EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

MODUS #14

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

Foto seorang gadis di dekat mayat

CINTA SEGITA BERAKHIR MAUT

 

Oleh : Suwandono

 

Pembunuhan sadis mengguncang kota Solo. Harno (19), pemuda lugu asal Dukuh Gondang Wonodadi Pracimantoro, Wonogiri ditemukan tewas terkapar di warung gethuk tepi Desa Jatilawang Mojolaban Sukoharjo. Dilehernya ada  bekas jeratan tali. Di samping mayatnya tergeletak foto seorang gadis.

 

Harno, pemuda pendiam pegawai sebuah percetakan sablon di Dawung Solo, Rabu (10/12) siang lalu terlihat riang. Beberapa hari sebelumnya dia baru saja membeli motor. Dengan motor barunya itu kini dia tidak perlu lagi menumpang bus untuk pulang pergi dari rumah ke tempat kerjanya atau sekedar untuk jalan-jalan mengitari kampung.

 

Seperti halnya pagi itu, Harno yang baru mudik di kampung halaman hendak berangkat ke tempat kerjanya. Dengan raut muka cerah, dia mengemas-kemasi barang-barangnya. “Mak, aku arep budal kerjo,” pamitnya pada sang ibu.

 

Tanpa menunggu jawaban ibunya, Harno langsung bergegas keluar rumah. Jok motor disemplaknya. Sejurus kemudian, diiringi suara raungan motornya, Harno sudah melesat ke arah timur. Ibunya, Sukiyem (45) yang tergopoh-gopoh menghampirinya hanya sempat melihat punggungnya putranya menghilang. “Ati-ati Nooo…,”  terdengar suara dari bibir Sukiyem yang langsung ditelan suara deru motor.

 

Tidak ada keganjilan apapun yang mengiringi kepergian pemuda itu. Harno sendiri tidak menunjukkan perilaku nganeh-anehi. Sehari sebelumnya, Harno yang mengambil cuti lebaran sepanjang hari hanya tiduran di kamarnya.

 

Tidak ada yang tahu persis apa yang dilakukan Harno setelah kepergiannya dari rumah. Beberapa teman kosnya hanya sepintas melihat dia saat masuk ke kamarnya pada Rabu malam. Kamis paginya, ia sudah lenyap dari kamarnya.

 

Harno sempat kembali terlihat pada Kamis malam sepulang dari tempat kerjanya. Namun itu pun hanya beberapa kelebatan saja. Dua orang temannya, Lukito (27) dan Santo (30) yang menyambangi kontrakannya hanya sesaat bertemu.

 

Pada saat itu, Harno yang sudah berpakaian lengkap hanya mengucapkan sepatah kalimat, “Sori Luk, aku arep lungo dhisik, ono perlu penting (Maaf Luk, aku mau pergi dulu, ada perlu penting),” kata Harno sambil berjalan menuju motornya. Semenjak itu tidak seorang pun yang mengetahui tujuan kepergian pemuda malang itu.

 

BALOK BETON--Tanpa sebab musabab, keesokan harinya tahu-tahu berita penemuan mayat menggemparkan seisi kota. Mayat yang ditemukan dalam keadaan tergeletak membujur ditemukan di tepi gubuk belakang warung gethuk itu tak lain ternyata adalah Harno.

 

Korban ditemukan pertama kali oleh Warni (40) pemilik warung Sabtu subuh saat ia hendak membuka warungnya. Semula Warni yang mengira mayat itu orang gila membiarkannya saja. “Biasanya disini memang sering ditiduri orang gila, Mas,”  tutur Warni kepada Exo.

 

Namun betapa kagetnya Warni ketika menyaksikan tubuh orang itu ditindihi balok beton. Warni baru menyadari sosok orang itu sudah tidak bernyawa ketika ia melihat ceceran darah di sekitar mayat. Seketika penemuan tersebut langsung menggemparkan seisi kampung.

 

Ratusan warga segera berduyun-duyun mendatangi lokasi kejadian. Sementara aparat Polsek Mojolaban yang menerima laporan warga segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan di lapangan, polisi menemukan sepucuk foto dalam dompet yang tergeletak di samping mayat Harno.

 

Selain itu, polisi juga menemukan bekas darah yang tercecer dari dinding menuju lantai di dekat mayat. Aksi pembunuhan sadis yang menimpa seorang pemuda itu tentu saja mengundang tanda tanya warga. Bagaimana tidak, selama ini wilayah Surakarta terbilang sepi tindak kriminal, apalagi aksi pembunuhan sadis seperti yang menimpa korban.

 

Salah seorang saksi, Suparno (55) yang berhasil dihubungi Exo mengaku melihat peristiwa mencurigakan beberapa saat sebelum kejadian. “Pukul tiga pagi waktu mengairi sawah, saya melihat mobil bak warna telur asin parkir disitu,” kata Suparno sambil menunjuk ke arah warung gethuk.

 

Matanya sempat menangkap dua orang sedang berbincang-bincang di samping mobil. Karena tidak mendapati gelagat mencurigakan, Suparno hanya berlalu saja tanpa memperdulikan kedua orang tersebut. “Saya kira malah orang pacaran,” kata Suparno.

 

Sementara itu, salah seorang teman karib korban, Lukito (20) saat ditemui Exo mengatakan korban pernah rasan-rasan punya kenalan baru. “Kenalan barunya itu cewek, katanya rumahnya di Solo,” kata Lukito singkat.

 

Tidak menutup kemungkinan Harno pergi ke rumah teman cewek tersebut. Apalagi ada bukti-bukti kuat yang menunjukkan kepergian Harno untuk perjalanan jauh. Saat hendak pamit, Harno mengenakan sarung tangan dan melambari dadanya dengan koran.

 

Ditambahkan Lukito, beberapa waktu sebelumnya Harno memang pernah mengaku sedang bermasalah dengan seseorang di Solo. Masalah tersebut nampaknya masih terkait dengan hubungannya dengan cewek kenalan barunya.

 

“Mengenai hal itu dia sangat tertutup, ndak mau ngomong,” imbuh Lukito. Perkiraan Lukito, jawaban Harno yang mengatakan hendak menyelesaikan urusan penting diduga masih terkait dengan masalah cewek kenalannya itu. Apalagi sebelum pamit, Harno mengatakan baru mendapat telepon dari seseorang dan malam itu ia akan menemui orang tersebut.

 

Senada dengan keterangan Lukito, Sugiyo (17) adik Harno yang sempat bertemu dengan korban di kamar kost korban mengaku tidak tahu menahu kepergian Harno. “Dia bilang ada urusan penting, itu saja,” kata Sugiyo.

                 

Teka-Teki Tewasnya Harno--Kapolres Sukoharjo, AKBP Drs. Bambang Rudi Pratiknya, SH. MM melalui Kasatreskrim AKP. Minarto saat dimintai keterangan Exo mengaku cukup kesulitan mengungkap kasus pembunuhan korban. Diungkapkan Minarto, ada kemungkinan korban menjadi sasaran aksi perampokan kawanan begal.

 

Setelah aksi melancarkan aksinya, kawanan perampok itu membawa mayat korban dan membuangnya di lokasi kejadian. Namun beberapa bukti mementahkan dugaan tersebut. Ada dugaan aksi pembunuhan yang menimpa korban tidak semata kasus perampokan.

 

Dari hasil temuan beberapa bukti di TKP ada dugaan kuat aksi pembunuhan korban masih terkait dengan kenalan barunya dan penelpon yang menghubunginya beberapa saat sebelum kejadian. “Bisa jadi korban tewas akibat terlibat masalah asmara,” kata Minarto sambil menunjukkan selembar foto cewek dalam dompet korban.

 

Dompet berikut uang dan beberapa surat kendaraan milik korban masih tergeletak di samping mayatnya. Yang jelas, dari hasil penyelidikan TKP korban menemui ajalnya akibat aksi pembunuhan yang telah dipersiapkan sebelumnya. “Kami menemukan bekas cekikan dilehernya,” imbuh Minarto. Dugaan tersebut diperkuat hasil visum mayat korban yang menunjukkan adanya bekas cekikan tangan beberapa jam sebelum ditemukan.

 

Teka-teki dibalik tewasnya korban sampai berita ini diturunkan belum terjawab. Beberapa saksi yang dimintai keterangan petugas mengaku tidak tahu sama sekali dengan urusan korban. Lukito, salah seorang sahabat kental korban yang menemaninya saat membeli motor beberapa hari sebelum kejadian juga mengatakan tidak ada masalah dengan jual beli motor korban.

 

“Dia memang beli motor dengan saya,” tutur Lukito. Motor yang dia beli dengan korban itu telah dibayar lunas oleh korban. Sementara mengenai hubungannya dengan teman perempuan, menurut saksi, korban tidak pernah mempunyai kenalan cewek apalagi pacar.

 

“Dia orangnya lugu,” kata Harno. Selain itu, Harno juga selalu tertutup untuk masalah itu. Ketika disinggung soal foto dalam dompetnya, Lukito mengaku tidak mengenalnya. “Mungkin saja dia cewek yang baru dikenalnya,” kata Lukito.

 

Hingga kini polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut. Namun, meski telah ditemukan sejumlah bukti, tak urung polisi masih kesulitan mengidentifikasi pelaku pembunuhan. Beberapa teka-teki masih menjadi tanda tanya dibalik aksi pembunuhan yang menimpa korban. Benarkah korban dibunuh lantaran cinta segitiga?

 

Dugaan sementara aparat memang demikian. Diperkirakan, pelaku mempunyai hubungan dengan cewek dalam foto yang dibawa korban. Pelaku yang menelepon korban nampaknya sengaja membuat perhitungan hingga akhirnya menghabisi korban. Namun tidak menutup kemungkinan dugaan lain akan muncul apabila ditemukannya bukti-bukti lain.*

                 

***

Wartorejo, ayah korban

SEMUA DIBAKAR

 

Oleh : Suwandono

 

Kabut duka menggelayut diatas rumah Wartorejo (40). Pria yang sehari-harinya berladang di kebun itu belakangan lebih banyak membisu. Tidak mengherankan, sejak anak lelakinya tewas, Wartorejo memang mengalami syok berat. Apalagi kematian anaknya yang tragis masih menyisakan misteri.

 

Exo yang bertandang ke rumahnya merasakan suasana muram yang menyelimuti ruangan dalam rumah berdinding kayu itu. Diungkapkan bapak enam anak itu, korban tergolong pendiam diantara saudara-saudaranya. Sewaktu SMU, Harno juga tidak banyak bergaul dengan teman sebayanya. Setiap usai pulang sekolah, Harno selalu membantu ayahnya mencari rumput di sawah.      

 

Mengenai hubungan Harno dengan beberapa rekannya, Warto mengaku tidak banyak mengetahui. Harno juga tidak pernah mempunyai pacar atau teman perempuan. Demikian pula ketika ia bermalam di rumah sebelum keberangkatannya menemui ajal. Seharian penuh Harno tiduran di kamarnya. Warno sempat ngobrol beberapa saat dengan korban namun itupun tidak menunjukkan gejala-gejala mencurigakan.

 

Meski masih belum dapat melupakan bayangan anaknya, Warto mengaku ikhlas dengan kepergian Harno. “Barang milik Harno sudah kami bakar semua,” imbuh Warto. Kini, pihaknya hanya berharap polisi dapat menemukan pelaku pembunuhan yang menimpa anaknya. Dengan begitu, dia berharap arwah anaknya dapat beristirahat dengan tenang. *

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Nojii
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1