|
|
|
|
|
|
|
|
HOME SEKEPING HATI BERCERITA
SEKEPING HATI BERCERITA Serangkai Kata Bukan Coklat Valentine Until I Find You Again Midnight Sky Paris In Memory April Mop DAHLIA DI TAMAN JIWA
DAHLIA DI TAMAN JIWA Serangkai Kata Rendezvous Cinta Rindu Kau Menang Gersang Hina Sajak Diam Sajak Galau Melati Pujaan Basah Darah Secercah Rindu Sebatang Mawar Sepenggal Kedamaian Ada Cinta Di Matamu DEBU MUTIARA IMAGE
|
Waktu Yang Berlari Aku berlari di suatu pagi. Aku bukan seorang siswa yang kesiangan berangkat sekolah. Aku juga bukan seseorang yang tengah berolahraga. Aku sedang berlari di rel hidup, mengikuti setiap lekuk dan kelokannya. Sesekali aku terengah, menyeka peluh, dan baru akhirnya berhenti untuk mengambil nafas. Namun tiba-tiba seseorang berlari mendahuluiku. Ia sempat melihatku dan berkata dengan suara lantangnya, "Saudara, kau tampak tenang dengan udara yang bertiup di dahimu dan membuat keringatmu surut. Saudara, sebaiknya kau terus berlari sebab waktu tak memberi pengecualian untuk siapa pun." Dia berlalu. Aku termenung. Lalu aku teringat ucapan Ibu dan kembali berlari walau semakin melemah dan melemah. "Nak, waktu itu kejam. Dia tak kan berhenti sedetik pun untuk dengan sengaja meninggalkanmu lebih jauh."
(Debu mutiara dari tahun 2005) |
|
Sekilas Tentang Penulis |
Dahlia Di Taman Jiwa Sekeping Hati Bercerita | Debu Mutiara | Image | Guest Book Owner : ED Pratiwi , Semua karya yang dicantumkan dalam situs ini adalah milik pribadi penulis. Dilarang memperbanyak atau menjiplak sebagian atau seluruh karya tanpa seijin penulis. |