hodja.gif (6954 bytes) title.gif (7239 bytes)
KELEDAI MEMBACA

Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya

dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata,

"Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari,

dan kita lihat hasilnya."

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa

banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin

menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan

lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman

akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin.

"Demikianlah," kata Nasrudin, "Keledaiku sudah bisa membaca."

Timur Lenk mulai menginterogasi, "Bagaimana caramu mengajari dia membaca

?"

Nasrudin berkisah, "Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran

besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai

itu harus belajar membalik-balik halam untuk bisa makan biji-biji gandum

itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan

benar."

"Tapi," tukas Timur Lenk tidak puas, "Bukankah ia tidak mengerti apa yang

dibacanya ?"

Nasrudin menjawab, "Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya

membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku

tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan ?"

.

Hosted by www.Geocities.ws

1