Dalam segmen kebudayaan, faktor apa yang secara signifikan dapat mempromosikan antara pria
modern, modern, modernisasi, modernisme dengan post-modernisme?Pada sejumlah term yang
dimaksud, kesemuanya mempunyai kesaman arti yang esensial sebagai pendekatan dalam
menganalisis, bukan hanya pada segmen kebudayaan saja misalnya. Yaitu proses gerak
perubahan yang dinamis atas pola pemikiran, gaya hidup, sistem/struktur plitik, ekonomi,
hukum sosial budaya dan sebagainya. Perbedaannya dengan term yang ada, post medernisme
adalah kecenderungan alur berpikir atau alur bentuk keyakinan individu. Jadi bukan bagian
dari proses yang dimaksud. Inti pemikirannya pun berbeda dengan kaum modernisme, idealist
atau realist-marxist. Inti pemikirannya ialah lebih menghargai sekaligus menghormati
bentuk keyakinan lain walau konsekuensinya harus hidup dalam satu komunitas bersama .
Namun ia (baca: Post Modernisme) "Anti Konsensus" atau kesepakatan-kesepakatan
umum yang dibuat sebagai konsep bersama dan diinstitusionalisasi-kan dalam bentuk-bentuk
yang formal.
Apakah kaum ini lahir karena kecewa atas pendekatan-pendekatan ideologis yang lain?
Misalnya Modernist, idealist, realist, atau marxist.
Ya. Pendekatan yang lain lebih cenderung mencari bentuk kesamaan viasi, konsensus.
Misalnya perentangan frontal antara kapitalisme dengan sosialisme-komunis. Bentuk dari
pendekatan lain cenderung lebih mencari jalan ketiga atau ideal membendung sekaligus
berusaha menghancurkan yang lain, misalnya dengan memarginalkan peran global ekonomi
politik sosialisme-komunis di "Timur" serta wilayah-wilayah lain yang ideologi
dan politik post-modernisme gagal menjadi suatu pendekatan. Bbukan karena tidak demokratis
atau egaliterian. Tapi, post-modernisme lebih mengandalkan subyektivitas berfikir, namun
mengakui keberadaan serta menghargai ide atau keyakinan lain.
Lalu, di segmen kehidupan yang mana post-modernisme menjadi lebih relevan sebagai
metode pendekatan?
Sosial kemasyarakatan dan kebudayaan.Post Modernisme lebih lebih relevan dijadikan
pendekatan untuk memahami persoalan filsafat, nilai, norma, kaidah, kebiasaan, spritual
dan estetika (keindahan). Juga tentang pemahaman berfikir , bertindak serta gaya hidup.
Dalam konteks sosial kemasyarakatan dan kebudayaan di Indonesia, berada di titik
manakah kedua variabel tersebut? Pra, medium, atau post/pasca modern.
Pada dasarnya masyarakat kita tidak berada di salah satu titik yang ditunjukkan.
Artinya, proses kemajuan yang ada dalam kultur masyarakat kita terlihat di semua titik
yang ada. Masyarakat kita berada di titik pra, medium serta post/pasca dan masih
melakoninya. Tidak secara utuh dalam kondisi pra, modern atau pasca modern. Kerancuan
banyak terliaht ketika pendekatan posmo sebagai gaya hidup dilakoni oleh masyarakat kita.
Misalnya mengklaim diri moderat, tetapi tidak egaliter atas perbedaan. Atau kebiasan
konsumerisme masyarakat yang terjebak oleh bahasa-bahasa simbol yang menjadi ikon
kemajuan.
Banyak hal yang dapat dijadikan bahan acuan dasar sekaligus wawasan untuk memahami
pendekatan-pendekatan Posmo sebagai wacana dalam menyikapi gerak perubahan sosial
-kemasyarakatan ditinggal global hingga ke level nasional. Yasraf Amir Pialang, adalah
salah satu dari sekian banyak pemerhati masalah sosial- kemasyarakatan di negeri ini.
Buku-bukunya yang telah diterbitkan seperti "Dunia Yang Dilipat" atau
"Hiperrealitas Kebudayaan" dan sejumlah artikel-artikel yang dimuat di
harian-harian nasional akan lebih komprehensif dan elaboratif unutk dijasikan referensi
bersama dalam melihat realitas peradaban dunia dari masa lalu, sekarang dan yang akan
datang. (Nenie)
.