|
Laporan Haji
Djoko Tjiptono - detikcom
Makkah - Banyaknya warga
Indonesia yang menunaikan ibadah haji setiap tahunnya, membuat warga Arab
Saudi sangat akrab dengan Indonesia. Tidak sedikit dari mereka yang bisa
berbahasa Indonesia, meski terbata-bata dan lucu kedengarannya.
Di Makkah misalnya, tidak
sedikit warga lokal kota ini mengenal baik berbagai hal mengenai
Indonesia. Khususnya mereka yang berprofesi sebagai pedagang atau sopir
taksi. Mereka akan memasang muka ramah setiap kali melihat rombongan
jamaah haji dari Indonesia.
“Apa kabar?
Indonesia baguuuus. Indonesia SBY, Amien Rais,” begitulah kata
mereka setiap kali tahu bahwa jamaah haji dari Indonesia sambil
mengulurkan tangan. Mungkin maksud mereka adalah Indonesia negeri yang
indah atau orang Indonesia sangat baik. Entahlah.
Namun terkadang,
keterbatasan pemahaman bahasa Indonesia ini menimbulkan berbagai kejadian
lucu. Seperti kejadian yang dialami seorang teman wartawan dari sebuah
radio. Teman tersebut mendatangi sebuah toko Al Quran. Dia berniat membeli
satu buah Al Quran untuk diwakafkan di Masjidil Haram.
Setelah mendapatkan Al Quran
yang tepat dengan seleranya, teman tersebut menanyakan harga kitab suci
itu. Sang pedagang dengan ramah menjawab 40 Reyal. Merasa terlalu mahal,
teman tersebut menawar dan menyebutkan kata 30.
Si penjual mengangguk.
Karena menganggap sang pedagang setuju dengan tawarannya, teman tersebut
langsung merogoh saku dan kemudian menyodorkan uang 30 Riyal. Tapi dia
sangat kaget, pedagang tersebut ternyata menolak dan mengatakan 40 Riyal.
Usut punya usut, anggukan
pedagang tadi bukan berarti dia setuju dengan tawaran teman tersebut.
Anggukan itu menyatakan bahwa Al Quran tersebut terdiri dari 30 juz. “Ya
30 juz, 40 Riyal,” kata pedagang itu. Teman tersebut hanya bisa tersenyum
geli.
“Ya di mana-mana Al Quran
memang 30 juz,” kata teman tersebut sambil ngeloyor pergi. Tinggallah si
pedagang bingung mengartikan senyum teman saya tersebut.
Oalah ternyata salah
paham!(djo/wiq)
Source : Blog Ais |