|
|
|
|
|
|
|
|
HOME SEKEPING HATI BERCERITA
SEKEPING HATI BERCERITA Serangkai Kata Bukan Coklat Valentine Until I Find You Again Midnight Sky Paris In Memory April Mop DAHLIA DI TAMAN JIWA
DAHLIA DI TAMAN JIWA Serangkai Kata Rendezvous Cinta Rindu Kau Menang Gersang Hina Sajak Diam Sajak Galau Melati Pujaan Basah Darah Secercah Rindu Sebatang Mawar Sepenggal Kedamaian Ada Cinta Di Matamu DEBU MUTIARA IMAGE
|
UNTIL I FIND YOU AGAIN
Goresan Karya ED Pratiwi Pintu terkuak agak lebar. Aku mengendap ke luar rumah. Dengan perlahan kututup pintu kembali lalu berjingkat-jingkat melintasi halaman depan. Seperti biasanya. Setiap kali aku ingin menemuinya. Setiap kali aku rindu padanya. Aku harus mencuri-curi kesempatan dan mengendap pergi. Mama Papa selalu melarangku pergi menemuinya, mereka selalu tak setuju. "Mau kemana?" Suara itu membuatku terperanjat kaget. Jantungku serasa nyaris anjlok ke luar. Untung aku segera sadar kalau yang menegur barusan bukan suara Mama atau Papa yang paling tak kuharapkan saat ini, tapi suara May, adikku. "Mau kemana?" ulangnya. Aku tersenyum-senyum sekalian menenangkan hati. "Bikin kaget saja. Ternyata kamu, May. Biasa, menemui Erick." "Apa?! Kakak mau menemui Kak Erick lagi?" May menggeleng. "Sudah hampir lima tahun, Kakak masih setia padanya." Aku hanya tersenyum hambar. "Sudahlah. Yang jelas sekarang kamu jangan beri tahu Mama Papa. Kalau toh mereka tau juga aku pergi, katakan saja aku ke ulang tahunnya Mely. Oke, adik manis." "Loh, kok gitu sih?" Aku memberinya sun jauh kemudian bergegas meninggalkan halaman rumah. Trotoar pertokoan tampak tak terlalu ramai. Mungkin di musim penghujan seperti ini orang lebih memilih tinggal di rumah ketimbang berjalan-jalan. Kukeluarkan walkman dari balik jaket dan mulai memutar sebuah tembang milik Richard Marx, "Until I Find You Again". Judul lagu itu agak emosional kedengarannya. Tapi entahlah aku tak pernah bosan ikut mengalun dalam lantunan lembut lagu ini, padahal nyaris setiap hari kudengarkan. Lately I've been trying
Itu kalimat pertama yang mengawali lagu. Hmm, since you're gone, sejak kau pergi. Kepedihan, kesedihan dan rasa kehilanganlah yang dirasakan. Yap, since you're gone.
|
|
Sekilas Tentang Penulis |
Dahlia Di Taman Jiwa Sekeping Hati Bercerita | Debu Mutiara | Image | Guest Book Owner : ED Pratiwi , Semua karya yang dicantumkan dalam situs ini adalah milik pribadi penulis. Dilarang memperbanyak atau menjiplak sebagian atau seluruh karya tanpa seijin penulis. |