BULETIN LENGKONG BESAR Dari Mahasiswa Untuk Pembebasan
DAFTAR ISI

Editorial
Bongkar Tema
Bongkar Artikel
Catatan Bebas
Bongkar Tokoh
Renungan

Suara Grassroot
Serba-Serbi
Wawancara

[ BPPM HOME ]
[ MEDIA ]
[ PROFIL ]
[ LINK ]

[ LENGKONGBERSATU ]
[ HIBURAN ]

RUBRIK BONGKAR TOKOH � EDISI 3 Th.2 2000 -

"... Pendekatan Post-Modernisme Gagal Di Tataran Ideologis..."

Yasraf Amir Piliang
(kolumnis, pengamat masalah sosial budaya)

Dalam segmen kebudayaan, faktor apa yang secara signifikan dapat mempromosikan antara pria modern, modern, modernisasi, modernisme dengan post-modernisme?

Pada sejumlah term yang dimaksud, kesemuanya mempunyai kesaman arti yang esensial sebagai pendekatan dalam menganalisis, bukan hanya pada segmen kebudayaan saja misalnya. Yaitu proses gerak perubahan yang dinamis atas pola pemikiran, gaya hidup, sistem/struktur plitik, ekonomi, hukum sosial budaya dan sebagainya. Perbedaannya dengan term yang ada, post medernisme adalah kecenderungan alur berpikir atau alur bentuk keyakinan individu. Jadi bukan bagian dari proses yang dimaksud. Inti pemikirannya pun berbeda dengan kaum modernisme, idealist atau realist-marxist. Inti pemikirannya ialah lebih menghargai sekaligus menghormati bentuk keyakinan lain walau konsekuensinya harus hidup dalam satu komunitas bersama . Namun ia (baca: Post Modernisme) "Anti Konsensus" atau kesepakatan-kesepakatan umum yang dibuat sebagai konsep bersama dan diinstitusionalisasi-kan dalam bentuk-bentuk yang formal.

Apakah kaum ini lahir karena kecewa atas pendekatan-pendekatan ideologis yang lain? Misalnya Modernist, idealist, realist, atau marxist.

Ya. Pendekatan yang lain lebih cenderung mencari bentuk kesamaan viasi, konsensus. Misalnya perentangan frontal antara kapitalisme dengan sosialisme-komunis. Bentuk dari pendekatan lain cenderung lebih mencari jalan ketiga atau ideal membendung sekaligus berusaha menghancurkan yang lain, misalnya dengan memarginalkan peran global ekonomi politik sosialisme-komunis di "Timur" serta wilayah-wilayah lain yang ideologi dan politik post-modernisme gagal menjadi suatu pendekatan. Bbukan karena tidak demokratis atau egaliterian. Tapi, post-modernisme lebih mengandalkan subyektivitas berfikir, namun mengakui keberadaan serta menghargai ide atau keyakinan lain.

Lalu, di segmen kehidupan yang mana post-modernisme menjadi lebih relevan sebagai metode pendekatan?

Sosial kemasyarakatan dan kebudayaan.Post Modernisme lebih lebih relevan dijadikan pendekatan untuk memahami persoalan filsafat, nilai, norma, kaidah, kebiasaan, spritual dan estetika (keindahan). Juga tentang pemahaman berfikir , bertindak serta gaya hidup.

Dalam konteks sosial kemasyarakatan dan kebudayaan di Indonesia, berada di titik manakah kedua variabel tersebut? Pra, medium, atau post/pasca modern.

Pada dasarnya masyarakat kita tidak berada di salah satu titik yang ditunjukkan. Artinya, proses kemajuan yang ada dalam kultur masyarakat kita terlihat di semua titik yang ada. Masyarakat kita berada di titik pra, medium serta post/pasca dan masih melakoninya. Tidak secara utuh dalam kondisi pra, modern atau pasca modern. Kerancuan banyak terliaht ketika pendekatan posmo sebagai gaya hidup dilakoni oleh masyarakat kita. Misalnya mengklaim diri moderat, tetapi tidak egaliter atas perbedaan. Atau kebiasan konsumerisme masyarakat yang terjebak oleh bahasa-bahasa simbol yang menjadi ikon kemajuan.

Banyak hal yang dapat dijadikan bahan acuan dasar sekaligus wawasan untuk memahami pendekatan-pendekatan Posmo sebagai wacana dalam menyikapi gerak perubahan sosial -kemasyarakatan ditinggal global hingga ke level nasional. Yasraf Amir Pialang, adalah salah satu dari sekian banyak pemerhati masalah sosial- kemasyarakatan di negeri ini. Buku-bukunya yang telah diterbitkan seperti "Dunia Yang Dilipat" atau "Hiperrealitas Kebudayaan" dan sejumlah artikel-artikel yang dimuat di harian-harian nasional akan lebih komprehensif dan elaboratif unutk dijasikan referensi bersama dalam melihat realitas peradaban dunia dari masa lalu, sekarang dan yang akan datang. (Nenie)

.

[ kembali keatas ]

Hosted by www.Geocities.ws

1