Pernahkah kita
merasa bangga menjadi salah satu mahasiswa fisip unpas ? atau mungkin sebaliknya, kecewa
dengan institusi pendidikan ini ? Kita boleh bangga, kampus ini cukup dikenal oleh
institusi ekstra kampus karena aktivitas dan gerakan mahasiswanya, terutama diawal
reformasi. Bahkan beberapa waktu yang lalu seorang mahasiswa dari universitas padjajaran
memilih Fisip Unpas sebagai objek penelitian untuk skripsinya. Ia tertarik karena pada
waktu reformasi bergulir, Fisip unpas merupakan salah satu elemen penggerak aksi mahasiswa
di Bandung untuk menumbangkan rezim orde baru. Namun, kebanggaan dalam gerakan tak
sebanding dengan prestasi akademik. Dalam bidang akademik, kita masih tertinggal dengan
mahasiswa di universitas lain. Tetapi itulah realitas yang terjadi. Kenapa ada
ketidakseimbangan seperti itu ? Penilaiannya memang tidak bisa langsung secara hitam
putih, seharusnya antara prestasi akademik dan aktivitas mahasiswanya bagaikan dua sisi
mata uang.
Jika berbicara masalah akademik, pikiran kita akan tertuju pada proses
perkuliahan tentu saja dengan dukungan fasilitas yang memadai. Namun untuk fisip unpas
saat ini kita hanya bisa bermimpi akan hal itu. Keluhan-keluhan sebenarnya sudah sering
dilontarkan oleh mahasiswa melalui dialog dengan pihak fakultas berbagai usulan
disampaikan mahasiswa. Biasanya elit fakultas secara teori merespon cukup baik usulan
tentang kelengkapan fasilitas "akan dipertimbangkan", katanya. Namun follow
upnya tidak pernah diimplemetasikan sampai sekarang. Jelas mahasiswa kecewa dengan situasi
ini.
Mahasiswa tidak selamanya harus merengek pada fakultas agar kebutuhan
yang sin quanon menjadi haknya dipenuhi. Fakultas harus mempunyai inisiatif dan
bertanggung jawab. Bukankah sebagai lembaga pendidikan wajib memenuhi kebutuhan
mahasiswanya ?
Melihat kondisi kesejahteraan para pegawai di fisip unpas, tidak logis
untuk mengatakan bahwa fisip sedang defisit untuk memenuhi semua kebutuhan mahasiswa.
Kalau bisa mensejahterakan pegawainya, mengapa untuk mahasiwa tidak bisa ?
"Dalam kehidupan selalu ada keajaiban, demikian kata Memes
(aktris, penyanyi sekaligus bintang iklan) pada salah satu produk pariwaranya di televisi.
Betul juga daripada kita bermimpi terus dapat fasilitas yang memadai lebih baik kita
menuggu keajaiban itu datang.
Sampai kapan, mang
.?
.