|
|
|
|
|
|
|
|
HOME SEKEPING HATI BERCERITA
SEKEPING HATI BERCERITA Serangkai Kata Bukan Coklat Valentine Until I Find You Again Midnight Sky Paris In Memory April Mop DAHLIA DI TAMAN JIWA
DAHLIA DI TAMAN JIWA Serangkai Kata Rendezvous Cinta Rindu Kau Menang Gersang Hina Sajak Diam Sajak Galau Melati Pujaan Basah Darah Secercah Rindu Sebatang Mawar Sepenggal Kedamaian Ada Cinta Di Matamu DEBU MUTIARA IMAGE
|
"Rin, Raf kecelakaan!" Telepon dari Neo tadi sudah membuatku benar-benar panik. Aku tak tahu harus bagaimana. Neo tak bilang Raf di mana sekarang. Aku berkali-kali menghubungi handphone Neo tapi tidak aktif. Akhirnya aku putuskan untuk pergi ke rumah Raf. Begitu bergegasnya, bahkan aku tak sempat menata rapi rambutku. Bayangan-bayangan buruk tentang keadaan Raf melintas di pikiranku. Mungkin saja sekarang Raf tengah dirawat di rumah sakit, mengalami luka serius atau mungkin … Oh, tidak. Aku semakin panik. Kenapa tiba-tiba ada perasaan takut di hatiku? Aku takut kehilangan Raf. Dia adalah kekasih yang sangat kucintai. Aku melompat ke dalam mobil, menstarternya dan menancab gas meninggalkan pekarangan rumah. Di mataku terbayang kembali kenangan-kenangan bersama Raf. Aku ingat pertama kali kami bertemu. Saat itu Sabtu yang cerah, aku berebut dengan beberapa cewek sebayaku untuk membeli tabloid remaja yang sedang trend. Tapi seorang cowok menyambar tabloid terakhir yang hampir kudapatkan. "Hei, itu tabloid punya saya!" bentakku. Dengan tidak menghiraukanku cowok itu membayar tabloid dan berlalu. Perbuatannya itu sama dengan menantangku. "Hei!" Aku berlari mengejar. Cowok itu menghentikan langkah, membalikkan tubuh dan menatapku. "Kalau tidak salah kita sefakultas, kan?" Ya, aku mengenalnya. Dia si Naughty Rafly. Semua anak kampus kami pasti tahu siapa dia. Raf tersenyum. "Oke, tabloid ini untukmu kalau kamu mau, tapi sebutkan dulu siapa namamu. Satu tabloid untuk satu nama, lumayan juga kan?" "Apa maksudmu?" Raf nyengir. "Namaku Rafly, panggil saja Raf. Boleh kita kenalan?" Bila teringat saat itu aku selalu tersenyum. Raf sengaja membeli tabloid itu hanya untuk berkenalan denganku. Walau baru pertama kali bertemu langsung dengan Raf aku sudah suka padanya.
|
|
Sekilas Tentang Penulis |
Dahlia Di Taman Jiwa Sekeping Hati Bercerita | Debu Mutiara | Image | Guest Book Owner : ED Pratiwi , Semua karya yang dicantumkan dalam situs ini adalah milik pribadi penulis. Dilarang memperbanyak atau menjiplak sebagian atau seluruh karya tanpa seijin penulis. |