|
Sang pangeran
siswa MAN
16 april 2006
Kedatanganmu di tunggu
banyak orang
Keberadaanmu
memancarkan sinar iman
Sejuk indah aman nan
tentram
Engkau datang membawa
buah tangan
Iman, islam, juga
insan
Engkau bagaikan cermin
Yang selalau dan ingin
di lihat orang
Tanpamu
Dunia seakan gelap
tanpa cahaya
Malam tanpa bintang
Siang tanpa surya
Engkau harapan banyak
orang
Dunia dan akhirat
Tuan sang
Pahlawan
D.W
Jepara
22:11, 16 ags 06
Malam ini sungguh di luar dugaan
Bersama bintang-bintang dan angin malam
Membuat malam tuju belasan semakin
Merdeka!
Melayang pikiranku
Mengingat sebuah cerita pak guru
Tentang seorang pejuang kemerdekaan
Tak terasa sudah 61 tahun
Indonesia
Merdeka !
Merdeka !
Merdeka !
Merdeka !
Itulah ungkapan 61 tahun lalu
Di kala para pejuang telah asyik bergembira
Atas perjuanganya, atas kemerdekaan
Indonesia
Hingga kini, tuan
Semangat tuan masih membara di hati kami
Meskipun tidak dengan angkat senjata lagi
Tapi rasa nasionalisme kami
Tak
kan
pernah padam
hanya karena tuan yang telah gugur mendahului kami
lihatlah tuan kami mewarisi semangat juang tuan
Meskipun kami masih muda
Bahkan jauh dari anda
Kami tetap berjuang
sama seperti tuan
Terimakasih para pahlawan
Terimakasih para pejuang
Semoga tuan tersenyum melihat kami
Berjuang di bumi pertiwi
Terimakasih tuan
Terimakasih Tuhan
Bimbang . . .
Sent by ika
9.15’.32’’ PM
Saat ini aku berada dalam persimpangan
Yang sulit aku untuk menentukan
Ke arah mana aku harus mesti berjalan
Dan semakin lama semakin bingung
Aku menentukan
Di satu sisi ada yang mendorongku kearah sana
Sementara yang lain memanggilku kearah lain
Didalam kebingungan yang mendalam
Aku semakin sulit untuk menentukan
Kutanya batu, mereka diam
Kutanya bulan, dia hanya tertawa
Kutanya matahari, aku malah terbakar karnanya
Kutanya hatiku, hatiku masih bimbang
Apa yang harus aku lakukan
Angin, air, awan tolong aku!!
Tak menentukan arti rasa
Hatiku
AGAMA
Gusmus, 14 Nopember 2006
Agama
adalah kereta kencana
yang disediakan Tuhan
untuk kendaraan kalian
berangkat menuju hadiratNya
Jangan terpukau keindahannya saja
Apalagi sampai
dengan saudara-saudara sendiri bertikai
berebut tempat paling depan
Kereta kencana
cukup luas untuk semua hamba
yang rindu Tuhan
Berangkatlah!
Sejak lama
Ia menunggu kalian.
Rembang,
12.12.2005
PERPISAHAN
Gusmus,14 Nopember 2006 03:01:25
Ketika
Diam-diam ikan pepes bekal Musa
Tanpa pamit meloncat ke habitatnya
Laut pun ikut merahasiakan
Kepergian dan kehadirannya.
Khidir menunggu dengan senyum arifnya
Perjumpaan dua tokoh yang berseberangan
Syariat tak sabar menghujat hakikat
Dan keduanya berpisah di simpang jalan.
Wahai, akankah bertemu kembali?
|