|
Faza, keponakan saya
sewaktu mulai lancar berbicara sering mengajak ngobrol dengan menanyakan
apapun secara sambung menyambung, misalnya, “ini apa?” sambil memegang
sebuah lampu, dijawab “lampu”, “lampu apa?”, “lampu neon”, “neon apa?” dan
seterusnya sampai saya kehilangan kata untuk menjawabnya. Suatu waktu
dalam mobil ketika pulang lewat pertigaan Gegerkalong yang banyak tukang
makanan dan warteg, Faza kehabisan pertanyaan, tepatnya saya kehabisan
jawaban juga, tiba-tiba tercium aroma martabak.
Faza: “Ini bau apa?”
Saya: “Ini bau
martabak”
Faza: “Martabak apa?”
Saya: “Martabak telor”, sambil siap-siap mau menjawab telor bebek untuk
pertanyaan selanjutnya.
Faza: “Kok nggak
beli?”
Saya: “Grrr… curang!” Kontan seisi mobil tertawa kecuali Faza, tapi
akhirnya Faza ikut tertawa juga.
Source : Blog jay adalah
julian |