|
WiMax Alternatif Solusi Komunikasi
Pedesaan
WiMax mungkin tidak hanya
cocok sebagai solusi komunikasi data pita lebar untuk Metropolitan Area
Network (MAN), namun juga sebagai alternatif untuk komunikasi pedesaan.
Daya jangkau dan kapasitas mengirimkan data yang besar adalah kekuatan
WiMax dibandingkan teknologi sebelumnya. WiMAX mampu mengirimkan data
hingga 75 megabit
per detik (Mbps)
untuk setiap base station (BTS) dengan jari-jari sel berukuran 2 hingga 10
kilometer.
Meskipun belum dirilis
secara komersial di pasaran, teknologi WiMax terus melakukan uji coba di
berbagai tempat dan berbagai aplikasi. Meskipun sempat tertunda masalah
birokrasi, salah satu produk Pre-Wimax telah dipakai untuk melayani
komunikasi data di Aceh pasca gempa bumi. Dari 3 BTS yang terpasang di
sana telah menghubungkan 29 titik akses untuk keperluan pendidikan, media,
komunikasi, dan pertukaran data dan informasi.
Baru-baru ini Intel
Corporation, perusahaan pengembang utama WiMax mengumumkan program Asian
Broadband Campaign, sebuah program kerjasama regional yang bertujuan
mempercepat penggunaan pitalebar nirkabel di negara-negara Asia Tenggara.
Intel menyediakan teknologi, perangkat dan solusi komunikasi pita lebar
nirkabel ini untuk pemerintah, operator telekomunikasi, kantor-kantor
layanan umum pendidikan, kesehatan, dan pertanian.
Percobaan-percobaan ini bisa
memudahkan komunikasi di berbagai sektor dan lokasi untuk membantu
negara-negara tersebut memenuhi United Nations Millenium Development Goals
(MDG). "Negara-negara berkembang di Asia Tenggara telah berkomitmen pada
PBB untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar
utama, dan berbagai pengembangan di tahun 2015," kata Sean Maloney,
Executive Vice President, Mobility Group, Intel Corporation. Menurutnya,
WiMAX bisa menjadi pondasi yang membantu mereka mencapai tujuan-tujuan
tersebut.
Program tersebut juga
sejalan dengan visi d-ASEAN (Digital ASEAN) Intel bahwa desa-desa,
provinsi-provinsi, kota-kota dan negara-negara yang saling terhubung
sehingga memunculkan sebuah wilayah terintegrasi yang kuat seperti China
dan India. Persiapan dan percobaan pengunaan WiMAX telah dilakukan di
Amerika Utara dan Eropa. Percobaan implementasi di Malaysia, Thailand dan
Filipina akan dirasakan hasilnya di akhir tahun 2005. Sedangkan di
Indonesia dan Vietnam diharapkan dimulai tahun 2006.
Sejak akhir 2004, Intel
telah bergerak dengan banyak tahap-tahap konsultatif dengan Pemerintah dan
penyedia-penyedia layanan. Termasuk ke dalam hal ini adalah
workshop-workshop kebijakan spektrum, pemodelan wilayah kota-desa, dan
percobaan penggunaan.
Percobaan di ASEAN
Di Thailand,
percobaan-percobaan WiMAX sedang dilakukan di komunitas-komunitas Khorat,
Chiang Mai dan Roi Et. Percobaan-percobaan ini secara spesifik akan
menguji layanan dan aplikasi untuk mendukung komunikasi di wilayah-wilayah
pinggiran kota, layanan kesehatan, pendidikan, inkubasi UKM, integrasi
jaring persediaan pertanian dan layanan-layanan pelanggan lain seperti
Voice over IP (VoIP). Percobaan-percobaan ini juga akan dikaji ulang oleh
organisasi-organisasi bantuan internasional dengan tujuan menjadikannya
sebuah cetak biru yang mungkin bisa digunakan di Negara-negara ASEAN.
Percobaan WiMAX saat ini
juga sedang dilakukan di penghubung administratif pemerintah Malaysia,
Putrajaya. Baru-baru ini, percobaan dilakukan di Kepala Batas, di mana
komunitas-komunitas praktisi medis, pelajar-pelajar dan guru-guru di
lokasi-lokasi terpencil yang berbeda menguji kemampuan WiMAX di
sektor-sektor kesehatan dan pendidikan, termasuk kehidupan sehari-hari
mereka.
Di Filipina, tujuan
pemerintahnya untuk meningkatkan penggunaan teknologi PC di kantor-kantor
pemerintah dan membangun infrastruktur digital di seluruh negara tersebut,
akan dilanjutkan dengan penggunaan teknologi-teknologi pitalebar nirkabel
termasuk WiMAX di seluruh sektor-sektor penting Filipina sebelum akhir
tahun 2005.
Percobaan-percobaan ini
adalah bagian dari 100 percobaan WiMax yang sedang berlangsung di seluruh
dunia sekarang. Keinginan-keinginan pemerintah dan operator dalam
menggunakan WiMAX adalah bukti jelas bahwa teknologi ini benar-benar ada
dan pengguna-pengguna akhirnya akan mendapatkan manfaat dari
layanan-layanan pitalebar nirkabel.
Akankah WiMax segera
diadopsi di Indonesia? Jika uji coba Pre-Wimax di Aceh sempat tertunda
karena birokrasi, seharusnya strategi dan aplikasi adopsi teknologi WiMax
standar disiapkan jauh-jauh hari agar benar-benar tepat sasaran. Apalagi
jika hendak dipakai dalam program Universal Service Obligation (USO) untuk
melayani komunikasi di pedesaan dan daerah terpencil. (KOMPAS)
|