BULETIN LENGKONG BESAR Dari Mahasiswa Untuk Pembebasan
DAFTAR ISI

EDISI 1
EDISI 2
EDISI 3
EDISI 4


Suara Grassroot
Serba-Serbi
Wawancara

[ BPPM HOME ]
[ MEDIA ]


[ LENGKONGBERSATU ]
[ HIBURAN ]

RUBRIK SUARA GRASSROOT EDISI 1 Th.1 1998 -
RUBRIK SUARA GRASSROOT EDISI 2 Th.2 2000 -
RUBRIK SUARA GRASSROOT EDISI 3 Th.2 2000 -
RUBRIK SUARA GRASSROOT EDISI 4 Th.3 2000 -

RUBRIK SUARA GRASSROOT EDISI 1 Th.1 1998 - "MENGGUGAT MACAN KAMPUS"
........
[ kembali keatas ]

RUBRIK SUARA GRASSROOT EDISI 2 Th.2 2000 - "FULL FEE NO FACILITY"

Quo Vadis RI..?

Didalam realita sosial sekarang ini masih kita dapati bahwa banyak sekali calon-calon penerus bangsa mengalami kekurangan pendidikan yang merupakan salah satu syarat mutlak untuk menghadapi gejala-gejala yang timbul dalam masyarakat itu sendiri. Era milenium telah datang menjemput anak-anak bangsa untuk dapat bersaing dan mewujudkan kreativitas yang tinggi, namun di balik itu semua kita mesti menyadari akan kurangnya intervensi pemerintah dalam hal pendidikan, Akankah terwujud masyarakat yang adil makmur dan merata ? "Quo Vadis RI..?!"
Seharusnya pemerintah harus dapat lebih bijak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan, Karena dengan pendidikanlah masyarakat RI tidak mudah di tipu dan dibodohi, setidaknya dengan pendidikan yang merata masyarakat madani akan terwujud dengan sendirinya.
Ada satu hal lagi yang tidak kurang pentingnya yaitu Belajarlah untuk bisa terbuka dan jujur tanpa mementingkan Ego masing-masing kelompok."tunjuklah yang benar itu benar dan yang salah itu salah". Milikilah mental Baja yang dapat berpikir dan berjiwa besar, bukan mental tempe yang dapat tidur dan berkentut besar. Be what you wanna be Don't you Afraid with people 'cause people is our self ...Keep smiles. (Alferi/HI97)

Wudlu .. airnya mana..?

Salam sejahtera kepada seluruh civitas Universitas Pasundan, semoga semua amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Melalui surat pembaca ini ada sedikit uneg-uneg yang menurut saya sangat luput dari perhatian orang-orang yang mempunyai tugas dan wewenang "terhadapnya". Yaitu mengenai Fasilitas pendukung mushola yang indah dan tercinta. Dimana sarana air untuk Wudhu selalu kekurangan, hal ini bisa dilihat dari Kran sebanyak sepuluh buah yang bisa mengalir hanya tiga buah, selain dalam berwudhu mengantri juga tempat wudhu terutama lantai penghubung antara tempat wudhu dengan mushola menjadi kotor. Hal ini pun di perparah dengan tidak adanya petugas yang membersihkannya.
Oleh karena itu saya menghimbau baik kepada DKM maupun teman-teman semua, hal-hal tersebut diatas dapat dijadikan perhatian meskipun sepele. Akhir kata wassalamualaikum wr.wb (Zenal/AN95)

Fasilitas di kampus harus nomor satu.

Di dalam kampus fasilitas harus nomor 1, untuk menunjang mahasiswa agar dapat belajar dengan konsentrasi penuh dan dapat menikmati kenyamanan dan indahnya belajar. Bahkan karena kampus yang tidak nyaman atau karena banyak kendala teknis yang harus dihadapi mahasiswa seperti pada musim hujan kadangkala kelas yang akan di masuki atapnya bocor atau kursi yang jumlahnya kurang, membuat keadaan kelas yang tidak mengasyikan untuk dimasuki dan mengakibatkan mahasiswa pun merasa terpaksa masuk karena takut ketinggalan pelajaran.
Banyak mahasiswa yang nongkrong di pinggir jalan, karena tidak ada taman atau tempat yang bisa dipakai duduk untuk bersantai ketika menunggu atau selesai kuliah.
Untuk dosen beri kami sedikit toleransi ketika kami terlambat masuk kuliah ataupun mengikuti ujian karena keterlambatan kami adalah akibat persoalan teknis.(Soriy/NI98)

Ilmu Komunikasi FISIP UNPAS

Kini kami telah hadir di tengah-tangah keluarga Fisip Unpas, kehadiran kami di tantang oleh fenomena kampus yang semakin ironis, kami sadar sebagai jurusan baru, tidak mudah bagi kami dengan komunitas kami yang masih kecil untuk mensejajarkan diri dengan status yang masih terdaftar, tapi kami berkeyakinan dan bertekad bahwa jurusan ilmu komunikasi harus dapat diakui eksistensinya sebagai sebuah jurusan yang mempunyai Sumber daya manusia yang berkualitas serta kredibilitas tinggi.
" TEGAKKAN JALANMU, PASTIKAN LANGKAHMU UNTUK SATU MISI ILMU KOMUNIKASI, BERAKREDITAS A." Insya Allah (Budak Ikom99)

.
[ kembali keatas ]

RUBRIK SUARA GRASSROOT EDISI 3 Th.2 2000 - "KAMPUSKU { JUAL } MAHAL"
.......
[ kembali keatas ]
RUBRIK SUARA GRASSROOT EDISI 4 Th.3 2000 - "PENDIDIKAN FORMAL :
{ PENCERDASAN ATAU LAHAN BISNIS ? }�

(Ratu Zahirah lutfie, HI'98)
Senyum mulai bertebaran di civitas akademika FISIP UNPAS. Karena secara fisik maupun non fisik Semiloka pemutakhiran kurikulum yang diadakan beberapa saat lalu telah menghasilkan kurikulum yang lebih membumi dan menjawab tantangan kompetisi global. Berbagi kesempatan pun diberikan kepada mahasiswa, diantaranya mengikuti lomba karya tulis ilmiah, mahasiswa berprestasi dan lain-lain. Semua itu dilakukan untuk menghasilkan SDM lulusan FISIP UNPAS yang mampu berkompetisi di era globalisasi. Namun apa yang sudah dipersiapkan harus dipertahankan dan ditingkatkan, juga FISIP UNPAS sebaiknya meningkatkan kerjasama dengan instansi baik pemerintah maupun non pemerintah. Pokoknya FISIP UNPAS maju terus pantang mundur..

(Trisno, AN)
Assalamu'alaikum wr. Wb.
Sebelumnya saya mengucapkan selamat atas terbitnya buletin ini, semoga dapat menjadi wadah aspirasi mahasiswa. Saya usul nih, untuk buletin ini gimana kalau isinya lebih variatif lagi, trus tema setiap edisi itu juga bervariasi. Narasumber untuk pembahasan diharapkan yang benar-benar kompeten gitu, terus jangan dari kalangan kampus kita aja tapi dari kampus lain kalo bisa. Wassalam.

(Susi Srimurti, TP'98) ��
Karikaturnya Mana?
Selamat nich atas terbitnya Buletin Lengkong Besar. Bisa ngak nich BPPM menerbitkan permasalahan kampus ini, entah itu masalah pendanaan kelembagaan atau pokoknya apa sajalah yang penting oceh. And kalau bisa di dalam buletin ada karikatur humornya dong! Trim's

Insya Allah and terima kasih atas sarannya yach! -Red}

(Ahmad Zakiyudin, HI'96)
Kritik membuat kita dewasa :
��� Proses regenerasi kelembagaan merupakan hal yang signifikan. Hal ini merupakan tanggung jawab seluruh elemen FISIP. Saya sangat bersyukur ada orang-orang yang secara terbuka melakukan oto kritik di lingkungan FISIP terutama terhadap kelembagaan, karena dengan itu kita akan dewasa. Tetapi harus disadari bahwa kita melakukan kritik dalam kerangka membangun FISIP lebih baik, bukan karena kepentingan pribadi atau orang-orang tertentu, atau bukan karena Money Politik yang menghitamkan idealisme mahasiswa.
��� Dalam proses tersebut memang dibutuhkan kedewasaan untuk membiarkan tumbuhnya oposisi, berkembangnya kritik secara sehat dan kedewasaan untuk tidak membiarkan kampus mati dari aktivitas dan isu. Dari FISIP untuk bangsa.

Persoalan Klasik, Birokrasi yang "gendut"
��� Melalui surat pembaca ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal tentang kampus kita ini. Sebagaimana yang telah saya alami atau mungkin juga rekan-rekan alami bahwa birokrasi Unpas yang berbelit-belit sehingga tidak efektif dan efisien serta menunjukan ketidakprofesionalan dalam cara kerjanya. Disamping itu masih adanya perbedaan pelayanan bagi mahasiswa yang berkuliah di sore hari dalam pelayanan di bidang tata usaha. Masih adanya dosen FISIP yang dalam memberikan mata kuliahnya suka seenaknya bahkan cenderung bermalas-malasan. Perlunya transparansi keuangan khususnya keuangan yang menyangkut unut kegiatan mahasiswa/lembaga kemahasiswaan yang selam ini dilakukan secara berkala dihadapan mahasiswa/perwakilan mahasiswa.
��� Untuk menyongsong era globalisasi dan era informasi, ada baiknya jika di setiap lembaga kemahasiswaan (BEM, BPM, BPPM, dan HMJ-HMJ) terkoneksi oleh sebuah jaringan internet, sehingga kita akan dengan mudah mengetahui semua informasi dan dapat bekerja sama dengan lembaga kemahasiswaan lainnya yang ada di luar kampus. (R.C.P. HI'99)..
[ kembali keatas ]

Hosted by www.Geocities.ws

1