah ditetapkan sebesar Rp. 180.000 per orang untuk Perak dan Mabim. Namun belum ada patokan yang jelas tentang pembagian dana antara Perak dan Mabim. Sempat tersebar isu bahwa untuk Mabim hanya mendapat bagian Rp. 30.000, dari setiap peserta, sehingga sempat terjadi salah paham dan ketidakpuasan HMJ kepada panitia Perak. " Kami merasa dilangkahi oleh panitia Perak," ujar Hamid, ketua Himpunan Niaga. Tuduhan yang dilontarkan Hamid kepada panitia Perak adalah karena pengambilan keputusan yang sepihak dan tidak adanya kordinasi. Sampai akhir pertemuan, belum dicapai kesepakatan pembagian dana untuk Perak dan Mabim, namun PD III meminta kepada mahasiswa untuk percaya kepada mereka dalam pendistribusian dana, karena diusahakan setransparan mungkin. "Distribusi akan dilakukan oleh fakultas dengan diawasi mahasiswa. Jangan kita sampai memakan keringat orang lain, memakan tulang teman," jelas Pak Aswan meyakinkan mahasiswa.(IaN)
[ kembali keatas ]

 

Hosted by www.Geocities.ws

1