Jump to  :    


HOME

SEKEPING HATI BERCERITA

DAHLIA DI TAMAN JIWA

DEBU MUTIARA

IMAGE

Kirim Pesan

Guestbook

Bocah Itu


Di suatu hari di minggu yang sunyi ini, seorang bocah menghampiriku dengan peluh di dahinya. Senyum kecilnya begitu saja dilemparnya padaku. Bocah itu bukan bocah yang biasa kukenal. Bukan bocah yang kekenyangan oleh manja dan sayang ibunya. Bukan bocah yang tertawa lepas karna dibelikan ayahnya sepeda baru.

Dia bocah yang dipaksa mengerti apa arti hidup. Dia bocah yang diharuskan berani menerjang kejamnya dunia. Aku menghela nafas ketika mulutnya berceracau dengan sebait puisi yang sudah sangat dihafalnya. Aku hanya bisa menatapnya, kemudian terdiam dan tercenung dalam binar matanya yang menyimpan sejuta mimpi indah.

Apa dia sedang bercerita tentang nasib hidupnya? Apa dia sedang mencoba mengatakan kalau ia tak seberuntung bocah yang lain? Lalu mengapa ia masih saja tersenyum? Lalu mengapa ia masih juga bisa tertawa menjeda kata demi kata puisinya?

Mungkin bocah itu masih terlalu polos atau justru aku yang terlalu sering mengeluh bila sekali saja kerikil membuatku tersandung.

Kulihat bocah itu mengangkat wajahnya dan menengadahkan tangannya.

"Kau bisa memberiku sekeping hartamu."

Aku bilang, "Aku bisa memberimu berkeping-keping hartaku sebanyak yang kau mau, tapi dapatkah kau beri aku sekeping saja pecahan tawamu?"

Bocah itu malah tersenyum. "Tawa itu adalah bunga hati, tak mungkin kau beli dengan hartamu."

Aku kembali termenung dan ketika kusadar bocah itu telah pergi.

(Debu mutiara dari tahun 2005)






Sekilas Tentang Penulis | Dahlia Di Taman Jiwa
Sekeping Hati Bercerita | Debu Mutiara | Image | Guest Book
Owner : ED Pratiwi ,  
Semua karya yang dicantumkan dalam situs ini adalah milik pribadi penulis.
Dilarang memperbanyak atau menjiplak sebagian atau seluruh karya tanpa seijin penulis.
Hosted by www.Geocities.ws

1