BULETIN LENGKONG BESAR  Dari Mahasiswa Untuk Pembebasan
DAFTAR ISI

Editorial
Bongkar Tema
Bongkar Artikel
Catatan Bebas
Bongkar Tokoh
Renungan


Suara Grassroot
Serba-Serbi
Wawancara

[ BPPM HOME ]
[ MEDIA ]
[ PROFIL ]
[ LINK ]


[ LENGKONGBERSATU ]
[ HIBURAN ]

RUBRIK EDITORIAL EDISI 2 Th.2 2000 -
DALAM HIDUP SELALU ADA KEAJAIBAN
Oleh Redaksi

Pernahkah kita merasa bangga menjadi salah satu mahasiswa fisip unpas ? atau mungkin sebaliknya, kecewa dengan institusi pendidikan ini ? Kita boleh bangga, kampus ini cukup dikenal oleh institusi ekstra kampus karena aktivitas dan gerakan mahasiswanya, terutama diawal reformasi. Bahkan beberapa waktu yang lalu seorang mahasiswa dari universitas padjajaran memilih Fisip Unpas sebagai objek penelitian untuk skripsinya. Ia tertarik karena pada waktu reformasi bergulir, Fisip unpas merupakan salah satu elemen penggerak aksi mahasiswa di Bandung untuk menumbangkan rezim orde baru. Namun, kebanggaan dalam gerakan tak sebanding dengan prestasi akademik. Dalam bidang akademik, kita masih tertinggal dengan mahasiswa di universitas lain. Tetapi itulah realitas yang terjadi. Kenapa ada ketidakseimbangan seperti itu ? Penilaiannya memang tidak bisa langsung secara hitam putih, seharusnya antara prestasi akademik dan aktivitas mahasiswanya bagaikan dua sisi mata uang.

Jika berbicara masalah akademik, pikiran kita akan tertuju pada proses perkuliahan tentu saja dengan dukungan fasilitas yang memadai. Namun untuk fisip unpas saat ini kita hanya bisa bermimpi akan hal itu. Keluhan-keluhan sebenarnya sudah sering dilontarkan oleh mahasiswa melalui dialog dengan pihak fakultas berbagai usulan disampaikan mahasiswa. Biasanya elit fakultas secara teori merespon cukup baik usulan tentang kelengkapan fasilitas "akan dipertimbangkan", katanya. Namun follow upnya tidak pernah diimplemetasikan sampai sekarang. Jelas mahasiswa kecewa dengan situasi ini.

Mahasiswa tidak selamanya harus merengek pada fakultas agar kebutuhan yang sin quanon menjadi haknya dipenuhi. Fakultas harus mempunyai inisiatif dan bertanggung jawab. Bukankah sebagai lembaga pendidikan wajib memenuhi kebutuhan mahasiswanya ?

Melihat kondisi kesejahteraan para pegawai di fisip unpas, tidak logis untuk mengatakan bahwa fisip sedang defisit untuk memenuhi semua kebutuhan mahasiswa. Kalau bisa mensejahterakan pegawainya, mengapa untuk mahasiwa tidak bisa ?

"Dalam kehidupan selalu ada keajaiban, demikian kata Memes (aktris, penyanyi sekaligus bintang iklan) pada salah satu produk pariwaranya di televisi. Betul juga daripada kita bermimpi terus dapat fasilitas yang memadai lebih baik kita menuggu keajaiban itu datang.

 

Sampai kapan, mang….?

.

[ kembali keatas ]

 

Hosted by www.Geocities.ws

1