ikamanda.tk by den bagus   

kirimkan naskah tulisan anda ke [email protected]

  

 

    HOME

 

 

Ericz fresle begitulah sebutannya di jagad maya, di dapat ketika ia sedang duduk mlongo di pinggir jalan sambil minum Fresstea. frestea... freslee, cukup bagus dan unix. begitulah kira-kira yang ada di otaknya.

selanjutnya >>

 

Welcome to ikamanda site
 

 

 

 

Home

Woro-woro

Alumni MAN

  IPA 1

  IPA 2

Kabar dari MAN

Nitip salam

 

  Obrolan lesehan

 

  Macam-macam B A B

  JOMBLOlOLOGY

  Minuman Greensand bebas

     Al-kohol, Haram / Halal ?

 

  Catatan kampung

 

  Di teras Masjid Agung Kudus

     ku menunggumu

 

  Artikel Omprengan

 

  Hujan Salju di Madinah I

  Hujan salju di Madinah 2

  Ayat Al-Qur'an dalam

     Kromosom Manusia

  Indonesia, pewaris benua

     Atlantis. "Benarkah ?"

 

  True story

 

  IPTEK biar g' Gaptek

 

  Super Car dari 3 negara

  Mengenal Wimax

  Wimax Vs 3G

  Ponsel SE M600i

 

  Cerita Funny

 

  “Kok nggak beli?”

  Cueks...z

  Kyai Alhamdulillah

  Beda jelek & cakep

  Apa kabar? Indonesia bagus?

  Mobil gue bukan angkot

  "Filosofi poligami"

 

  Sastra Oh..... sastra

 

  Puisi

  Cerpen

 

 

 Related Links

    www.terapimata.com

   www.masruripati.info

   www.rattanlove.com

 

 

 

 

Kirimkan naskah puisi anda ke [email protected]

 

 

Sang pangeran

                                            siswa MAN 16 april 2006

 

Kedatanganmu di tunggu banyak orang

Keberadaanmu memancarkan sinar iman

Sejuk indah aman nan tentram

Engkau datang membawa buah tangan

Iman, islam, juga insan

Engkau bagaikan cermin

Yang selalau dan ingin di lihat orang

Tanpamu

Dunia seakan gelap tanpa cahaya

Malam tanpa bintang

Siang tanpa surya

Engkau harapan banyak orang

Dunia dan akhirat

 

 

 

 

Tuan sang Pahlawan

D.W Jepara 22:11, 16 ags 06

 

Malam ini sungguh di luar dugaan

Bersama bintang-bintang dan angin malam

Membuat malam tuju belasan semakin

Merdeka!

 

Melayang pikiranku

Mengingat sebuah cerita pak guru

Tentang seorang pejuang kemerdekaan

Tak terasa sudah 61 tahun Indonesia

           Merdeka !

 

Merdeka !

Merdeka !

Merdeka !

 

Itulah ungkapan 61 tahun lalu

Di kala para pejuang telah asyik bergembira

Atas perjuanganya, atas kemerdekaan Indonesia

 

Hingga kini, tuan

Semangat tuan masih membara di hati kami

Meskipun tidak dengan angkat senjata lagi

Tapi rasa nasionalisme kami

Tak kan pernah padam

hanya karena tuan yang telah gugur mendahului kami

lihatlah tuan kami mewarisi semangat juang tuan

 

Meskipun kami masih muda

Bahkan jauh dari anda

Kami tetap berjuang

sama seperti tuan

 

Terimakasih para pahlawan

Terimakasih para pejuang

 

Semoga tuan tersenyum melihat kami

Berjuang di bumi pertiwi

 

Terimakasih tuan

Terimakasih Tuhan

 

 

 

Bimbang . . .

                                            Sent by ika

                                                     9.15’.32’’ PM

 

Saat ini aku berada dalam persimpangan

Yang sulit aku untuk menentukan

Ke arah mana aku harus mesti berjalan

Dan semakin lama semakin bingung

Aku menentukan

 

Di satu sisi ada yang mendorongku kearah sana

Sementara yang lain memanggilku kearah lain

Didalam kebingungan yang mendalam

Aku semakin sulit untuk menentukan

 

Kutanya batu, mereka diam

Kutanya bulan, dia hanya tertawa

Kutanya matahari, aku malah terbakar karnanya

Kutanya hatiku, hatiku masih bimbang

 

Apa yang harus aku lakukan

Angin, air, awan tolong aku!!

Tak menentukan arti rasa

Hatiku

 

 

 

 

 

AGAMA

                  Gusmus, 14 Nopember 2006


Agama
adalah kereta kencana
yang disediakan Tuhan
untuk kendaraan kalian
berangkat menuju hadiratNya
Jangan terpukau keindahannya saja
Apalagi sampai
dengan saudara-saudara sendiri bertikai
berebut tempat paling depan
Kereta kencana
cukup luas untuk semua hamba
yang rindu Tuhan
Berangkatlah!
Sejak lama
Ia menunggu kalian.


Rembang, 12.12.2005

 

 

PERPISAHAN
                                    Gusmus,14 Nopember 2006 03:01:25

Ketika
Diam-diam ikan pepes bekal Musa
Tanpa pamit meloncat ke habitatnya
Laut pun ikut merahasiakan
Kepergian dan kehadirannya.
Khidir menunggu dengan senyum arifnya
Perjumpaan dua tokoh yang berseberangan
Syariat tak sabar menghujat hakikat
Dan keduanya berpisah di simpang jalan.
Wahai, akankah bertemu kembali?

 

 

 

Home | Woro-woro | Alumni MAN | Kabar dari MAN | Penggagas | Titip Salam

 

 

 

copy righ © ericz freslee 2007

ericz_freslee@yahoo.com

08180 5859 755

 

Hosted by www.Geocities.ws

1