hodja.gif (6954 bytes) title.gif (7239 bytes)
NASRUDIN PEMUNGUT PAJAK

Pada masa Timur Lenk, infrastruktur rusak, sehingga hasil pertanian dan

pekerjaan lain sangat menurun. Pajak yang diberikan daerah-daerah tidak

memuaskan bagi Timur Lenk. Maka para pejabat pemungut pajak dikumpulkan.

Mereka datang dengan membawa buku-buku laporan. Namun Timur Lenk yang

marah merobek-robek buku-buku itu satu per satu, dan menyuruh para pejabat

yang malang itu memakannya. Kemudian mereka dipecat dan diusir keluar.

Timur Lenk memerintahkan Nasrudin yang telah dipercayanya untuk

menggantikan para pemungut pajak untuk menghitungkan pajak yang lebih

besar. Nasrudin mencoba mengelak, tetapi akhirnya terpaksa ia menggantikan

tugas para pemungut pajak. Namun, pajak yang diambil tetap kecil dan tidak

memuaskan Timur Lenk. Maka Nasrudin pun dipanggil.

Nasrudin datang menghadap Timur Lenk. Ia membawa roti hangat.

"Kau hendak menyuapku dengan roti celaka itu, Nasrudin ?" bentak Timur

Lenk. "Laporan keuangan saya catat pada roti ini, Paduka," jawab Nasrudin

dengan gaya pejabat.

"Kau berpura-pura gila lagi, Nasrudin ?" Timur Lenk lebih marah lagi.

Nasrudin menjawab takzim, "Paduka, usiaku sudah cukup lanjut. Aku tidak

akan kuat makan kertas-kertas laporan itu. Jadi semuanya aku pindahkan

pada roti hangat ini."

Hosted by www.Geocities.ws

1