|
|
|
|
|
|
|
|
HOME SEKEPING HATI BERCERITA
SEKEPING HATI BERCERITA Serangkai Kata Bukan Coklat Valentine Until I Find You Again Midnight Sky Paris In Memory April Mop DAHLIA DI TAMAN JIWA
DAHLIA DI TAMAN JIWA Serangkai Kata Rendezvous Cinta Rindu Kau Menang Gersang Hina Sajak Diam Sajak Galau Melati Pujaan Basah Darah Secercah Rindu Sebatang Mawar Sepenggal Kedamaian Ada Cinta Di Matamu DEBU MUTIARA IMAGE
|
Perlahan kudorong pintu kamar. Pintu itu terkuak lebar. Aku melangkah masuk dan memutar pandangan. Kamar ini kosong. Di mana Raf? "Raf," panggilku. Tak ada yang menyahut. "Raf." Kamar ini begitu sepi. Tapi kemudian kesunyian itu terpecah oleh suara tawa seseorang. "Kena kau!" Aku terlompat kaget dan segera membalikan tubuh. Kulihat Raf berdiri di pintu kamar. "Raf, kau? Kau tak apa-apa?" "April Mop!" teriaknya. "Kau kena, Honey. April Mop!" "Ya, ampun. Jadi semua ini April Mop. Kalian sengaja membuatku panik, membuatku ketakutan dan ternyata yang kucemaskan hanyalah sebuah lelucon?" Ada perasaan lega di hatiku. Ternyata Raf tak apa-apa, semua ini hanya permainan April Mop. "Ya, aku yang menyuruh Neo menelponmu, mengatakan kalau aku kecelakaan. Aku yang mengatur skenarionya. Neo menyambutmu di pintu, menyuruhmu duduk di sofa dan berpura-pura terjadi sesuatu yang gawat." Raf tertawa kecil. "Ternyata semua berjalan lancar. Kami berhasil membuatmu panik." April Mop? Kenapa aku bisa tertipu mentah-mentah oleh mereka? Aku cemberut kesal. "Jangan marah begitu, Honey. Ayo, tersenyumlah." Raf melangkah mendekatiku. "Sepertinya kami berlebihan ya?" Aku menghela nafas. "Aku takut kehilanganmu, Raf." Raf merengkuh pundakku. "Kamu tak akan kehilangan aku, aku tak akan meninggalkanmu, sebab aku mencintaimu." Aku menyandarkan kepalaku di bahunya. "Raf, kamu keterlaluan. Aku tidak akan memaafkan kamu dan Neo kalau kamu tidak mentraktirku semangkuk es krim dan gula-gula." Raf tertawa kecil. Ia memelukku erat. "Ya, aku akan mentraktirmu." Raf, selalu banyak kenangan denganmu. Kejutan April Mop ini akan kutulis sebagai cerita yang indah di buku diariku. Tapi hati-hati, Raf, tahun depan aku yang akan berteriak "April Mop!".
The End |
|
Sekilas Tentang Penulis |
Dahlia Di Taman Jiwa Sekeping Hati Bercerita | Debu Mutiara | Image | Guest Book Owner : ED Pratiwi , Semua karya yang dicantumkan dalam situs ini adalah milik pribadi penulis. Dilarang memperbanyak atau menjiplak sebagian atau seluruh karya tanpa seijin penulis. |