Mau nambah korban keburu sadar
TABIB DUA KALI GAGAHI PASIEN
Oleh : Zul
Setelah keguguran, dari
vaginanya keluar cairan bercampur darah. Niat berobat ke seorang
tabib malah berujung petaka. Habis telan empat butir CTM, korban
pulas dan digagahi hingga dua kali.
Sejak mengalami keguguran dua bulan lalu, Irma (25) --nama samaran--,
terjangkit penyakit aneh. Cairan bercampur darah kerap keluar dari
kemaluannya. Setelah berobat kesana kemari, termasuk menempuh upaya
medis, penyakitnya tak kunjung sembuh. Padahal tak sedikit kocek
yang telah dirogoh.
Meski demikian, upaya Irma untuk menyembuhkan penyakitnya tidak
berhenti sampai di situ. Selanjutnya, dipilih upaya tradisional.
Kali ini tetap menemui jalan buntu. Bahkan penyakitnya semakin parah,
bahkan perutnya sempat membengkak seperti orang hamil.
Sejak saat itu, Irma menjadi pemurung. Ia bahkan tidak percaya diri
saat melayani suaminya. “Kalau penyakit saya belum juga sembuh,
bisa-bisa suami ogah tidur sama saya,” ujar wanita yang
mengaku sebagai isteri kedua ini.
Hingga suatu ketika, persisnya Minggu pagi (30/11), saat Irma hendak
bepergian dari kediamannya di Kampung Belimbing, RT 09/02 Kel.
Banten Kecamatan Kosambi, Tangerang, Banten, Jawa Barat, ia mendapat
selebaran berisi promosi seorang tabib yang mampu menyembuhkan
segala penyakit.
Dalam selebaran itu tertera gelar yang meyakinkan “Tengku Darwis
Abdulah bin Abdulah. Bahkan ramuannya ditulis besar-besar yang
didatangkan langsung dari Aceh.
Irma percaya, sekaligus ingin menjajal keampuhan sang tabib.
Ditemani saudaranya, Irma pergi menuju Kampung Sepatan Jalan Bambu
Kuning No. 154 RT 001 RW 002 Kelurahan Sepanjang Jaya, Rawa Lumbu,
Kodya Bekasi, tempat Tabib Darwis membuka praktik.
Irma diterima
dengan penuh keramahan. Setelah mengeluhkan penyakit yang
dideritanya, sang tabib hanya manggut-manggut. Menurutnya penyakit
Irma cukup parah. Dengan bergaya meyakinkan, Darwis mengatakan bahwa
ia sanggup menyembuhkannya, asal Irma mau mengikuti segala saran-saranya.
Lantaran tujuannya ingin sembuh, Irma setuju dengan syarat yang
diajukan Tabib Darwis.
Ritual penyembuhan
dimulai. Irma diminta masuk ke sebuah kamar. Di dalam kamar tertutup
itu, Darwis minta agar Irma melepaskan seluruh pakaian yang
dikenakannya hingga bugil. Alasannya, agar sang tabib lebih leluasa
meluruskan otot-otot Irma, yang merupakan bagian dari ritual
penyembuhannya.
Irma tidak curiga.
Dalam benaknya, apa yang dilakukan sang tabib semata hanya salah
satu upaya penyembuhan. Bahkan saat bagian tubuhnya diraba-raba
layaknya fore play sebelum senggama, ia memilih bungkam tak
bereaksi. Satu jam praktik nyleneh itu usai. Selanjutnya
Darwis menyuruh Irma datang kembali esok harinya.
Irma tetap tak curiga. Esok harinya, ia kembali mendatangi klinik
Darwis. Bahkan ia merasakan penyakitnya mulai membaik. “Kala itu
saya yakin betul dengan Tabib Darwis, karean setelah pertama diobati,
penyakit saya agak membaik. Makanya saya tak menolak disuruh datang
lagi,” tutur Irma.
Seperti yang dijanjikan, esok harinya Irma datang lagi. Kali ini
Darwis malah lebih meyakinkan. Menurutnya, penyakit Irma harus
diterapi sedikitnya tiga kali dalam sebulan kalau mau cepat pulih.
Hal itu membuat Irma tambah yakin.
Kali itu Irma kembali diterapi. Ia juga diminta telanjang dan
diraba-raba tubuhnya. Usai ‘menservis’ Irma, Darwis menyodorkan
kwitansi sebesar Rp 625 Ribu. “Uang ini, biaya terapi dan ramuan,”
katanya pada Irma.
Irma bingung. Sebab uang yang ada dikantongnya hanya Rp. 250 ribu.
Kalaupun semuanya diberikan, ia mengaku tak punya ongkos untuk
pulang. Namun demi kesembuhan penyakitnya, uang Rp. 250 ribu
diberikan semua pada sang tabib.
Anehnya, Darwis sedikit ngerti. Entah apa maksudnya, atau hanya
sebuah tipu daya, ia mengembalikan uang itu sebesar Rp 100 ribu,
dengan satu pesan bahwa ia minta Irma datang kembali esok harinya.
Hanya saja, kali itu Darwis minta pada Irma untuk membawa buah jeruk
purut dan kembang tujuh rupa. Syarat itu kata Darwis, sebagai media
menyedot penyakit yang diderita Irma. Permintaan Darwis kali itu tak
ditolak Irma. Esok harinya, Rabu (03/12), ia datang sendiri membawa
jeruk purut dan kembang tujuh rupa.
Seperti biasa kedatangan Irma disambut hangat oleh Darwis. Setelah
istirahat sejenak, Irma diminta mempersiapkan diri untuk diterapi.
Seperti biasa, ia diminta membuka semua pakaiannya.
Bedanya, kali itu sebelum diterapi Irma diminta nenggak empat butir
pil --belakangan diketahui adalah obat jenis CTM (obat elergi dengan
efek mengantuk -red) dan obat racikan Darwis.
Tentu saja, setelah dipaksa nenggak empat pil tersebut, konsentrasi
Irma buyar. Irma sempoyongan. Pandanganya kabur hingga akhirnya ia
tak sadarkan diri.
Melihat korbannya tak berdaya, Darwis tak mau menyia-nyiakan
kesempatan. Korban diperkosa sebanyak dua kali. Merasa kurang puas,
ia hendak mengulangi perbuatan bejatnya. Begitu mau masuk ronde ke
tiga, Irma keburu sadar. Ia kaget ketika tubuhnya diciumi dan
ditindih sang tabib bejat.
Meski ketangkap basah, Darwis masih sempat berdalih. Menurutnya,
semua yang ia lakukan merupakan bagian dari upaya terapi. Ia
menindih Irma agar bisa leluaasa memasukan penangkal penyakit
kedalam tubuh Irma. Namun, kali ini ibu muda ini mulai curiga.
Dalam keadaan setengah sadar, ia marah-marah kepada Darwis. Setelah
mengambil pakaian yang berserakan, Irma pulang lewat pintu belakang.
Bukan kesembuhan yang dia dapat. Namun, kisah duka yang harus dia
ratapi.
JALAN
SEMPOYONGAN-- Dari
rumah sang tabib, Irma tak langsung pulang ke rumah, namun mampir
ke rumah Dodi Satria, saudaranya di Karang Kitri, Margahayu, Kodya
Bekasi. Dodi curiga dengan kedatangan Irma yang berjalan sempoyongan
seperti orang mabuk.
Dodi lalu mengintrogasi
Irma. Awalnya korban tidak bersedia bercerita tentang kejadian yang
baru saja dialaminya. Namun, setelah didesak akhirnya ia mengaku
bahwa telah digarap Darwis.
Meski telah mengaku terus
terang, namun Irma tetap menghalangi Dodi untuk melapor ke polisi.
Alasannya, takut kalau diketahui suaminya. “Bisa-bisa saya di madu,”
kata Dodi menirukan Irma.
Namun, setelah dijelaskan,
akhirnya Irma setuju melaporkan Darwis ke pihak berwajib. Dengan
diantar Dodi dan Irma melaporkan kasus perkosaan tersebut ke Polsek
Bekasi Timur. Kanit Reskrim, Polsek Bekasi Timur, IPDA Erwin Sibora
membenarkan kejadian tersebut. Sesaat setelah menerima laporan itu,
jajarannya langsung mencokok Darwis dari rumahnya.
Sementara itu, potongan jilbab putih bernoda kuning
milik korban, formulir pendaftaran, brosur, satu botol bubuk jamu,
beberapa kapsul warna hijau, jamu majun, beberapa ramuan dari Aceh
dan puluhan pil CTM disita sebagai barang bukti.
Menurut Erwin,
pelaku bisa dijerat pasal berlapis, yakni pasal 285 KUHP, memaksa
seseorang wanita diluar perkawinan untuk berhubungan badan, dengan
ancaman maksimal 12 tahun penjara dan Pasal 286, berhubungan badan
dengan seorang wanita di luar pernikahan, diketahui wanita itu dalam
keadaan pingsan, dengan ancaman penjara paling lama sembilan tahun.*
***
Tengku Darwis
Abdulah bin Abdulah
TERPANCING BIRAHI
Oleh : Zul
Sekilas tampilannya tak ada
tampang orang bejat. Apalagi gaya bicaranya meyakinkan. Saat ditemui
Exo dibalik jeruji Polsek Bekasi Timur, Sabtu siang (06/12), Tabib
Darwis malah menyalahkan korban. Menurutnya dia berani memperkosa
korban, karena korban memancing birahinya.
Sebagai lelaki
normal, ia mengaku tak tahan dengan godaan. Apalagi, sudah lama tak
berhubungan badan, lantaran telah cerai dengan istrinya, empat tahun
silam.
Biasanya, untuk
mengusik kesepiannya, ia main gaple dengan para tetangganya. Namun
begitu melihat Irma, godaan besar menghantuinya. Hingga akhirnya ia
memilih melakukan ulah bejat tersebut.
Mengenai obat CTM
yang diberikan kepada pasien, Darwis mengatakan bahwa itu lazim dia
lakukan. Tapi kepada, ia sengaja mencampur dengan obat ramuan
lainnya, yang efeknya diyakini mampu membuat pasiennya tak sadarkan
diri.
Irma pingsan,
hingga akhirnya ia leluasa menggarapnya hingga dua kali. Meskipun
demikian, ia menampik melakukan hal itu pada semua pasiennya. “Saya
khilaf pak. Saya siap menerima sanksi hukum sesuai perbuatan saya.
Tapi sumpah, baru kali ini saya melakukannya,” katanya memelas.*
>>>Baca
Juga :
CINTA SEGI TIGA BERAKHIR MAUT...
>>>Baca Juga :
KETUA RT DALANGI PERAMPOKAN...
|