Didalam realita sosial
sekarang ini masih kita dapati bahwa banyak sekali calon-calon penerus bangsa mengalami
kekurangan pendidikan yang merupakan salah satu syarat mutlak untuk menghadapi
gejala-gejala yang timbul dalam masyarakat itu sendiri. Era milenium telah datang
menjemput anak-anak bangsa untuk dapat bersaing dan mewujudkan kreativitas yang tinggi,
namun di balik itu semua kita mesti menyadari akan kurangnya intervensi pemerintah dalam
hal pendidikan, Akankah terwujud masyarakat yang adil makmur dan merata ? "Quo Vadis
RI..?!"
Seharusnya pemerintah harus dapat lebih bijak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan
pendidikan, Karena dengan pendidikanlah masyarakat RI tidak mudah di tipu dan dibodohi,
setidaknya dengan pendidikan yang merata masyarakat madani akan terwujud dengan
sendirinya.
Ada satu hal lagi yang tidak kurang pentingnya yaitu Belajarlah untuk bisa terbuka dan
jujur tanpa mementingkan Ego masing-masing kelompok."tunjuklah yang benar itu
benar dan yang salah itu salah". Milikilah mental Baja yang dapat berpikir dan
berjiwa besar, bukan mental tempe yang dapat tidur dan berkentut besar. Be what you
wanna be Don't you Afraid with people 'cause people is our self ...Keep smiles. (Alferi/HI97)
Wudlu .. airnya mana..?
Salam sejahtera kepada seluruh civitas
Universitas Pasundan, semoga semua amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Melalui surat pembaca ini ada sedikit uneg-uneg yang menurut saya sangat luput dari
perhatian orang-orang yang mempunyai tugas dan wewenang "terhadapnya". Yaitu
mengenai Fasilitas pendukung mushola yang indah dan tercinta. Dimana sarana air untuk
Wudhu selalu kekurangan, hal ini bisa dilihat dari Kran sebanyak sepuluh buah yang bisa
mengalir hanya tiga buah, selain dalam berwudhu mengantri juga tempat wudhu terutama
lantai penghubung antara tempat wudhu dengan mushola menjadi kotor. Hal ini pun di
perparah dengan tidak adanya petugas yang membersihkannya.
Oleh karena itu saya menghimbau baik kepada DKM maupun teman-teman semua, hal-hal tersebut
diatas dapat dijadikan perhatian meskipun sepele. Akhir kata wassalamualaikum wr.wb (Zenal/AN95)
Fasilitas di kampus harus nomor satu.
Di dalam kampus fasilitas harus nomor 1,
untuk menunjang mahasiswa agar dapat belajar dengan konsentrasi penuh dan dapat menikmati
kenyamanan dan indahnya belajar. Bahkan karena kampus yang tidak nyaman atau karena banyak
kendala teknis yang harus dihadapi mahasiswa seperti pada musim hujan kadangkala kelas
yang akan di masuki atapnya bocor atau kursi yang jumlahnya kurang, membuat keadaan kelas
yang tidak mengasyikan untuk dimasuki dan mengakibatkan mahasiswa pun merasa terpaksa
masuk karena takut ketinggalan pelajaran.
Banyak mahasiswa yang nongkrong di pinggir jalan, karena tidak ada taman atau tempat yang
bisa dipakai duduk untuk bersantai ketika menunggu atau selesai kuliah.
Untuk dosen beri kami sedikit toleransi ketika kami terlambat masuk kuliah ataupun
mengikuti ujian karena keterlambatan kami adalah akibat persoalan teknis.(Soriy/NI98)
Ilmu Komunikasi FISIP UNPAS
Kini kami telah hadir di tengah-tangah
keluarga Fisip Unpas, kehadiran kami di tantang oleh fenomena kampus yang semakin ironis,
kami sadar sebagai jurusan baru, tidak mudah bagi kami dengan komunitas kami yang masih
kecil untuk mensejajarkan diri dengan status yang masih terdaftar, tapi kami berkeyakinan
dan bertekad bahwa jurusan ilmu komunikasi harus dapat diakui eksistensinya sebagai sebuah
jurusan yang mempunyai Sumber daya manusia yang berkualitas serta kredibilitas tinggi.
" TEGAKKAN JALANMU, PASTIKAN LANGKAHMU UNTUK SATU MISI ILMU KOMUNIKASI, BERAKREDITAS
A." Insya Allah (Budak Ikom99)